//
you're reading...
Uncategorized

Bensin dan Keajaiban Istighfar

image

Alhamdulillah, walau telat masuk kantor hari ini, namun banyak hal yang tetap harus disyukuri. Memang, setiap perjalanan akan memiliki cerita dan kisahnya masing-masing. Hanya saja, kadar bobot cerita atau kisahnya yang berbeda. Ada yang biasa, biasa saja, biasa banget, atau luar biasa. Yah, seringkali ada kisah atau cerita yang luar biasa atau yang patut dicatatkan (menurut saya sih), seperti halnya perjalanan menuju kantor pada pagi hari ini.

Awalnya, perjalanan pagi ini biasa saja, tak ada yang berbeda seperti pagi-pagi yang telah lewat. Keluar rumah pukul 7 pagi, setelah sarapan bubur jagung margonda. Bedanya hari ini adalah, saya keluar dengan sedikit memikirkan bensin dalam tangki motor yang sudah hampir habis. Dengan mengucap basmalah, saya pun berangkat.

“Nyari bensin dimana nih?”

Sepanjang jalan Cilebut Raya, saya perhatikan para penjual bensin eceran tampak tutup.

“Tumben!” begitu pikir saya selama dalam perjalan. Pada malam sebelumnya di sebuah grup WhatsApp, memang, ramai membicarakan bensin yang tengah susah didapat.

[Tiba-tiba]

“Astagfirulloh!” gumamku saat motorku tetiba sulit di gas. “Akhirnya, habis juga.” Ya, bensin di tangki motor saya telah habis.

Saat masih belum keluar dari jalan Cilebut Raya, saya berpikir apakah saya harus menuntun motor terus hingga keluar jalan cilebut raya(?)

“Astagfirulloh!” Gumam saya sekali lagi, saat saya lihat waktu pada gadget. Akan telat sampai kantor untuk hari ini.

Namun, ditengah saya mendorong sepeda motor untuk, paling tidak, berusaha mencari bensin eceran, tetiba ada salah satu teman jemaah di mesjid dekat perumahan yang melintas dengan sepeda motornya.

“Assalamu’alaykum. Kenapa, Pak?” Sapanya.

“‘Alaykumussalam. Bensin habis, Pak Taufik.” Jawab saya.

Pak Taufik adalah salah satu jamaah di Masjid Al Mustaghfirin dekat dengan perumahan saya. Kami belum lama saling kenal. Perkenalan kami pun terjadi karena saya biasa sholat di mesjid itu, dan sering bertemu dengan beliau. Kebetulan rumah beliau pun persis disamping masjid.

Singkat cerita, Pak Taufik meminta agar saya berhenti saja mendorong sepeda motor. Beliau bersedia menolong saya untuk mencarikan bensin. Saya pun menunggunya.

Tidak terlalu lama menunggu, Pak Taufik kembali dengan tanpa membawa apapun. “Tutup semua, Pak!” Teriak beliau.

“Ya sudah, Pak Farid, sedot saja dari motor saya.” Beliau memberikan solusi.

“Memangnya bensinnya penuh, Pak?” Tanya saya, ragu.

“Masih, Pak. Baru kemarin diisi.”

Akhirnya, dengan meminta plastik sebagai wadah dengan seorang ibu penjaga warung, proses sedot bensin pun selesai. Dan saya pun mengucapkan terima kasih kepada Pak Taufik atas kebaikannya. Kami pun berpisah.

Itulah sedikit cerita yang saya alami. Cerita biasa namun syarat makna, paling tidak menurut saya. Sebuah kekuatan istighfar memang luar biasa apabila itu sungguh kita resapi. Istighfar-istighfar yang tersebutkan melalui bibir saya adalah sebuah kesadaran saya bahwa ini terjadi tidak lepas dari kesalahan-kesalahan saya. Kelalaian saya. Sehingga semuanya terjadi di pagi ini.

Astagfirulloh… semoga kita semua bisa mengambil hikmah atas setiap kejadian.

(Bogor, 27/08/2014)

Shared from Google Keep

Discussion

One thought on “Bensin dan Keajaiban Istighfar

  1. Sebuah hikmah yang luar biasa dari tulisan ini

    Posted by risalahsalaf | 8 January 2015, 09:52

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Facebook

My Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Categories

Archives

blog-indonesia

%d bloggers like this: