//
you're reading...
Cerpen, FikSi

“Aamiin” vs “Ngaamiin”

Harri (H): Kang, Pak Bambang itu saat menjawab “amin” dalam shalat jemaah sangat mengganggu kedengerannya.

Kang Shihab (KS): Maksudnya?

H: Pak Bambang melafazkannya bukan “aamiin” tapi “ngaamiin”.

KS: Yo biar saja.

H: Lah kan artinya beda, Kang.

KS: Lafaz memang penting, tapi lebih penting keikhlasan saat mengucapkannya. Malah sepertinya dia lebih ikhlas dari kamu, Har.

H: Loh kok Akang bisa ngomong gitu?

KS: Lah, buktinya saat ngucap “aamiin” kamu malah sibuk nyalahin Pak Bambang.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Facebook

My Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Categories

Archives

blog-indonesia

%d bloggers like this: