//
you're reading...
Coretan

Asbak dan Kondom

Saya dan atasan saya pergi makan siang. Pembicaraan pertama kali saat masuk mobil. Dengan penuh keyakinan ia menyodorkan sebuah souvenir pernikahan seorang teman sambil mengatakan, “nih taruh di dapur, Rid, buat orang-orang merokok”.

Souvenir itu memang berbentuk asbak. Dan entah kenapa saya saat itu hanya menjawabnya dengan sebuah senyuman. Saat itu saya memang tidak ada pikiran apa-apa dengan perkataannya. Namun tidak lama setalah itu, saat mobil telah meninggalkan tempat parkir, pikiran saya mulai terganggu dengan perkataannya itu. Karena saya tahu atasan saya itu bukan seorang perokok, dan mungkin saja dia adalah orang yang setuju kalalu saja ada fatwa yang mengharamkannya. Pernyataan kedua hanyalah sebuah perkiraan belaka.

Saat itu juga, saya langsung teringat dengan sebuah artikel dari sastrawan terkenal , Ahmad Tohari, yang kebetulan adalah penulis kesukaan atasan saya. Judul artikelnya saya lupa, namun intinya adalah sebuah pertanyaan besar mengenai seks bebas atau zina – dalam ensiklopedi keagamaan. Kaitannya adalah dengan HIV yang sangat membahayakan bagi jiwa dan populasi. Karena telah banyak sekali jiwa-jiwa yang sudah tergadaikan percuma akibat virus ini.

Pertanyaan, yang dilontarkan salah satu tokoh pada artikelnya, adalah mengapa kita harus memerangi HIV dengan membagi-bagikan kondom? Sebuah Pertanyaan yang jawabannya mungkin saja berbeda, tergantung pada sisi mana kita memandangnya. Tendensi apa yang mempengaruhi kita untuk menjawabnya. Karena itu sangat penting. Apakah kita ingin menjawab dalam koridor keagamaan atau jawaban kita pada koridor  “yang lain”.

Pada tulisan ini saya tidak ingin menjawabnya, apalagi mencoba merekonsiliasi jawaban-jawaban yang berbeda. Saya hanya ingin meng-qiyas kondom itu dengan asbak. Bagaimana yah kalau saya lontarkan pertanyaan, yang barangkali sangat cocok jika disampaikan kepada orang-orang yang menganggap rokok lebih banyak madharatnya dari pada manfaatnya,  teruatama kepada Bapak Atasan saya itu, dengan pertanyaan, “Apakah bisa menghentikan orang-orang merokok dengan memberikan asbak?”

Discussion

3 thoughts on “Asbak dan Kondom

  1. Tentu saja tidak bisa. Rokok tidak tergantung dengan asbak.Begitupula HIV tidak tergantung dengan kondom.Penyelesaiannya tentu saja koridor agama.

    Posted by BaNi MusTajaB | 3 June 2009, 05:01
  2. betul kang bani, koridor agama sangat mumpuni untuk menutup masalah ini. koridor lain hanya mengikuti arus perkembangan budaya masyarakat, dan itu adalah kelemahan, bagi kaum agamis.

    Posted by faRID | 3 June 2009, 08:37
  3. memberi kondom, kecuali untuk alat kontrasepsi suami istri sepertinya melegalkan zina…. begitu ya

    Posted by pimpii | 6 July 2009, 22:21

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Facebook

My Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Categories

Archives

blog-indonesia

%d bloggers like this: