//
archives

Cerpen

This category contains 19 posts

Kesempurnaan Seorang Wanita (Bagian ke-1)

Sebuah suara samar mengusik tidur wanita itu. Menerobos halus celah gendang telinga, dan perlahan membawanya dari alam mimpi menuju keterjagaan raga. Namun matanya masih terpejam dalam kantuk yang masih menggelayut dalam. Tak ingin ia hirau akan suara yang masih samar terdengar. Tapi sekian detik kemudian suara itu semakin terang dalam keterjagaan telinganya sekarang. “Tsabita.. Tsabita..” … Continue reading

Dialog Tasawuf dan Tauhid

Harry (H) : Kang, sekarang saya sering malu meminta sesuatu sama Allah Kang Shihab (KS) : Memangnya kenapa, Har? H : Saya malu karena seringkali tidak bersyukur dari apa yang sudah Allah berikan ke saya. Padahal banyak yang sudah saya minta dan dikabulkan. KS : Banyak doamu yang terkabulkan? Wah, kan itu bagus. Kenapa sekarang … Continue reading

fatwa rokok (2)

“Assalamualaikum..” Sapa Harry “’Aliaikumsalam…” jawab temannya. “Eh, Jak, Apa kabarnya ente?” Tanya Harri pada temannya, Rojak. “Bae-bae aja, Har. Nah ente?” “Baik juga, Alhamdulilah. Wih, rokok di asbak banyak amat tuh, Jak?” “Yah sambil nunggu ente, Har.” “Emangnya ente ngga  denger kalau PP Mamadiyah kemarin ngeluarin fatwa kalau rokok itu haram?” Tanya Harry. Dengan ringannya … Continue reading

Fatwa Rokok

Selepas mengaji di musholah, Harry dan Mamat sengaja mengambil tempat di pelataran samping mushalah untuk sekedar menghilangkan pegal-pegal pada badannya. Mereka memang biasa beristirahat setelah selesai mengaji, tidak langsung pulang seperti jamaah yang lainnya. Ketika baru duduk di dekat pintu samping mushalah, Harry langsung mengeluarkan sebatang rokok dari dalam kantong kemejanya. Dia langsung menyalakan korek … Continue reading

Muludan

Mamat (M): Har, ga ikutan muludan? Harry (H): Ga ah, ntar aja ikutan makan-makannya. M: Dasar! Masa ga muludan mau ikut makan-makannya doang? H: Lah, bukannya ada kaidah yang bilang, kalo hukum asal dalam perkara adat adalah boleh, sampai ada dalil yang menyatakan keharamannya? M: Lah maksudnya apa? H: Kan makan itu adat. M: Lah … Continue reading

A atau C

Di suatu siang, Harry dan teman-temannya berkunjung ke rumahnya Mamat. Mereka akhirnya sampai pada suatu tema yang sangat sengit. Yaitu, memilih siapa yang lebih menarik antara Ana dan Citra. Mamat (M): Kalau menurut gw, lebih cantik Citra-lah. Ujang (U): Jelaslah Citra. Bayangin aja, selain cantik, bodynya bosss,,, aduhai. Kusni (K): Iyalah, sudah jelas lebih menarik … Continue reading

Kolektif Kolegial

Setelah selesai mengaji, Kang Shihab  dan Harry sengaja tidak langsung pulang. Mereka  berencana untuk sedikit berlama-lama di mushollah. Harry  tiba-tiba penglihatannya menuju kesalah satu rumah di depan mushallah, rumah Bang Juki. Bang Juki dan bininya tampak sedang cekcok, adu mulut. Hal ini sebenarnya kerap kali terjadi dan sudah menjadi hal yang biasa bagi masyarakat kampung. … Continue reading

Debat Kusir : Jujurlah Pada Diri Sendiri

Suatu pagi, di atas sepeda motor, Harry dan Mamat telibat debat kusir. Mamat (M):  ….bukankah kejujuran yang sebenernya dari hati? Ketika kita benar-benar jujur pada diri sendiri. Kalau mulut kan bisa bohong, pura-pura kuat padahal hatinya rapuh. Harry (H) : Tapi, Mat,  kadang untuk menjadi baik, ada orang yang sengaja berlatih dengan melawan kerapuhan itu … Continue reading

Media dan Fenomena Bunuh Diri

Suatu pagi Harri dan Kang Shihab terlihat berdua sedang sap-siap berangkat ke pengajian di kampong tetangga. Pendek cerita, berboncenganlah mereka. Ditengah perjalanan, terlibat diskusi “ringan” diantara keduanya. Awalnya Harri yang membuka diskusi, “Sekarang banyak orang yang stres ya, Kang.” “Kamu lihat berita tadi pagi ya?” Timpal Kang Shihab dengan pertanyaan . “Iya. Sekarang ini banyak … Continue reading

“Aamiin” vs “Ngaamiin”

Harri (H): Kang, Pak Bambang itu saat menjawab “amin” dalam shalat jemaah sangat mengganggu kedengerannya. Kang Shihab (KS): Maksudnya? H: Pak Bambang melafazkannya bukan “aamiin” tapi “ngaamiin”. KS: Yo biar saja. H: Lah kan artinya beda, Kang. KS: Lafaz memang penting, tapi lebih penting keikhlasan saat mengucapkannya. Malah sepertinya dia lebih ikhlas dari kamu, Har. … Continue reading

Facebook

My Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Categories

Archives

blog-indonesia