//
you're reading...
Coretan

When Love is not Merely a Kiss…

Saat ini, masih sangat pagi. Kicau burung yang akan selalu terdengar indah, dijalan-jalan telah direnggut oleh suara deru kendaraan yang akan mengantarkan orang-orang dibaliknya untuk menghidupkan dirinya dan atau keluarganya.

Kata banyak orang, rejeki itu tidak akan kemana-mana. Entah dari mana ungkapan itu muncul, entah pula dari sisi psikologis yang bagaimana kalimat itu mengemuka. Tapi yang pasti, mungkin yang seharusnya orang tanamkan lekat-lekat dalam kepalanya, bahwa setiap orang akan selalu mencari rejeki itu dimana-mana.

Ada perbedaan diantara kalimat, ‘kalau sudah rejeki, tidak akan kemana-mana’ dengan kalimat ‘setiap orang harus mencari rejeki dimana-mana’. Dimana letak perbedaannya? Yang pertama, mengindikasikan psikologis yang pasif, sedangkan pada kalimat yang kedua, cenderung memiliki nafas psikologis yang aktif. Perbedaan keduanya bukan ingin menilai bahwa yang satu itu salah dan yang lain itu benar – karena pasif dan aktif itu, sejatinya, tidak ada hubungannya dengan nilai benar atau salah-, namun menginginkan bagaimana kita dapat introspeksi diri terhadap kalimat-kalimat yang selama ini membekas dalam lubuk hati sehingga dapat mendogma setiap laku dan langkah kita.

Deru kendaraan yang merenggut indahnya kicauan burung pada pagi ini mengindikasikan bahwa, setiap orang harus atau akan mencari rejeki untuknya dan atau keluarganya dimana-mana. Terbukti, bahwa manusia itu mengerti dalam berbuat walaupun tak selamanya mengerti dalam pengertian dibalik lakunya.

Kicau burung masih ada, dan ayam pun masih terdengar berkokok walau hanya satu atau dua yang megeluarkan suaranya. Namun disisi lain, masih saja terdengar berisik lalu-lalang suara kendaraan.

Berisik deru kendaraan pada pagi ini juga mengindikasikan sebuah cinta. Anda boleh setuju dengan saya atau pun tidak, itu terserah Anda.

Berisik deru kendaraan adalah sebuah lukisan cinta yang tak terekam dalam setiap cerita-cerita cinta pada sebuah drama atau karangan. Cinta tak selamanya tergambar pada sebuah pelukan. Cinta tak melulu berkisah pada kecemburuan. Pun cinta tak mesti divisualisasikan pada sebuah ciuman. Bahwa setiap gas yang ditarik atau yang dinjak oleh pengendara di pagi ini, pun, adalah dilatarbelakangi oleh sebuah cinta.

Pertanyaannya sekarang adalah, untuk apa dan siapa para pengendara itu menginjak atau menarik gas kendaraannya pada setiap pagi? Banyak diantara mereka, atau mungkin termasuk Anda, akan menjawab untuk mencari rejeki, dan semuanya dilakukan untuk sesuatu yang dicintainya, entah dirinya sendiri sebagai pribadi ataupun keluarga yang menunggunya selalu dirumah.

Kita punya kecintaan pada diri sendiri, oleh karena itu kita perlu menjaganya. Kita pun punya kecintaan pada istri dan anak sebagai keluarga, oleh karena itu sangat penting kita memberisikkan suasana pagi dengan suara deru kendaraan kita.

Sampai disini, saya kira kita sepakat bahwa setiap injakan atau tarikan gas kendaraan kita itu layaknya sebuah ciuman yang sangat bernilai.

#BB’s Note – dirumah kontrakan Bekasi, 051011#

repost from : http://farid-we.blogspot.com/2011/10/when-love-is-not-merely-kiss.html

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Facebook

My Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Categories

Archives

blog-indonesia

%d bloggers like this: