//
you're reading...
Coretan, Serial-Motivasi

Aspek-Aspek Yang Harus Dievaluasi (Muhasabah Diri)

Orang -orang yang cerdas itu adalah:

1. org yang selalu mengevaluasi dirinya. namun bukan kebaikan-kebaikannya, namun lebih kepada evaluasi sifat-sifat buruk.

Haasibuu anfusakum qobla an tuhaasabuu (hitunglah atau evaluasilah dirimu, sebelum engkau dihisab pada yaumil akhir)

2. Org yang melakukan sesuatu untuk kematiannya. Bukan hanya saja menghitung-hitung atau mengevaluasi saja, melainkan melakukan perubahan (action)

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11

Dan, orang yang gagal/lemah adalah:

1. Org yang selalu mengikuti hawa nafsunya, nafsu dunia yang sesaat.

2. Org yang selalu berkhayal atau berangan-angan akan masa depan.

—-

Mari kita lihat diri kita, berada dikategori yang mana posisi kita. Termasuk orang-orang yang oleh Rosul sebagai orang yang cerdas, ataukah termasuk orang-orang yang dikatakan oleh Rosul sebagai orang yang lemah/gagal.

Ada seorang ulama selama hidupnya yang berusia 80 tahun, hanya sekali saja ia masbuq. Bagaimana dengan kita?

Apa yang harus kita muhasabah?

1. Aspek ibadah

2. Aspek kegiatan/pekerjaan

Perlu sekali kita mengevaluasi aspek ini, mengenai apakah pekerjaan kita itu adala pekerjaan yang diridhoi oleh Allah? Penting pula kita evaluasi terkait dengan penghasilan yang kita dapat, halal atau haram kah?

3. Aspek pergaulan/bermasyarakat

Hal ini sangat penting kita evaluasi selalu. Sudahkah kita waro’ atau berhati-hati dalam menjaga pergaulan kita. Sudah bermanfaatkah kita berada pada lingkungan kita?

Alangkah pentingnya apabila kita punya warna sendiri (prinsip) dalam pergaulan kita. Jangan kita mudah terbawa oleh pergaulan-pergaulan yang salah dan tidak bermanfaat. Buktikan kalau kita punya siiqoh islami.

5. Aspek Dakwah

Sudah sejauh mana kita melibatkan diri kita dalam dakwah dalam masyarakat. Semua memang seharusnya seperti itu, dakwah kita harus sampai pada masyarakat, tidak hanya dibatasi dan puas pada dakwah keluarga atau bahkan diri sendiri.

Wallahu a’lam
Halaqoh, 07-01-2013

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Facebook

My Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Categories

Archives

blog-indonesia

%d bloggers like this: