//
you're reading...
Coretan, Essay

Mencari Hikmah di Gempa Bumi Sumatera Barat

earthquakeInnalillahi wa inna ilaihi rajiun. Bencana kembali mencoretkan dilembar sejarah negeri Indonesia. Gempa Bumi besar di Sumatera Barat dan sekitarnya pada tanggal 30 September 2009. Bahkan, gempa ini dikatakan lebih besar dari gempa bumi sebelumnya di Tasikmalaya. Gempa dengan kekuatan 7,6 SR membuat ranah minang bergoyang dengan intensitas yang sangat tinggi.

Sedih dan rasa terenyuh mudah sekali membuat air mata mengalir kala melihat para korban dan keluarga korban di media-media. Mereka sedih. Mereka menangis. Bahkan, mungkin mereka sempat “marah” dengan kejadian ini. Namun, itu semua tidak merubah kenyataan bahwa mereka menjadi korban. Mereka telah kehilangan anggota keluarga mereka. Mereka juga telah kehilangan rumah-rumah mereka yang telah rata dengan bumi.

Menanggapi kejadian ini, berbagai spekulasi dalam ranah agama kembali mengemuka. Ada yang mengatakan ini merupakan sebuah ujian. Bahkan, ada yang mengaitkan lebih ekstrim lagi, ketika semalam berdiskusi dengan seorang bapak di dekat rumah dan mungkin banyak pula yang berpendapata serupa, bahwa ini adalah azab dari Tuhan. Kalau ini ujian, memangnya sudah selayak apa kita diuji dengan kejadian ini. Kalau ini sebuah azab, dosa apa yang sudah kita perbuat sehingga Tuhan murka.

Untuk mendiskusikan itu kita akan butuh waktu yang panjang, atau bahkan sangat pendek sekali. Toh, itu adalah kehendak Tuhan. Pengatahuan apa yang kita punya untuk mengetahui kehendak dan tujuan Tuhan. Pendek sekali bukan? Namun, yang paling terjangkau untuk melihat kejadian ini adalah “apa pelajaran yang bisa kita renggut dan dapat dari kejadian ini”.

Kalau kita mau sedikit  bijak untuk menyikapi gempa ini. Mengapa kita tidak melihat kejadian ini sebagai keinginan Tuhan untuk membuat Sumatera Barat bangun dari tidurnya dan menjadi titik tolak kebangkitannya. Kita ketahui, Sumatera Barat adalah “negeri” yang bersama sejarah negeri kita ini sangat memberikan warna, Banyak tokoh-tokoh negeri lahir dari sana. Ulama besar, negarawan, bahkan budayawan dan sastrawan banyak lahir disana. Kita sebut saja beberapa, H. Agus Salim, Hatta, Natsir, Yamin, Sutan Sjaharir, Buya Hamka, sampai AA. Navis.

Musibah ini, mungkin, adalah sebuah guarantee besar, untuk membuat masyarakat Sumatera Barat, yang tak lagi “besar” dengan tokoh-tokohnya untuk berpikir dan bangun dari tidurnya. Walau pernyataaan sebagai guarantee adalah sangat tidak bijak, paling tidak menurut saya. Tapi mungkin sudah saatnya Sumatera Barat kembali besar dan kembali memberikan warna berupa pemikiran-pemikiran besar dalam bidang kehidupan dinegeri tercinta ini.

Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sepenggal ayat suci yang seharusnya menjadi semangat untuk masyarakat Sumatera Barat, khususnya, dan kita, secara umum. Bahwa Tuhan tidak hanya memberikan kesulitan kepada makhluknya, melainkan ada kemudahan juga disana. Tinggal bagaimana kita melihat secara jernih dan mengambil hikmah didalam setiap kesulitan itu.

Tuhan itu maha penyayang. Bukankah itu yang selalu kita ucapkan dan kita sadari disetiap shalat kita dan disetiap awal kita membaca kitab suci. Bismillahirrahmanirrahim. Oleh karena itu, janganlah kita kaitkan kejadian-kejadian ini sesuatu yang negative dari Tuhan. Walaupun segala tindak-tanduk Tuhan itu terlepas dan tidak akan pernah berada didalam kutub negative dan positif buah pikiran manusia.

Semoga dengan kesulitan ini, membuat kita sadar dalam bermuhasabah diri. Dan semua itu akan menjadi nilai lebih dan semangat untuk bangkit menjadi masyarakat yang kuat dan bermartabat. Amin.

Discussion

3 thoughts on “Mencari Hikmah di Gempa Bumi Sumatera Barat

  1. Ass WW, setuju mas … lebih jauh dari itu, introspeksi diri adalah amat penting. Mengapa Aceh yg diakui sbg Sermbi Mekah (lebih dulu terbencana), Jawa Timur dengan Lumpurnya (Sidoarjo) sbg kawah Santri dan Ulama, lalu Padang, sbg tempat lahirnya para Ulama dan sastrawan. Mengapa….? “Bila kemungkaran itu sudah terkolektif di suatu wilayah dan tidak ada yg memberikan teguran (amar ma’ruf) maka ……….???. Mudah-mudahan saudara kita muslim diampuni dosa-dosanya.

    Posted by siswandi a.n. | 3 October 2009, 16:38
  2. amin mas siswandi…

    Posted by faridwajdiarsya | 3 October 2009, 16:45
  3. hei kak farid…………….
    bgus tuch gmbarnya,,,,, qhue boleh gk mnta d’gmbrin!!!!!!!!!

    Posted by maya | 17 October 2009, 08:38

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Facebook

My Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Categories

Archives

blog-indonesia

%d bloggers like this: