//
you're reading...
Coretan, Essay

Idul Fitri

kartu ucapan lebaran ucapan selamat idul fitri 1430HMaghrib baru saja berlaku. Artinya, baru saja waktu berbuka di Ramadhan yang ke-29 berlalu . Tak lama kemudian suara gema takbir bertalu di mushalah-mushalah sepanjang gang rumah saya, “Allahu Akbar..Allahu Akbar…Allahu Akbar… Laailaaha Illa Allahu wa Allahu Akbar… Allahu Akbar wa LIllah al-hamd“. Padahal belum juga diumumkan hasil siding itsbat (penetapan) oleh Departemen Agama, namun aura kemenangan sudah sangat terasa menghiasi cerahnya langit malam.

Memang menu buka puasa kali ini agak berbeda, ketupat. Menu spesial ini ada, karena esok hari di kampung kami adalah hari raya. Kebetulan wilayah kami adalah mayoritas Muhammadiyah. Dan Ormas itu sudah menentukan sikap lewat Hisab-nya bahwa Idul Fitri jatuh pada hari Ahad. Jadilah kami sekeluarga berbuka dengan menu Ketupat.

Ketika waktu akan menunjukkan datangnya Isya, akhirnya Sidang Itsbat Departemen Agama diumumkan bahwa Pemerintah memutuskan Idul Fitri jatuh pada hari Ahad. Ini adalah berita yang sangat menggembirakan. Suatu yang diharapkan terjadi. Alhamdulillah, karena hampir mayoritas umat muslim melaksanakan Idul Fitri serempak di berbagai penjuru nusantara.

Tak pelak setelah itu, kami sekeluarga mengamini keputusan Pemerintah itu. Maklumlah, keluarga besar kami tak semuanya berkiblat pada Muhammadiyah, seperti layaknya mayoritas warga di kampung kami. Dan saya pikir, hampir semua muslim juga bersyukur atas keputusan Pemerintah tersebut. Inilah kebahagiaan kedua yang lahir.

Lalu muncul pertanyaan, apa kebahagiaan yang pertama? Saya pikir kebahagiaan yang utama dan pertama adalah ketika muslim akan ‘iedul Fithri.  Saat itulah kebahagiaan terpancar dari hati-hati muslim yang merasa telah berjuang dan berlatih keras di bulan Ramadahan nan suci.

Makna Idul Fitri

Ada teman yang memberikan pertanyaan lewat sebuah pesan online, ‘Semua muslim bisa ikut lebaran , tapi apa bisa mendapatkan dan merasakan kemenangan? Memang apa yang dimaksud dengan hari kemenangan?” Mungkin, ini adalah pertanyaan yang sangat filosofis dari seorang anak muda yang gundah melihat pesta pora kebahagiaan yang berlebihan dari para muslim di malam takbir, namun disisi lain ia melihat fenomena kerusakan secara individu maupun sosial pada diri orang-orang islam yang notabene juga menjalankan puasa.

Sebuah pertanyaan itu akan sangat sulit terjawab, ketika orang yang ditanya, seperti penulis, masih merasa belum sepenuhnya menjadi baik buah dari puasa Ramadhan. Kala berusaha menjawab, penulis hanya mampu bertanya balik. Sebuah pertanyaan filosofis juga, mungkin. ‘Menurut kamu sendiri, kemenangan itu apa? Karena orang tak akan merasakan menang, kalau dirinya saja masih tidak dapat mendefinisikan kemenangan, setidaknya, bagi dirinya.’ Dialog itu tidak selesai, karena sang penanya, hanya membalaskan sebuah pertanyaan lagi yang menjelaskan bahwa sang penanya ada pada posisi bertanya bukan ditanya.

Untuk sedikit meleraikan pertanyaan teman tadi, alangkah baiknya kita sedikit merenungi makna dari idul fitri itu sendiri. Apa Itu makna idul fitri, atau apakah memang Idul Fitri itu adalah hari kemenangan dan patut dirayakan dengan sebuah pesta konvoi berbaris dijalan? Ataukah justeru dalam islam sendiri tidak pernah mengatakan bahwa Idul Fitri sebagai hari kemenangan?

Banyak sekali ulama-ulama berbeda mengartikan secara etimologis kata-kata paduan idul fitri. Pertama, ada yang mengartikan Idul Fitri dengan kembali kepada kesucian. id artinya kembali, fitri artinya suci. Artinya ketika ramadhan berakhir dan datang 1 Syawal, Idul Fitri, manusia yang menjalankan pelatihan menahan nafsu dibulan mulia Ramadhan akan kembali suci secara lahir dan batin dari segala dosa. Seperti bayi yang baru lahir dari rahim ibu.

Kedua, sebagian ulama mengartikan Idul Fitri dengan Kembali kepada Fitrah manusia, atau naluri religiusitas. Ketika Ramadhan, para muslim diharuskan melatih diri dalam menahan nafsu dan menumbuhkan nilai-nilai asasi dalam diri manusia yang syarat religius. Hal ini sesuai dengan Alquran Surat Al-Baqarah ayat 183, bahwa tujuan puasa adalah agar orang yang melakukannya menjadi orang yang takwa atau meningkat kualitas religiusitasnya.

Ketiga, ulama juga ada yang berpendapat bahwa, arti dari idul fitri adalah kembali kepada keadaan di mana umat Islam diperbolehkan lagi makan dan minum siang hari seperti biasa. Id artinya kembali, Fitri dari asal kata ‘fathoro’ yang artinya berbuka.

Melihat pengertian-pengertian diatas, kalau saja penulis tidak gegabah menyimpulkan, bahwa makna idul fitri menghendaki manusia-manusia yang telah berlatih dan berjuang dengan segala macam bentuk peribadatannya supaya menjadi manusia-manusia yang suci secara lahir dan bersih pula secara bathin guna mendorong manusianya memiliki tingkat religiusitas yang asasi, bahwa manusia butuh sandaran (tuhan)-, dan meningkatkan kepekaan manusianya untuk turut serta memikirkan kaum-kaum miskin dengan ingat laku di bulan Ramadhan kala tidak makan dan minum sekehendak hati, meskipun telah halal baginya makan dan minum disiang hari.

Dan menurut penulis, ketika ciri-ciri diatas dirasakan para pejuang Ramadhan, maka itu artinya adalah sebuah kemenangan.

Discussion

One thought on “Idul Fitri

  1. Selamat Idul Fitri
    1 Syawal 1430 H

    Taqobbalallahu minna wa minkum
    Taqoballah ya karim
    Minal idzin wal faizin
    Mohon Maaf Lahir Batin

    Posted by BaNi MusTajaB | 25 September 2009, 22:12

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Facebook

My Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Categories

Archives

blog-indonesia

%d bloggers like this: