//
you're reading...
Puisi, Uncategorized

Mesjiidku Dahulu…

dahulu, mesjid ini menjadi saksi saat aku dan
teman-teman masa kecilku mulai dikenali dan
mengenal shalat

dahulu, mesjid ini juga menjadi saksi, kala
shalat kami selalu diwarnai dengan canda dan
tawa, layaknya bermain

dahulu, mesjid ini pula yang menyaksikan tingkah
kami di Jumat siang kala menghabiskan waktu
dipelatarannya, bercandatertawa riang ditengah
khatib dengan khutbahnya, bahkan sering terlelap
ketika imam telah memulai mengangkat tangannya
dalam takbir

dan memang dahulu, di mesjid ini, tempat kami
menghabiskan waktu bersama, bermain sekaligus
belajar berdekatan denganMu, Tuhan

yah, inilah mesjidku dahulu, yang saat ini, di Jumat ini,
tak pernah menjadi asing bagiku. Meski telah lama aku tak
menginjakkan kakiku lagi di sini, di mesjidku dahulu.

(Menjelang adzan Shalat Jumat di Mesjid Al-Hikmah, 28/05/2010)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Facebook

My Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Categories

Archives

blog-indonesia

%d bloggers like this: