//
you're reading...
Cerpen, FikSi

Muludan

Mamat (M): Har, ga ikutan muludan?

Harry (H): Ga ah, ntar aja ikutan makan-makannya.

M: Dasar! Masa ga muludan mau ikut makan-makannya doang?

H: Lah, bukannya ada kaidah yang bilang, kalo hukum asal dalam perkara adat adalah boleh, sampai ada dalil yang menyatakan keharamannya?

M: Lah maksudnya apa?

H: Kan makan itu adat.

M: Lah bukannya muludan itu adat juga? Memang dizaman rosul dan sahabat itu muludan ga ada. Cuma jadi adat di masyarakat kita.

H: Tapi emak gua sewot noh, ‘adat sih adat, masa ngadain muludan pake minta-minta sumbangan ke masyarakat. Ngebebanin orang itu mah’. Makanya emak gw pesen, ntar habis muludan, makanannya bawa pulang yang banyakan, biar balik modal.

Discussion

One thought on “Muludan

  1. parah Banget,. masa’ muludan niatnya buat makan – makan duang…..

    Posted by haririmuhfid | 23 March 2010, 14:27

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Facebook

My Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Categories

Archives

blog-indonesia

%d bloggers like this: