//
you're reading...
Coretan, FikSi

Sajak, Tanpa Ide

foto-86Pena, kertas putih dan Harri hanya saling memandang malam itu. Harri terbangun pagi sekali, disepertiga malam.

“Mas Harri kenapa termenung? Aku dan kertas putih sudah siap untuk kau gunakan.” Pena hitam yang biasa digunakan Harri dalam menuliskan ide-ide besarnya bertanya.

“Iya, kenapa kamu tidak langsung menulis seperti biasanya, Mas Harri?” Kali ini kertas putih yang bertanya.

Dan Harri masih saja termenung. Ia seperti tidak menghiraukan pertanyaan-pertanyaan sahabatnya.

Namun tidak berselang lama ia mengambil penanya dan menulis,

Begitu suci ide itu.
Ah, aku tidak ditemaninya digelap ini…

Menerima tugasnya, pena dan kertas putih gembira sekali dan saling memandang. Kertas putih pun berujar, “Sajak yang indah!”.

Discussion

3 thoughts on “Sajak, Tanpa Ide

  1. nice gan🙂

    Posted by wahyu am | 29 July 2009, 05:41
  2. nice,..lam kenal brooooooo

    Posted by Uti | 1 August 2009, 11:32
  3. semoga saat terang nanti ide sang ide itu kembali…
    he27x..semangat mas..

    Posted by farid cham | 4 August 2009, 19:02

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Facebook

My Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Categories

Archives

blog-indonesia

%d bloggers like this: