//
you're reading...
Coretan, Uncategorized

(Catatan Subuh) Sahabat yang Bersahabat

Sahabat adalah kebutuhan jiwa. Ia akan selalu (diinginkan untuk) hadir dalam setiap kehidupan kita. Ia adalah bagai perisai kehidupan. Dikala kita sedih ia akan menjadi tameng penghibur duka. Dikala senang  ia akan menjadi filtrasi pengingat kesyukuran suka.

Sahabat adalah perasa terbaik bagi sahabatnya. Ia akan selalu tahu ketika rasa sedih, kecewa atau tak senang menggelayuti perasaaan sahabatnya, tanpa diberitahu terlebih dahulu. Bahkan ia akan merasaakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan sahabatnya. Kedukaan sahabat adalah kedukaannya dan kebahagiaan sahabat adalah kebahagiaannya.

Sahabat juga adalah sebagai penasehat yang ulung. Ia akan selalu memberikan kritik dan masukan untuk kebaikan sahabatnya, sekalipun itu pedas. Kaena sahabat tak ingin sahabatnya menjadi tersesat dalam rimba raya kehidupan yang fana.

Sahabat dalam kehidupan ini ibarat garam dalam masakan. Tanpanya, makanan akan menjadi hambar tak terasa nikmatnya. Begitu juga hidup tanpa sahabat akan menjadikan hidup terasa “kosong” tak bermakna. Tak ada tempat mengadu kala masalah teradu. Tak ada tempat mengeluh saat hidup terasa kelu. Tak ada tempat berlari kala lilitan persoalan bertali.

Nabi Musa pun memerlukan seorang sahabat, “Jadikanlah untukku penolong dari keluargaku. Yaitu, Harun saudaraku. Kokohkanlah dengannya kekuatanku. Dan jadikanlah dia sekutu dalam urusanku. Supaya kami banyak bertasbih kepadaMu. Serta banyak mengingatMu.” (QS. Thaha: 29-34)

Lantas, apakah kita telah menjadi sahabat yang baik bagi sahabat kita?

Menjadi sahabat yang baik adalah dengan memberikan nasihat kepada sahabatnya. Menjadi sahabat yang terpuji  adalah dengan berbagi pengalaman hidup dengan sahabatnya. Menjadi sahabat yang luhur adalah dengan mengajaknya untuk selalu mengingat Tuhan dan melakukan hal-hal luhur dalam hidupnya.

Ketahuilah, bahwasanya tak ada seorang pun didunia ini yang mampu hidup sendiri. Sudah menjadi kecenderungan manusiawi, bahwa manusia membutuhkan nasehat dan bimbingan dalam hidupnya. Jika bukan dengan sahabat baginya, lalu dengan siapa lagi, Sahabat?

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Facebook

My Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Categories

Archives

blog-indonesia

%d bloggers like this: