//
you're reading...
Coretan, Puisi, Uncategorized

Aku ingin menulis sebuah puisi

Namun, sedari tadi di sini. Mengaduk-aduk imaji yang ingin dikaitkan tinggi. Masih sepi, tak ada suara. Bahkan angin saja enggan membisikkan kata. Malah, aku seperti dikutuki nafas, “makan tuh sepi!”

Di sini, masih sedari tadi. Kupaksakan saja. Mulai kupilah kata-kata yang tepat atau mendekati. Sedikit untuk menggambar pemandangan hati. Paling tidak menghibur dan menyelisihi nafas yang tadi mengutuk. Namun entah, mengapa yang muncul hanya kata-kata “sepi”, “sendiri”, “hampa”, dan “kosong”

Bernafas sebentar, dan ingin ku buang jauh-jauh kata-kata itu. Menguncinya dalam almari kayu jati. Lalu kuncinya kupatahkan dan kubuang pada sungai yang mengalir.  Biar.., biar mereka tak perlu ada lagi. Mereka tak perlu kembali.

Tapi…, – oh lagi-lagi kata “tapi”, aku paling tidak suka menggunakan kata ini setalah ku berikrar.  Tapi, – menyerahlah aku, dan aku harus menggunakan kata ini lagi-, sepertinya tak ada lagi kata disakuku untuk kukeluarkan, kecuali kata-kata itu. Sudahlah, aku  mengaku saja. Aku kalah. Kalah dan kini aku dikurung oleh jeruji kata-kata tadi. Dan maaf pada seseorang yang bilang “Saudara, merasa menang dan kalah pun adalah sebuah pilihan, salam super!”.

Huft…, padahal, aku hanya ingin membuat puisi. Paling tidak sebait saja. Puisi yang bagiku bisa melembutkan hati dan mencerdaskan sisi emosional dan spritual. Puisi yang bagiku dapat mendakikan aku ke puncak ekstasi. Ya…, Hanya itu saja.

Tapi…, – ah lagi-lagi –

===

Meja Kantor, 08 Februari 2011

 

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Facebook

My Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Categories

Archives

blog-indonesia

%d bloggers like this: