//
you're reading...
Coretan, Other, Serial-Motivasi

Belajar Dari Sekeliling Kita

Saat lari pagi bersama teman-teman, saya didatangi oleh seorang wanita. Nampak ia membawa sebuah buku. Dari gelagatnya sepertinya wanita ini ingin menawarkan sebuah buku yang berada di tangannya itu. Yah, seorang sales wanita dengan warna pakaian persis sama dengan bukunya. Ternyata ia adalah tim sukses atas penerbitan buku itu. Begitu akunya. Dia khusus mendatangi saya, padahal saya sedang bersama teman-teman yang lain saat itu.

Wanita itu menawarkan sebuah buku motivasi untuk menjadi orang sukses. Dengan berbagai cara ia menjelaskan dan menceritakan buku itu. Akhirnya, saya langsung meminta wanita itu untuk menyimpulkan bukunya dengan kalimat yang singkat. Dan ia menjawab dengan mencari kalimat yang tepat untuk menggambarkan singkat buku itu, “Ku tahu yang ku mau!” Entah maksudnya apa(?).

Wanita itu bilang kepada saya bahwa buku itu menjelaskan seberapa pentingnya kita belajar dari orang-orang besar. Entah mengapa saya tertarik untuk berpikir menyalahkan persepsinya, mungkin tepatnya persepsi dari buku itu. Padahal kalau saja wanita itu tahu, saya banyak belajar darinya.

Bagaimana ia begitu kuat dan ulet ketika ia berusaha menjual buku itu kepada beragam orang dan bagaimana pandainya ia berbicara dengan santun juga kepada setiap orang yang ditemuinya, termasuk saya. Dan itu terbukti saya bisa mengambil pelajaran bukan dari orang-orang besar saja.

Saya jadi teringat juga dengan perkataan teman saya di suatu malam saat kita berdiskusi masalah arti sukses di sebuah warung makan nasi goreng di kawasan selatan Jakarta. Kebetulan dia adalah seorang penjaga toko. Dia bilang kepada saya bahwa seharusnya ia banyak belajar kepada orang-orang hebat untuk menjadi pribadi yang sukses. Ia malu pada keadaan dirinya. Ia merasa malu karena teman-temannya telah banyak yang, menurutnya, telah sukses dengan pekerjan yang layak. Sedangkan ia belum.

Pendapat itu ada benarnya, namun saya tidak sepenuhnya setuju. Menurut saya, kita bisa belajar dari siapa saja, tidak terkecuali dari seorang pengamen jalanan atau tukang koran dijalan atau bahkan dari anak kecil sekalipun. Dan saya tak habis pikir kenapa sales wanita dan teman saya itu tidak berpikir sama dengan saya bahwa kita tidak mesti selalu belajar dari orang-orang besar, toh dari orang-orang lemah pun kita bisa banyak mengambil pelajaran.

Ternyata jelas mengapa mereka dan saya berbeda pendapat. Hal itu karena sukses menurut mereka adalah sebuah materi yang banyak dan berlimpah. Menurut mereka kesuksesan itu berarti uang banyak, rumah besar, mobil mewah, pekerjaan layak dan lain sebagainya. Sedangkan menurut saya sukses itu sangat erat kaitannya dengan “kekayaan hati”. Ketika saya merasa cukup dan bersyukur dengan apa yang saya punya itu berarti kesuksesan saya.

Sebenarnya yang harus mereka dan saya pelajari adalah bagaimana caranya bisa senang dan bersyukur dengan apa yang dimiliki. Keadaan bersyukur disini bukan berarti kita harus puas dan tidak perlu meningkatkannya. Karena agama, sejalan dengan sosial-budaya, memerintahkan kita untuk selalu ikhtiar dalam hidup, baik ikhtiar yang sifatnya mengumpulkan materi maupun ikhtiar yang sifatnya menguatkan hati.

Saya jadi ingat ketika seorang sahabat, yang sangat dekat dan mengenal saya, tiba-tiba menegur bahwa seharusnya saya banyak belajar dari anak-anak kecil. Saat itu saya tidak tahu apa maksud dari perkataannya itu. Ketika saya tanyakan maksud dari kalimatnya itu, dia hanya menjawab nanti kamu juga akan mengerti. Dan ketika saya pikirikan, ternyata anak kecil itu sangat ikhlas, tulus, total dan jujur dalam melakukan sesuatu. Sangat berbeda dengan saya yang masih sering tidak tulus dan jujur dalam bertindak. Ternyata saya belum sukses dalam hidup. Mungkin saya cukup dalam meteri, tapi tidak dengan hati.

so, yuk mari kita belajar terus dari sekeliling kita.

Discussion

One thought on “Belajar Dari Sekeliling Kita

  1. Terima kasih atas konten dan info yg menarik dan menginspirasi….thk u

    Posted by jtxtop | 3 January 2013, 19:24

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Facebook

My Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Categories

Archives

blog-indonesia

%d bloggers like this: