//
you're reading...
Cerpen

Dialog Puasa

“Kang, aku nda puasa.” Harri berkata kepada Kang Shihab.

“Loh kenapa?” Kang Shihab terkejut.

“Tadi aku lapar, terus makan.”  Harri bercerita dengan lugu.

“Kenapa laparnya tidak ditahan?” Tanya Kang Shihab.

“Loh kemarin kata Kang Shihab, bahwa tidak ada paksaan dalam beragama.” Jawab Harri.

Hening sejenak.

“Menurutmu kamu dan semua orang harus pandai tidak?” Kang Shihab bertanya dengan sedikit rileks, tak seperti tadi.

“iya lah” Jawab Harri mantap.

“Menurutmu apa yang harus dilakukan untuk menjadi pandai?”

“Belajar.”

“Adakah paksaan orang untuk belajar?”

“Hmm… Tidak. Tapi itu tuntutan untuk seseorang jika ingin pandai.”

“Begitu pun halnya dengan puasa. Ia merupakan salah satu tuntutan untuk seseorang jika ingin mencapai derajat takwa, Har.”

Discussion

2 thoughts on “Dialog Puasa

  1. amin….kalo puasanya bolong2 gimana ya….???

    Posted by shawny | 4 September 2009, 20:06
  2. kalau bolongnya terlanjur, yah monggo ditambel atuh, biar tidak tampak lagi bolongya… gitu aja kok repot, Shaw!

    Posted by faridwajdiarsya | 5 September 2009, 16:47

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Facebook

My Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Categories

Archives

blog-indonesia

%d bloggers like this: