//
you're reading...
FikSi

tuhan-pun terdiam

Hari persidangan tiba. Dua malaikat berdebat di depan sang hakim, Tuhan.

“Baginda hakim, sudah sepantasnya orang ini masuk ke dalam penjara neraka.” Malaikat pencatat amal buruk mengemukakan pendapat.

“Maaf baginda, saya kira tidak benar kalau harus seperti itu.” Malaikat pencatat amal baik juga mengeluarkan pendapatnya.

“Mohon maaf baginda, Ini sudah jelas. Orang ini adalah orang yang tidak ikut pada agamamu. Jadi jelas, ia harus ikut kami ke dalam penjara neraka, apapun alasannya.” Malaikat yang pertama memberi alasan.

Sang hakim hampir setuju dan hendak memukul palu tanda memutuskan kemenangan bagi malaikat pertama tadi.

“Tunggu baginda hakim,” Malaikat pencatat amal baik coba menghalangi, “Dalam catatan saya, orang ini pernah memberi makan tetangganya yang miskin saat kelaparan dan hampir meninggal. Bukankah itu salah satu inti dari ajaran agamamu?” Semua audience dipersidangan terdiam, begitu juga dengan sang hakim.

Saat suasana masih hening, malaikat itu melanjutkan, “Dan…. saya hanya tidak tega jika harus melihat orang baik seperti dia masuk ke dalam penjara nerakamu, Tuhan.”

Dan hakim pun makin terdiam.

Discussion

One thought on “tuhan-pun terdiam

  1. What a bautifull story…

    Posted by Isengsaja | 7 April 2011, 19:29

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Facebook

My Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Categories

Archives

blog-indonesia

%d bloggers like this: