//
you're reading...
Cerpen, Coretan, FikSi

Debat Kusir : Jujurlah Pada Diri Sendiri

Suatu pagi, di atas sepeda motor, Harry dan Mamat telibat debat kusir.

Mamat (M):  ….bukankah kejujuran yang sebenernya dari hati? Ketika kita benar-benar jujur pada diri sendiri. Kalau mulut kan bisa bohong, pura-pura kuat padahal hatinya rapuh.

Harry (H) : Tapi, Mat,  kadang untuk menjadi baik, ada orang yang sengaja berlatih dengan melawan kerapuhan itu dengan “berbohong”.

M: Mungkin itu yang orang bilang berbohong untuk kebaikan, Har. Tapi walaupun untuk kebaikan tetap saja itu sebuah kebohongan.

H: Ketika seseorang berbohong untuk mengikat komitmen dirinya sendiri? Apa salahnya? Tak ada yang dirugikan, ketika seseorang itu berusaha konsisten setalahnya.

M:  Kalau menurut saya tidak ada salahnya, selama itu untuk kebaikan. Mungkin awalnya berbohong, tapi akan menjadi kejujuran akhirnya.

H: Tunggu-tunggu… Saya pikir itu bukan kejujuran, tapi kesungguhan menjaga komitmennya. Saya pikir itu berbeda dengan kejujuran.

M: Hmmm… Berarti berbohong terus dong?

H: Apa salahnya?

M: Kebohongan publik dong namanya?

H: Tapi, adakah yang dirugikan? Padahal dia hanya berusaha menjaga komitmennya untuk menjadi baik.

M: Kenapa tidak berusaha menciptakannya menjadi sebuah kejujuran. Itu kan akan menjadi lebih baik?

H: Lebih baik menurut siapa? Menurut saya, Karakter diri itu akan sangat kuat jika sudah terbentuk. Dan saya pikir, tidak ada orang yang jujur dimuka bumi ini. Yang ada hanyalah orang yang menjaga komitmen atas apa yang mereka yakini.

M: Ada kok.

H: Coba jelaskan?

M: Minimal kita bisa jujur pada diri sendiri.

H: Memangnya, menurutmu seperti apa jujur pada diri sendiri?

M: Berlaku sesuai dengan kata hati.

H: Bagaimana relevansinya dengan pandangan publik, yang kamu singgung tadi?

M: Hmm…

H: Apakah artinya kamu telah jujur, ketika kamu telah mengatakan untuk jujur pada diri sendiri? Bukankah kalimat itu malah mengindikasikan bahwa kamu tidak jujur? Dan kamu hanya menjustifikasinya dengan mengatakan, Jujurlah pada diri sendiri.

Mamat pun lama terdiam. Dan akhirnya suasana memang benar-benar hening, tak ada lagi obrolan antara mereka. Yang terdengar hanyalah suara deruman sepeda motor yang semakin lama semakin cepat lajunya.

Discussion

3 thoughts on “Debat Kusir : Jujurlah Pada Diri Sendiri

  1. Kalau untuk kebaikan saya mah ngikut aja.. Artikel yang bagus, dan aku akan mencoba mendebatkannya dengan temanku… Jadi no coment dech.. Heheheee

    Posted by Nony Biak-Biak | 28 February 2010, 13:44
  2. yah…saat ini aku juga lagi berusaha untuk bohong dengan diri sendiri, soalnya kalau terus terang akan ada banyak orang yang tersakiti.

    Posted by Nina | 16 April 2010, 14:18
  3. baik baik baik…. teruslah berbohong, Nin…😀

    Posted by faridwajdiarsya | 1 March 2011, 23:17

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Facebook

My Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Categories

Archives

blog-indonesia

%d bloggers like this: