<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>farid wajdi&#039;s blog</title>
	<atom:link href="http://faridwajdiarsya.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://faridwajdiarsya.wordpress.com</link>
	<description>catatan yang terserak</description>
	<lastBuildDate>Sat, 02 Jun 2012 13:35:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='faridwajdiarsya.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>farid wajdi&#039;s blog</title>
		<link>http://faridwajdiarsya.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://faridwajdiarsya.wordpress.com/osd.xml" title="farid wajdi&#039;s blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://faridwajdiarsya.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Emmy Suparka : Profesor Geologi Wanita Indonesia Pertama</title>
		<link>http://faridwajdiarsya.wordpress.com/2012/04/08/emmy-suparka-profesor-geolofi-wanita-indonesia-pertama/</link>
		<comments>http://faridwajdiarsya.wordpress.com/2012/04/08/emmy-suparka-profesor-geolofi-wanita-indonesia-pertama/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Apr 2012 17:19:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FARID We</dc:creator>
				<category><![CDATA[Other]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://faridwajdiarsya.wordpress.com/?p=724</guid>
		<description><![CDATA[“Sekarang ilmu geologi berkembang sangat pesat, mulai dari analisis inderaja, pemodelan, hingga simulasi komputer. Tetapi menurut saya setiap mahasiswa geologi harus mengetahui ilmu dasar geologi; dan itu, selain dipelajari di bangku kuliah, juga diperoleh di lapangan.” Pernyataan tersebut disampaikan oleh Profesor Dr. Ir. Emmy Suparka seorang pakar geologi yang mendapat anugrah profesornya tahun 2001. Beliau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faridwajdiarsya.wordpress.com&#038;blog=5944396&#038;post=724&#038;subd=faridwajdiarsya&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="408144_197637663676700_100002914046227_342168_682429656_n.jpg" class="alignnone" alt="image" src="http://faridwajdiarsya.files.wordpress.com/2012/04/wpid-408144_197637663676700_100002914046227_342168_682429656_n.jpg?w=645" /></p>
<p>“Sekarang ilmu geologi berkembang sangat<br />
pesat, mulai dari analisis inderaja, pemodelan,<br />
hingga simulasi komputer. Tetapi menurut saya<br />
setiap mahasiswa geologi harus mengetahui<br />
ilmu dasar geologi; dan itu, selain dipelajari di<br />
bangku kuliah, juga diperoleh di lapangan.”</p>
<p>Pernyataan tersebut disampaikan oleh Profesor<br />
Dr. Ir. Emmy Suparka seorang pakar geologi<br />
yang mendapat anugrah profesornya tahun<br />
2001. Beliau merupakan profesor perempuan<br />
geologi pertama di Indonesia, sekaligus profesor<br />
perempuan pertama bidang teknik di Institut<br />
Teknologi Bandung (ITB).</p>
<p>Antara tahun 1960 -1970an, ketika bidang<br />
geologi mulai berkembang di Indonesia dan<br />
masih didominasi oleh kaum laki-laki, Emmy,<br />
perempuan kelahiran Denpasar, Bali, 17 April<br />
1948 itu memantapkan dirinya memilih Jurusan<br />
Geologi yang justru tidak diminati kaumnya.<br />
Setamatnya dari sekolah menengah di<br />
Yogyakarta, ia tertarik memilih Jurusan Geologi<br />
karena beberapa hal. </p>
<p>Antara lain karena ahli geologi dinilainya masih<br />
kurang di Indonesia, terutama perempuan yang<br />
masih bisa dihitung dengan sebelah jari. Selain itu,<br />
ketertarikannya pada Geologi karena ada nuansa yang<br />
menantang dengan ilmu Geologi. </p>
<p>Apa itu Geologi? Seperti kebanyakan ketertarikan awal<br />
pemilihan Jurusan Geologi, Emmy pun berharap<br />
jika kuliah di Geologi, ia dapat meneruskan<br />
kesenangannya terhadap traveling, bepergian<br />
melihat hal yang baru, melihat alam dan banyak<br />
hal.</p>
<p>Dalam wawancara kami, tiba-tiba Emmy tertawa<br />
dan ia berujar, “ada hal yang tidak bisa saya<br />
lupakan ketika mengikuti testing masuk ITB<br />
Jurusan Geologi, tahun 1965. Ketika saya mau<br />
memasuki ruangan tempat ujian, saya dicegat<br />
oleh pengawas dan mengatakan ini untuk<br />
Jurusan Geologi. Mbak salah ruangan, kata<br />
pengawas. Saya yakinkan bahwa saya tidak<br />
salah ruangan dengan memperlihatkan kartu<br />
ujian.” Ini gambaran betapa tidak populernya<br />
Jurusan Geologi di kalangan perempuan pada<br />
saat itu. “Tahun 1965 hanya ada dua mahasiswi<br />
yang masuk di Jurusan Geologi ITB, yaitu saya,<br />
dan Eti Nuay yang merupakan perwakilan dari<br />
daerah,” lanjutnya mengenang masa awal<br />
kuliah.</p>
<p>Menurut Emmy, ada kesenjangan informasi yang<br />
sampai kepada masyarakat tentang geologi.<br />
Pada umumnya masyarakat memahami bahwa<br />
geologi adalah ilmu yang berkaitan dengan<br />
gunung dan hutan. Padahal tidak demikian.<br />
Itulah sebabnya para orang tua kurang<br />
merespon keinginan putera-puterinya untuk<br />
mengambil jurusan ini. Sekarang sudah<br />
memadai, informasi tentang Geologi sudah<br />
diterima oleh masyarakat sebagaimana adanya.</p>
<p>Seiring berlalunya waktu, tiba saatnya memilih<br />
spesialisasi. Emmy semula tertarik dengan fosil.<br />
Jazad renik itu bisa membawa kepada khayalan<br />
ribuan bahkan jutaan tahun silam. Tetapi di<br />
bawah mikroskop, rupanya menurut Emmy, fosil<br />
itu dibolak-balik bentuknya sama saja tidak<br />
berubah. Hal itu berbeda dengan melihat<br />
sayatan batuan di bawah lensa mikroskop.<br />
Berubah posisi lensa, berbagai bentuk dan<br />
warna muncul dan tentu menghasilkan berbagai<br />
imajinasi dan interpretasi. Bagi Emmy hal ini<br />
menarik dan menantang. Akhirnya Emmy<br />
memilih petrologi sebagai spesialisasinya. Sekali<br />
lagi anak kedua dari delapan bersaudara ini<br />
membuat teman-temannya bergumam, “Emmy<br />
memilih hard rock?” ujar mereka tidak percaya.</p>
<p>Made Emmy Relawati, nama gadisnya, adalah<br />
anak kedua dari delapan bersaudara dari<br />
pasangan Putu Badjre Kusumaharta (alm) dan<br />
Nyoman Resike. Ketika usia Emmy sepuluh<br />
tahun, mereka pindah dari Denpasar ke<br />
Yogyakarta. Ia kemudian menyelesaikan sekolah<br />
dasarnya di SD Bopkri pada 1959, lulus tingkat<br />
SLTP di SMP Negeri II pada 1962, serta tingkat<br />
SLTA di SMA Stella Duce pada 1965, seluruhnya<br />
di Yogyakarta. Ayahnya seorang wiraswasta yang<br />
berhasil dan memberikan kebebasan serta<br />
kepercayaan penuh kepada putera-puterinya<br />
untuk memilih masa depannya. Dari delapan<br />
bersaudara hanya Emmy yang menjadi pegawai<br />
negeri, lainnya mengikuti jejak ayahnya sebagai<br />
pengusaha.</p>
<p>Sebagai mahasiswi di sarang mahasiswa tidak<br />
membuat Emmy dan Eti merasa jengah atau risi.<br />
Karena mereka minoritas, dua mahasiswi ini<br />
selalu mendapatkan perlindungan dan prioritas<br />
dari rekan-rekannya para mahasiswa, bahkan<br />
dosen. Setiap ada event penting mengenai<br />
geologi, mereka selalu diajak ikut serta dan itu<br />
menambah pengalaman di lapangan.</p>
<p>Ada dua peristiwa penting yang tidak dapat<br />
dilupakan oleh Emmy. “Pertama, saat saya<br />
keluar dari ruangan sidang ujian sarjana, saya<br />
tiba-tiba diserang rasa haru dan terdiam di<br />
depan pintu. Betapa beban berat yang saya lalui<br />
selama ini telah lepas. Tuhan, terima kasih, ucap<br />
saya dalam hati. Teman-teman ikut diam dan<br />
menyangka saya tidak lulus. Saat salah seorang<br />
dosen penguji keluar mengucapkan selamat,<br />
saya lulus dengan predikat terbaik (cum laude),<br />
teman-teman saya baru bergembira.”</p>
<p>“Kedua, ketika kalimat terakhir dari disertasi<br />
saya selesaikan. Saya merasa sangat terharu,<br />
betapa perjuangan panjang ini sudah saya lalui<br />
dengan baik.” Ada genangan air yang tidak<br />
tumpah di pelupuk mata Emmy mengenang<br />
masa indah itu. Emmy menyelesaikan sarjana<br />
Geologi dari ITB tahun 1973 dan program<br />
doktor sandwich di Laboratoire de Geochime et<br />
Cosmochimie, di Universite de Paris IV, Prancis<br />
pada tahun 1988.</p>
<p>Selepas sarjana, Emmy memilih menjadi dosen<br />
dengan pertimbangan bahwa dapat mengatur<br />
waktu antara bekerja dan mengurus keluarga. Ia<br />
tercatat menjadi dosen di almamaternya sejak<br />
1976. Dengan menjadi dosen, ilmunya bisa<br />
berkembang dan bisa berbagi ilmu dengan<br />
orang lain.</p>
<p>Emmy menikah dengan “kakak kelasnya”<br />
Suparka, sarjana Geologi ITB angkatan 1962<br />
yang sekarang telah pensiun dari Pusat<br />
Penelitian Geoteknologi LIPI dengan gelar<br />
terakhir profesor riset. Pada saat kami<br />
menanyakan mengapa memilih Pak Suparka<br />
menjadi pendamping hidup, “Sederhana. Pak<br />
Suparka memilih saya,” jawabnya. “Alasan lain,<br />
karena Suparka banyak membimbing, bukan<br />
hanya dalam ilmu Geologi, tetapi juga memberi<br />
wejangan dan semangat. Hidup berdampingan<br />
dengan orang yang satu profesi memudahkan<br />
saya untuk bekerja. Tidak banyak pertanyaan<br />
mengapa dan kenapa karena pasti tahu apa<br />
yang saya kerjakan,” ujarnya lebih lanjut. Mereka<br />
dikaruniai seorang putera yang sekarang<br />
menetap di Australia.</p>
<p>Pengalaman pertama kali mengajar adalah<br />
ketika menggantikan Prof. Rubini Soeria-<br />
Atmadja (almarhum) di Universitas Trisakti,<br />
Jakarta. Saat masuk kelas para mahasiswa<br />
mengira Emmy adalah sekertaris Pak Rubini dan<br />
datang hanya untuk menyampaikan permintaan<br />
maaf karena beliau tidak bisa mengajar. Para<br />
mahasiswa yang pada mulanya mencoba<br />
menggoda dengan bersiul dan bersuit, alangkah<br />
kagetnya, ternyata Emmy datang untuk<br />
memberikan kuliah menggantikan Pak Rubini<br />
yang berhalangan datang. “Ini pengalaman<br />
pertama, dan saya berhasil melaluinya dengan<br />
baik. Mahasiswa hormat apabila kita hormat,”<br />
ucap Emmy.</p>
<p>Berdiri di depan kelas menghadapi mahasiswa<br />
yang rata-rata laki-laki tidak membuat Emmy<br />
grogi atau demam panggung. Boleh jadi karena<br />
sejak usia 10 tahun sudah terbiasa menghadapi<br />
publik dengan menari di atas panggung.<br />
Demikian cintanya pada tari Bali, ketika sudah<br />
tinggal di Yogyakarta pun setiap liburan selalu ke<br />
Bali untuk latihan menari di Sanggar Naryo.<br />
Selain tari Bali, selama di Yogyakarta ia juga<br />
belajar tari Jawa dari Bagong Kusudiarjo. Di<br />
Bandung pun, tari Sunda ia pelajari juga.</p>
<p>Pengalamannya sebagai penari membawa<br />
Emmy tidak saja sebagai ahli geologi perempuan<br />
dan profesor Geologi di Indonesia, tetapi seolah-<br />
olah Geologi ikut menari bersamanya. Salah satu<br />
peristiwa penting di antaranya ketika Emmy<br />
memberikan kado istimewa sebagai<br />
penghormatan kepada profesor pembimbingnya<br />
pada saat peluncuran buku di Prancis dengan<br />
menampilkan tarian Bali. Sejak penampilan itu,<br />
Emmy menjadi dikenal dan dibicarakan oleh<br />
banyak kalangan di lingkungan kampus<br />
Universite de Paris IV. Bahkan saat sudah<br />
menjadi anggota senat guru besar di ITB pun,<br />
Emmy masih berkesempatan untuk menari.</p>
<p>Penampilannya yang terakhir sebagai penari di<br />
depan publik adalah ketika acara penyerahan<br />
gamelan oleh Gubernur Bali kepada Rektor ITB<br />
pada awal tahun 2000an. Rekannya sesama<br />
anggota senat guru besar seolah tidak percaya<br />
dengan penampilan yang memukau itu<br />
dibawakan oleh seorang profesor Geologi.</p>
<p>Di beberapa kampus ada perkumpulan yang<br />
bersifat kedaerahan yang digagas oleh<br />
mahasiswa. Dalam acara tertentu mereka<br />
menampilkan kesenian daerah, atau sekedar<br />
melepas rindu kampung halaman. Emmy<br />
termasuk salah seorang akitivis perkumpulan<br />
mahasiswa Bali Maha Gotra Ganesha, bersama<br />
juga antara lain Bapak Jero Wacik, Menteri ESDM<br />
saat ini. Selain di unit kesenian, keaktifannya<br />
sebagai mahasiswa di ITB di antaranya juga<br />
adalah menjadi anggota Mahawarman dan<br />
bergabung di EH-8 Radio ITB.</p>
<p>Dosen geologi yang masih aktif ini dalam<br />
usianya yang sudah kepala enam tetap terlihat<br />
sangat energik. Satu hal yang tidak pernah lalai<br />
dilakukan adalah jalan pagi. “Setiap hari saya<br />
harus berjalan minimal satu jam,” ujarnya.<br />
Selain itu hobi Emmy adalah membaca dan<br />
mengurus tanaman. “Tetapi tanaman yang<br />
mudah cara pengurusannya,” ujarnya.</p>
<p>Saat ditanyakan tentang idola, Emmy tampak<br />
menerawang. “Saya hanya mengidolakan ibu<br />
saya. Beliau tidak hanya mengerti saya, tetapi<br />
memberikan senyum ketika saya berhasil dan<br />
memberikan motivasi ketika saya sedang gagal<br />
dan gundah. Ibu saya adalah orang yang sangat<br />
istimewa,” katanya mantap. Sekarang ini ibunya<br />
tinggal bersama salah seorang puteranya di<br />
Jakarta pada usia 84 tahun dan masih sehat.<br />
“Tapi saya mendapat pelajaran pertama tentang<br />
hidup mandiri dan bertanggung jawab dari ayah<br />
saya,” tambahnya kemudian.</p>
<p>Karirnya sebagai pegawai negeri sudah di ujung<br />
jalan, dua tahun lagi Emmy memasuki masa<br />
pensiun. Selama masa baktinya di ITB, Emmy di<br />
antaranya pernah menduduki jabatan Ketua<br />
Departemen Teknik Geologi dalam dua kali<br />
masa jabatan, yaitu 1992- 1995 dan 1996-1998.<br />
Ia kemudian menjadi Kepala Penerbit ITB 1998-2000.<br />
Pada 2000-2005, Emmy terpilih menjadi dekan Fakultas<br />
Teknologi Mineral (FTM) untuk selanjutnya ditarik ke<br />
rektorat sebagai Wakil Rektor Bidang Riset,<br />
Inovasi, dan Kemitraan merangkap Ketua LPPM<br />
ITB dari 2005 hingga 2008. Saat ini Emmy aktif<br />
sebagai ketua Kelompok Keilmuan Geologi selain<br />
sebagai wakil kepala salah satu unit usaha di<br />
ITB.</p>
<p>Meskipun dengan segala kesibukannya, hingga<br />
kini masih banyak mahasiswa bimbingannya,<br />
terutama mahasiswa S2. Beberapa di antaranya<br />
datang dan memohon agar dibimbing oleh<br />
Emmy. Ketika kami menanyakan kenapa mereka<br />
begitu antusias memilih Ibu, jawabannya<br />
singkat, “mereka tidak diperlakukan sebagai<br />
mahasiswa semata, tetapi adalah bagian dari<br />
keluarga saya. Jadi mereka saya targetkan harus<br />
berhasil dengan gemilang”.</p>
<p>Tidak sedikit di antara “bekas mahasiswanya”<br />
masih meminta nasehat atau sekedar curhat<br />
tentang apa saja kepada Emmy meskipun<br />
mereka sudah berada jauh di tempatnya<br />
bekerja. “Banyak dari anak bimbingan saya yang<br />
sudah bekerja di tempat yang jauh, setiap<br />
berkunjung ke Bandung selalu mampir menemui<br />
saya, sekedar say hallo. Ini sangat menyenangkan,<br />
ada silaturahim yang sinambung,” ujar bu Emmy.</p>
<p>Sebagai seorang ilmuwan Emmy sudah<br />
mencapai puncak dengan meraih gelar profesor.<br />
Sebagai dosen sudah pada jenjang anggota<br />
senat guru besar dan pernah menjabat Ketua<br />
Jurusan Geologi, ITB. Adakah obsesi yang belum<br />
tercapai? Ketika kami menanyakan hal tersebut,<br />
Emmy dengan tegas mengatakan, “saya tidak<br />
punya target. Sebagai hamba Tuhan, saya tidak<br />
boleh tinggalkan shalat dan kewajiban lainnya<br />
sebagai seorang ibu rumah tangga dan anggota<br />
masyarakat. Sejak muda saya ingin mengajar.<br />
Bahkan ketika saya masih mahasiswi saya<br />
pernah mengajar menari pada anak-anak di RT<br />
tempat saya tinggal. Pada hakekatnya saya ingin<br />
mengabdi.”</p>
<p>Pesannya kepada kaum perempuan, terutama<br />
yang memilih menjadi ahli geologi, “jangan<br />
pernah berhenti belajar, harus berperan aktif<br />
dan percaya diri. Banyak yang bisa dilakukan<br />
oleh perempuan, bahkan banyak pekerjaan yang<br />
menanti karena perempuan lebih telaten.”<br />
Menurutnya, persoalan Geologi di masa depan<br />
selain masalah eksplorasi untuk energi, juga<br />
adalah masalah lingkungan hidup secara umum,<br />
dan untuk semua itu, ahli geologi perempuan<br />
akan mempunyai andil yang sangat besar</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faridwajdiarsya.wordpress.com/724/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faridwajdiarsya.wordpress.com/724/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faridwajdiarsya.wordpress.com/724/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faridwajdiarsya.wordpress.com/724/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/faridwajdiarsya.wordpress.com/724/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/faridwajdiarsya.wordpress.com/724/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/faridwajdiarsya.wordpress.com/724/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/faridwajdiarsya.wordpress.com/724/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faridwajdiarsya.wordpress.com/724/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faridwajdiarsya.wordpress.com/724/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faridwajdiarsya.wordpress.com/724/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faridwajdiarsya.wordpress.com/724/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faridwajdiarsya.wordpress.com/724/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faridwajdiarsya.wordpress.com/724/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faridwajdiarsya.wordpress.com&#038;blog=5944396&#038;post=724&#038;subd=faridwajdiarsya&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faridwajdiarsya.wordpress.com/2012/04/08/emmy-suparka-profesor-geolofi-wanita-indonesia-pertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c3426bf492156dd61e09a259420de92d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Farid</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://faridwajdiarsya.files.wordpress.com/2012/04/wpid-408144_197637663676700_100002914046227_342168_682429656_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">408144_197637663676700_100002914046227_342168_682429656_n.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wanita Berilmu</title>
		<link>http://faridwajdiarsya.wordpress.com/2012/04/07/wanita-berilmu-2/</link>
		<comments>http://faridwajdiarsya.wordpress.com/2012/04/07/wanita-berilmu-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Apr 2012 09:44:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FARID We</dc:creator>
				<category><![CDATA[Other]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://faridwajdiarsya.wordpress.com/?p=720</guid>
		<description><![CDATA[Betapa pentingnya wanita berilmu. Karena seorang perempuan adalah seorang ibu. Dan dari panduan seorang ibulah nasib generasi berikutnya ditentukan. Aisyah, adalah salah satu sosok ideal seorang perempuan muslimah: optimis, pekerja keras, cerdas, berakhlak dan berilmu tinggi. Beliau tidak hanya menjadi tempat bertanya bagi sesama wanita, tapi juga kalangan Sahabat Nabi yang laki-laki. Ibnu Hajar Al-Asqalani [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faridwajdiarsya.wordpress.com&#038;blog=5944396&#038;post=720&#038;subd=faridwajdiarsya&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Betapa pentingnya wanita berilmu. Karena seorang perempuan adalah seorang ibu. Dan dari panduan seorang ibulah nasib generasi berikutnya ditentukan.</p>
<p>Aisyah, adalah salah satu sosok ideal seorang perempuan muslimah: optimis, pekerja keras, cerdas, berakhlak dan berilmu tinggi. Beliau tidak hanya menjadi tempat bertanya bagi sesama wanita, tapi juga kalangan Sahabat Nabi yang laki-laki. Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Al-Ishabah fi Tamyiz as-Sahabah (8/18) meriwayatkan kisah Abi Musa yang bercerita tentang Aisyah bahwa beliau selalu dapat memberi jawaban memuaskan atas setiap persoalan keilmuan yang ditanyakan padanya. </p>
<p>Adz-Dzahabi dalam kitab Siyar al-A’lam an-Nubala’ (2/179-189) mengutip ucapan Imam Zuhri yang mengatakan, “Seandainya ilmu Aisyah dibandingkan dengan ilmu seluruh orang alim dan ilmu semua wanita muslimah, niscaya ilmu Aisyah lebih utama.” Singkatnya, Aisyah adalah salah seorang ulama tersohor pertama Islam. </p>
<p>Keilmuan Aisyah yang mengundang decak kagum kalangan Sahabat ternama bukanlah isapan jempol untuk sekedar menyenangkan seorang istri Nabi. Faktanya, dalam bidang hadits, ribuan hadits memang berasal dari riwayat Aisyah. Bagi kita yang hidup 1375 tahun setelah wafatnya, beliau meninggal dunia pada tahun 58 hijriah, banyak hal yang dapat diambil pelajaran dari keberhasilan Aisyah menjadi seorang ulama wanita. </p>
<p>Pertama, optimisme. Beliau menikah dengan Nabi dalam usia yang masih sangat muda, yakni antara 9 atau 12 tahun. Itu artinya, keilmuan beliau saat itu boleh dikatakan masih nol. Namun, kenyataan itu tidak membuat beliau berkecil hati. Pernikahan bukanlah akhir pencarian ilmu. Bagi Aisyah, pernikahannya justru menjadi awal pembelajaran dalam berbagai bidang, termasuk bidang keilmuan. Kehidupan berumahtangga tidak dijadikan alasan untuk bermalas-malasan dalam menuntut ilmu. Kesibukan dan dinamika berkeluarga bukan alasan untuk tidak belajar. Seorang yang optimis adalah yang selalu pantang menyerah pada keadaan yang bagaimanapun sulitnya. </p>
<p>Kedua, mencintai ilmu. Seseorang yang mempelajari suatu ilmu akan lebih cepat paham dan mudah mengerti apabila dia menyenangi apa yang dipelajari. Dengan menyenangi, maka dia akan menikmati sehingga dapat melakukannya dengan sepenuh hati. Mencintai ilmu mungkin sulit pada awalnya, tapi saat seorang sudah merasakan indahnya ilmu dan eloknya membagi ilmu yang dimiliki dengan orang lain, maka dia akan kecanduan untuk terus meningkatkan kapasitas keilmuannya. </p>
<p>Ketiga, rendah hati. Aisyah memiliki dua kelebihan yang patut dibanggakan: pintar dan menjadi istri Nabi. Dua kelebihan yang menempatkannnya dalam posisi yang sangat tinggi dan mulia. Namun, hal itu tidak membuatnya arogan. Beliau tetap menjadi ummul mukminin yang rendah hati. Yang selalu membuka pintu rumahnya lebar-lebar kepada siapapun yang hendak menimba ilmu padanya. </p>
<p>Keempat, kemauan keras. Banyak wanita yang setelah menikah lupa untuk menambah ilmunya karena lebih memikirkan materi dan fikirannya disibukkan dengan urusan suami dan anak. Padahal, saat ini mencari ilmu bagi wanita jauh lebih mudah dibanding pada era Aisyah dulu. Sekarang, seseorang dapat menambah wawasan keilmuannya melalui berbagai cara. Seperti, membaca buku dan majalah, membacara melalui internet, menonton program pengajian di TV, bersilaturrahmi pada ulama, dan lain-lain. Yang diperlukan adalah kemauan keras untuk belajar. </p>
<p>Kelima, niat yang benar. Mencari ilmu harus diniati untuk ibadah dan perintah Allah (QS Al Mujadalah 58:11 ). Karena kualitas iman, kualitas amal, kualitas dalam mendidik anak dan kualitas dalam berinteraksi dengan suami akan sangat tergantung kepada kualitas keilmuan kita. Baik ilmu umum, dan terutama ilmu agama (QS At Taubah 9:129).[]</p>
<p>disalin dari<em> </em><a href="http://afatih.wordpress.com/2012/03/30/wanita-berilmu/"><em>http://afatih.wordpress.com/2012/03/30/wanita-berilmu/</em></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faridwajdiarsya.wordpress.com/720/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faridwajdiarsya.wordpress.com/720/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faridwajdiarsya.wordpress.com/720/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faridwajdiarsya.wordpress.com/720/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/faridwajdiarsya.wordpress.com/720/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/faridwajdiarsya.wordpress.com/720/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/faridwajdiarsya.wordpress.com/720/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/faridwajdiarsya.wordpress.com/720/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faridwajdiarsya.wordpress.com/720/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faridwajdiarsya.wordpress.com/720/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faridwajdiarsya.wordpress.com/720/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faridwajdiarsya.wordpress.com/720/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faridwajdiarsya.wordpress.com/720/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faridwajdiarsya.wordpress.com/720/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faridwajdiarsya.wordpress.com&#038;blog=5944396&#038;post=720&#038;subd=faridwajdiarsya&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faridwajdiarsya.wordpress.com/2012/04/07/wanita-berilmu-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c3426bf492156dd61e09a259420de92d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Farid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rahmah El-Yunusiyah: Perintis Sekolah Wanita Islam di Indonesia R</title>
		<link>http://faridwajdiarsya.wordpress.com/2012/04/07/rahmah-el-yunusiyah-perintis-sekolah-wanita-islam-di-indonesia-r-2/</link>
		<comments>http://faridwajdiarsya.wordpress.com/2012/04/07/rahmah-el-yunusiyah-perintis-sekolah-wanita-islam-di-indonesia-r-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Apr 2012 08:51:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FARID We</dc:creator>
				<category><![CDATA[Other]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://faridwajdiarsya.wordpress.com/?p=715</guid>
		<description><![CDATA[REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Nidia Zuraya Sosok pejuang wanita ini juga dikenal memiliki prinsip dan sikap yang teguh. Era sebelum kemerdekaan bisa dikatakan sebagai masa ketidakberpihakan terhadap kaum perempuan di Nusantara dalam bidang pendidikan. Bagi kebanyakan masyarakat Indonesia pada masa itu, sikap apriori terhadap perempuan yang bersekolah masih menjadi fenomena utama dalam kehidupan sehari-hari. Pada zaman itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faridwajdiarsya.wordpress.com&#038;blog=5944396&#038;post=715&#038;subd=faridwajdiarsya&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>REPUBLIKA.CO.ID,<br />
Oleh Nidia Zuraya </p>
<p><em>Sosok pejuang wanita ini juga dikenal memiliki prinsip dan sikap yang teguh. </em></p>
<p>Era sebelum kemerdekaan bisa dikatakan sebagai masa ketidakberpihakan terhadap kaum perempuan di Nusantara dalam bidang pendidikan. Bagi kebanyakan masyarakat Indonesia pada masa itu, sikap apriori terhadap perempuan yang bersekolah masih menjadi fenomena utama dalam kehidupan sehari-hari. </p>
<p>Pada zaman itu ada semacam kepercayaan yang tumbuh di masyarakat bahwa sehebat dan secerdas apapun seorang perempuan, pada akhirnya kodrat dan takdir perempuan akan kembali pada kehidupan rumah tangga yang hanya mengurusi urusan dapur (memasak), sumur (mencuci), dan tempat tidur (seks).</p>
<p>Anggapan demikian juga dianut oleh masyarakat matrilinial sekalipun, seperti Sumatra Barat. Hal ini pula yang agaknya mengusik nurani seorang Rahmah El-Yunusiyah. Rahmah merupakan satu dari sedikit perempuan di Sumatra Barat pada zaman pra-kemerdekaan yang menolak anggapan seperti itu.</p>
<p>Bagi Rahmah, perempuan memiliki hak belajar dan mengajar yang sama dengan kaum laki-laki. Bahkan dibandingkan laki-laki, perempuan juga mampu memiliki kecerdasan yang tak kalah hebat. Persoalannya, hanya terletak pada akses pendidikan. Jauh sebelum Indonesia merdeka, sistem pendidikan di Nusantara memang masih sangat jauh dari yang diharapkan dan kaum perempuan belum memiliki akses pendidikan yang sama dengan laki-laki. </p>
<p>Menurut Rahmah, seorang perempuan sekalipun hanya berperan sebagai ibu rumah tangga, tetap memiliki tanggung jawab sosial atas kesejahteraan masyarakat, agama, dan tanah airnya. Tanggung jawab itu, kata dia, dapat diberikan melalui pendidikan, baik di lingkungan keluarga (domestik) maupun di sekolah (publik).</p>
<p>Nama Rahmah El-Yunusiyah bagi banyak kalangan di Indonesia barangkali masih terkesan asing. Begitu juga kiprahnya dalam memperjuangkan pendidikan bagi kaum perempuan Indonesia mungkin tidak segaung perjuangan Raden Ajeng (RA) Kartini. Namun, kontribusinya dalam memperjuangkan pendidikan bagi kaum perempuan di Tanah Air tidak bisa dipandang sebelah mata. </p>
<p>Dilahirkan di Padang Panjang, Sumatra Barat, pada 29 Desember 1900 dan wafat pada 26 Februari 1969. Rahmah berasal dari keluarga terpandang dan religius. Ia merupakan anak bungsu dari empat bersaudara pasangan Syekh Muhammad Yunus dan Rafi&#8217;ah. </p>
<p>Ayahnya adalah seorang qadhi (hakim agama) di wilayah Pandai Sikat yang juga ahli dalam ilmu falak. Kakeknya adalah Syekh Imaduddin, ulama terkenal Minangkabau dan tokoh Tarekat Naksyabandiah.</p>
<p>Selama hidupnya, Rahmah tidak pernah mengenyam pendidikan formal. Mula-mula ia mengenyam pendidikan dari ayahnya, namun hanya sebentar karena sang ayah meninggal ketika ia masih sangat muda. Sepeninggal sang ayah, Rahmah kemudian mendapat bimbingan langsung dari kakak-kakaknya yang ketika itu telah dewasa. </p>
<p>Kemampuannya dalam membaca dan menulis Arab dan Latin diperoleh dari kedua orang kakaknya, Zainuddin Labay El-Yunusy dan Muhammad Rasyad. Ia kemudian belajar ilmu agama pada sejumlah ulama terkenal Minangkabau. Di antara para ulama yang pernah menjadi gurunya adalah Haji Abdul Karim Amrullah (ayahanda Buya Hamka), Tuanku Mudo Abdul Hamid Hakim (pemimpin sekolah Thawalib Padangpanjang), Syekh Muhammad Jamil Jambek, Syekh Abdul Latif Rasjidi, dan Syekh Daud Rasjidi. </p>
<p>Selain ilmu keislaman, Rahmah juga mempelajari ilmu kesehatan (khususnya kebidanan) dan keterampilan-keterampilan wanita, seperti memasak, menenun, dan menjahit. Kelak ilmu yang diperolehnya ini diajarkannya kepada murid-muridnya di sekolah yang didirikannya, Diniyah Puteri.<br />
<strong>Seorang pejuang </strong></p>
<p>Di samping sebagai pendidik, Rahmah juga seorang pejuang. Dalam Ensiklopedia Islam terbitan PT Ichtiar Baru Van Hoeve (IBVH) disebutkan bahwa Rahmah merupakan orang pertama yang mengibarkan bendera merah putih di sekolahnya setelah mendengar berita proklamasi kemerdekaan Indonesia.</p>
<p>Semasa revolusi kemerdekaan, ia dipenjarakan Belanda dan baru dibebaskan tahun 1949 setelah pengakuan kedaulatan. Hingga tahun 1958, ia aktif di bidang politik. Ia antara lain menjadi anggota KNID (Komite Nasional Indonesia Daerah) Sumatra Tengah, ketua Barisan Sabilillah dan Sabil Muslimat di Padang, dan anggota Konstituante mewakili Masyumi. Peranannya yang paling menonjol adalah kepeloporannya dalam pembentukan TKR (Tentara Keamanan Rakyat) pada tanggal 2 Oktober 1945.</p>
<p>Sosok pejuang wanita ini juga dikenal memiliki prinsip dan sikap yang teguh. Ketika Belanda menawarkan diri untuk membantu sekolahnya dengan subsidi penuh dengan syarat Diniyah Puteri menjadi lembaga yang berada di bawah pengawasan Belanda. Namun, syarat tersebut ia tolak dengan tegas. </p>
<p>Demikian juga ketika kaum komunis memerahkan lapangan Bancah Laweh, Rahmah pun dengan berani sehari kemudian, memutihkan kota Padang Panjang untuk menghadang manuver pihak komunis. Karena sikapnya yang tidak sependapat dengan Presiden Pertama RI, Soekarno, yang dinilainya telah melenceng dari demokrasi terpimpinnya dan kedekatan dengan pihak komunis, membuat dirinya dikucilkan.</p>
<p>Seluruh hidupnya diabdikan untuk pendidikan kaum perempuan. Rahmah El-Yunusiyah memang memiliki cita-cita agar wanita Indonesia memperoleh kesempatan penuh untuk menuntut ilmu yang sesuai dengan kodrat wanita, sehingga dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. </p>
<p>Ia mendidik kaum wanita Indonesia agar sanggup berdikari untuk menjadi ibu pendidik yang cakap, aktif, dan bertanggung jawab kepada kesejahteraan bangsa dan tanah air, di mana kehidupan agama mendapat tempat yang layak. Cita-cita dan tujuannya ini dirumuskannya dalam tujuan pendirian Diniyah Puteri. </p>
<p>Cikal bakal Diniyah Puteri bermula dengan dibentuknya Madrasah li Banat (sekolah untuk puteri) pada 1 November 1923. Pendirian sekolah khusus perempuan pada masa itu bukanlah hal mudah. Kendala utama yang dihadapi adalah cemoohan dari masyarakat. Bagi banyak kalangan saat itu, sekolah perempuan dengan tenaga pengajar yang juga perempuan merupakan hal aneh, tabu dan melanggar adat. </p>
<p>Untuk menampik ejekan ini Rahmah membuktikan dengan menampik bantuan dari masyarakat (yang masih memandang miris perempuan) dan menggunakan cara sendiri untuk membangun sekolah. Bahkan, ia merelakan rumahnya dijadikan sebagai ruang kelas. </p>
<p>Selama dua tahun pertama, cara belajar yang diterapkan di sekolah ini menggunakan sistem halaqah seperti yang diterapkan di Masjidil Haram, yakni para murid duduk di lantai mengelilingi guru yang menghadap meja kecil. Lambat laun sekolah ini memiliki gedung sendiri. </p>
<p>Berdirinya gedung ini sepenuhnya berasal dari kemauan keras para perintisnya dan simpati masyarakat. Gedung pertama Diniyah Puteri, misalnya, dibangun dari batu kali yang diangkut sendiri oleh para guru dan murid Diniyah Puteri dan murid sekolah-sekolah lain yang ada di Padang Panjang.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faridwajdiarsya.wordpress.com/715/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faridwajdiarsya.wordpress.com/715/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faridwajdiarsya.wordpress.com/715/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faridwajdiarsya.wordpress.com/715/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/faridwajdiarsya.wordpress.com/715/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/faridwajdiarsya.wordpress.com/715/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/faridwajdiarsya.wordpress.com/715/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/faridwajdiarsya.wordpress.com/715/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faridwajdiarsya.wordpress.com/715/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faridwajdiarsya.wordpress.com/715/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faridwajdiarsya.wordpress.com/715/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faridwajdiarsya.wordpress.com/715/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faridwajdiarsya.wordpress.com/715/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faridwajdiarsya.wordpress.com/715/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faridwajdiarsya.wordpress.com&#038;blog=5944396&#038;post=715&#038;subd=faridwajdiarsya&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faridwajdiarsya.wordpress.com/2012/04/07/rahmah-el-yunusiyah-perintis-sekolah-wanita-islam-di-indonesia-r-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c3426bf492156dd61e09a259420de92d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Farid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Catatan Pojok No. 4</title>
		<link>http://faridwajdiarsya.wordpress.com/2012/03/24/catatan-pojok-no-4/</link>
		<comments>http://faridwajdiarsya.wordpress.com/2012/03/24/catatan-pojok-no-4/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Mar 2012 17:28:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FARID We</dc:creator>
				<category><![CDATA[Quote]]></category>
		<category><![CDATA[kutipan]]></category>
		<category><![CDATA[quote]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://faridwajdiarsya.wordpress.com/?p=711</guid>
		<description><![CDATA[bukan seorang yang bijaksana apabila tidak mampu menerima ketidak-bijaksanaan<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faridwajdiarsya.wordpress.com&#038;blog=5944396&#038;post=711&#038;subd=faridwajdiarsya&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>bukan seorang yang bijaksana apabila tidak mampu menerima ketidak-bijaksanaan</p>
</blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faridwajdiarsya.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faridwajdiarsya.wordpress.com/711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faridwajdiarsya.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faridwajdiarsya.wordpress.com/711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/faridwajdiarsya.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/faridwajdiarsya.wordpress.com/711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/faridwajdiarsya.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/faridwajdiarsya.wordpress.com/711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faridwajdiarsya.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faridwajdiarsya.wordpress.com/711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faridwajdiarsya.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faridwajdiarsya.wordpress.com/711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faridwajdiarsya.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faridwajdiarsya.wordpress.com/711/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faridwajdiarsya.wordpress.com&#038;blog=5944396&#038;post=711&#038;subd=faridwajdiarsya&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faridwajdiarsya.wordpress.com/2012/03/24/catatan-pojok-no-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c3426bf492156dd61e09a259420de92d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Farid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Catatan Pojok No. 3</title>
		<link>http://faridwajdiarsya.wordpress.com/2012/03/24/catatan-pojok-no-3/</link>
		<comments>http://faridwajdiarsya.wordpress.com/2012/03/24/catatan-pojok-no-3/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Mar 2012 17:26:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FARID We</dc:creator>
				<category><![CDATA[Quote]]></category>
		<category><![CDATA[kutipan]]></category>
		<category><![CDATA[quote]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://faridwajdiarsya.wordpress.com/?p=709</guid>
		<description><![CDATA[tuhan ada saat sakitmu dan saat sehatmu, namun tuhan senang mengujimu, wahai ikhwan yang dikasihi.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faridwajdiarsya.wordpress.com&#038;blog=5944396&#038;post=709&#038;subd=faridwajdiarsya&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>tuhan ada saat sakitmu dan saat sehatmu, namun tuhan senang mengujimu, wahai ikhwan yang dikasihi. </p>
</blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faridwajdiarsya.wordpress.com/709/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faridwajdiarsya.wordpress.com/709/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faridwajdiarsya.wordpress.com/709/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faridwajdiarsya.wordpress.com/709/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/faridwajdiarsya.wordpress.com/709/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/faridwajdiarsya.wordpress.com/709/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/faridwajdiarsya.wordpress.com/709/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/faridwajdiarsya.wordpress.com/709/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faridwajdiarsya.wordpress.com/709/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faridwajdiarsya.wordpress.com/709/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faridwajdiarsya.wordpress.com/709/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faridwajdiarsya.wordpress.com/709/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faridwajdiarsya.wordpress.com/709/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faridwajdiarsya.wordpress.com/709/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faridwajdiarsya.wordpress.com&#038;blog=5944396&#038;post=709&#038;subd=faridwajdiarsya&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faridwajdiarsya.wordpress.com/2012/03/24/catatan-pojok-no-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c3426bf492156dd61e09a259420de92d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Farid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Catatan Pojok No. 2</title>
		<link>http://faridwajdiarsya.wordpress.com/2012/03/24/catatan-pojok-no-2/</link>
		<comments>http://faridwajdiarsya.wordpress.com/2012/03/24/catatan-pojok-no-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Mar 2012 17:23:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FARID We</dc:creator>
				<category><![CDATA[Quote]]></category>
		<category><![CDATA[kutipan]]></category>
		<category><![CDATA[quote]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://faridwajdiarsya.wordpress.com/?p=707</guid>
		<description><![CDATA[sakit adalah jembatan untuk menuju sang terkasih di seberang. syukuri, karena kebanyakan kita tak menyadarinya.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faridwajdiarsya.wordpress.com&#038;blog=5944396&#038;post=707&#038;subd=faridwajdiarsya&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>sakit adalah jembatan untuk menuju sang terkasih di seberang.</p>
<p>syukuri, karena kebanyakan kita tak menyadarinya.</p>
</blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faridwajdiarsya.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faridwajdiarsya.wordpress.com/707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faridwajdiarsya.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faridwajdiarsya.wordpress.com/707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/faridwajdiarsya.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/faridwajdiarsya.wordpress.com/707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/faridwajdiarsya.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/faridwajdiarsya.wordpress.com/707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faridwajdiarsya.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faridwajdiarsya.wordpress.com/707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faridwajdiarsya.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faridwajdiarsya.wordpress.com/707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faridwajdiarsya.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faridwajdiarsya.wordpress.com/707/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faridwajdiarsya.wordpress.com&#038;blog=5944396&#038;post=707&#038;subd=faridwajdiarsya&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faridwajdiarsya.wordpress.com/2012/03/24/catatan-pojok-no-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c3426bf492156dd61e09a259420de92d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Farid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Catatan Pojok No. 1</title>
		<link>http://faridwajdiarsya.wordpress.com/2012/03/24/catatan-pojok-no-1/</link>
		<comments>http://faridwajdiarsya.wordpress.com/2012/03/24/catatan-pojok-no-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Mar 2012 17:19:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FARID We</dc:creator>
				<category><![CDATA[Quote]]></category>
		<category><![CDATA[kutipan]]></category>
		<category><![CDATA[quote]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://faridwajdiarsya.wordpress.com/?p=705</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orang butuh perubahan. Setiap perubahan butuh keberanian. Setiap keberanian butuh melangkah. Teman, tenpa melangkah kita hanya diam. Dan diam sangat dimusuhi oleh sebuah perubahan.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faridwajdiarsya.wordpress.com&#038;blog=5944396&#038;post=705&#038;subd=faridwajdiarsya&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Setiap orang butuh perubahan. Setiap perubahan butuh keberanian. Setiap keberanian butuh melangkah. </p>
<p>Teman, tenpa melangkah kita hanya diam. Dan diam sangat dimusuhi oleh sebuah perubahan. </p>
</blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faridwajdiarsya.wordpress.com/705/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faridwajdiarsya.wordpress.com/705/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faridwajdiarsya.wordpress.com/705/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faridwajdiarsya.wordpress.com/705/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/faridwajdiarsya.wordpress.com/705/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/faridwajdiarsya.wordpress.com/705/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/faridwajdiarsya.wordpress.com/705/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/faridwajdiarsya.wordpress.com/705/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faridwajdiarsya.wordpress.com/705/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faridwajdiarsya.wordpress.com/705/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faridwajdiarsya.wordpress.com/705/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faridwajdiarsya.wordpress.com/705/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faridwajdiarsya.wordpress.com/705/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faridwajdiarsya.wordpress.com/705/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faridwajdiarsya.wordpress.com&#038;blog=5944396&#038;post=705&#038;subd=faridwajdiarsya&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faridwajdiarsya.wordpress.com/2012/03/24/catatan-pojok-no-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c3426bf492156dd61e09a259420de92d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Farid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemimpin yang Pergi</title>
		<link>http://faridwajdiarsya.wordpress.com/2012/03/21/pemimpin-yang-pergi/</link>
		<comments>http://faridwajdiarsya.wordpress.com/2012/03/21/pemimpin-yang-pergi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Mar 2012 00:16:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FARID We</dc:creator>
				<category><![CDATA[Other]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[alex noordin]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur dki]]></category>
		<category><![CDATA[jokowi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://faridwajdiarsya.wordpress.com/?p=702</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta &#8211; Pemimpin daerah yang masih menjabat lalu mencalonkan diri di Pilkada DKI Jakarta tidak salah secara aturan. Namun, ada keterikatan moral dengan para pemilihnya yang harus diselesaikan. Wali Kota Surakarta Joko Widodo dan Gubernur Sumsel Alex Noerdin menjadi dua kepala daerah yang cukup disorot saat ini. Sebab keduanya maju sebagai calon gubernur di DKI [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faridwajdiarsya.wordpress.com&#038;blog=5944396&#038;post=702&#038;subd=faridwajdiarsya&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Pemimpin daerah yang masih menjabat lalu mencalonkan diri di Pilkada DKI Jakarta tidak salah secara aturan. Namun, ada keterikatan moral dengan para pemilihnya yang harus diselesaikan.</p>
<p>Wali Kota Surakarta Joko Widodo dan Gubernur Sumsel Alex Noerdin menjadi dua kepala daerah yang cukup disorot saat ini. Sebab keduanya maju sebagai calon gubernur di DKI Jakarta, meski masa tugasnya di<br />
daerah masing-masing belum kelar. Keduanya pun terancam mundur ditengah jalan bila terpilih nanti.</p>
<p>&#8220;Kalau dia dikembalikan pada regulasi aturan, setiap warga negara mempunyai kesempatan yang sama untuk berpolitik, jadi nggak ada larangan,&#8221; kata juru bicara Kemendagri Reydonnizar Moenok kepada detikcom , Selasa (21/3/2012).</p>
<p>&#8220;Tapi ke depan kita harus memaknai apa makna pemilihan kepala daerah, karena memiliki keterikatan kepada konstituen. Apakah harus menyelesaikan tugasnya dulu, ini harus didiskusikan karena menyangkut moral,&#8221; sambungnya. </p>
<p>Karena itu, dalam revisi UU No 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, pihaknya akan mengusulkan sejumlah pasal yang mengatur soal pemilihan kepala daerah. Terutama menyangkut kepala daerah yang masih menjabat kemudian mencalonkan diri di daerah lain.</p>
<p>Selain itu, masalah izin cuti pun bakal dibahas. Kemungkinan besar, kepala daerah yang akan maju di daerah lain wajib mengundurkan diri terlebih dulu sebelum mendaftar Pilkada.</p>
<p>&#8220;Dalam revisi UU 32 tahun 2004 ke depan, kita mensyaratkan kalau maju jadi kepala daerah, harus mengundurkan diri. Sekarang kan dia bisa cuti,&#8221; ungkapnya. (detik.com)</p>
<p>====</p>
<p>Membaca berita di atas, mungkin inilah satu nilai negatif yang harus jadi perhatian. Ketika seorang pemimpin yang masih memegang jabatan seharusnya tidak meninggalkan rakyatnya, sekalipun dalam aturannya itu diperkenankan. Ini hanya terkait moral, karena ketika dilantik menjadi pemimpin daerah mereka mengucapkan janji sumpah. Kecuali dalam situasi dan keadaan yang sangat memaksa.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faridwajdiarsya.wordpress.com/702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faridwajdiarsya.wordpress.com/702/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faridwajdiarsya.wordpress.com/702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faridwajdiarsya.wordpress.com/702/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/faridwajdiarsya.wordpress.com/702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/faridwajdiarsya.wordpress.com/702/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/faridwajdiarsya.wordpress.com/702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/faridwajdiarsya.wordpress.com/702/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faridwajdiarsya.wordpress.com/702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faridwajdiarsya.wordpress.com/702/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faridwajdiarsya.wordpress.com/702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faridwajdiarsya.wordpress.com/702/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faridwajdiarsya.wordpress.com/702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faridwajdiarsya.wordpress.com/702/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faridwajdiarsya.wordpress.com&#038;blog=5944396&#038;post=702&#038;subd=faridwajdiarsya&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faridwajdiarsya.wordpress.com/2012/03/21/pemimpin-yang-pergi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c3426bf492156dd61e09a259420de92d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Farid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penerimaan CPNS 2012</title>
		<link>http://faridwajdiarsya.wordpress.com/2012/03/18/penerimaan-cpns-2012/</link>
		<comments>http://faridwajdiarsya.wordpress.com/2012/03/18/penerimaan-cpns-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Mar 2012 04:40:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FARID We</dc:creator>
				<category><![CDATA[Other]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[cpns 2012]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://faridwajdiarsya.wordpress.com/?p=700</guid>
		<description><![CDATA[CPNS 2012 -Anda masih berminat menjadi PNS ? kabar baiknya tahun ini kemungkinan besar akan dibuka.. Pemerintah akan membuka lowongan pegawai negeri sipil (PNS) sebanyak 125 ribu karyawan. Penerimaan ini hanya untuk 2012. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Azwar Abubakar, mengatakan, dari jumlah itu separuhnya akan diisi oleh tenaga honorer di instansi terkait. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faridwajdiarsya.wordpress.com&#038;blog=5944396&#038;post=700&#038;subd=faridwajdiarsya&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>CPNS 2012 -Anda masih berminat menjadi PNS ? kabar baiknya tahun ini kemungkinan besar akan dibuka..</p>
<p>Pemerintah akan membuka lowongan pegawai negeri sipil (PNS) sebanyak 125 ribu karyawan. Penerimaan ini hanya untuk 2012.</p>
<p>Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Azwar Abubakar, mengatakan, dari jumlah itu separuhnya akan diisi oleh tenaga honorer di instansi terkait. “Sisanya tenaga kerja baru,” kata Azwar di Jakarta, Jumat 16 Maret 2012.</p>
<p>Penerimaan PNS ini akan tersebar di pusat dan daerah, sesuai kebutuhan dan peta jabatan. Azwar menjelaskan, meski penerapan separuh dari tenaga honorer ini sudah dikonsultasikan dengan Dewan Perwakilan Rakyat, penerimaan harus tetap melalui seleksi. </p>
<p>Dia telah meminta para kepala daerah agar melengkapi nama dan jabatan yang akan pensiun, sehingga bisa diisi kekosongannya. Selama ini, Kementerian PAN dan RB hanya menerima data mengenai kebutuhan ratusan ribu PNS. “Sampai sekarang belum ada usulan di mana mereka akan ditempatkan,” katanya. </p>
<p>Kementerian menargetkan data-data kebutuhan tenaga kerja tersebut bisa diterima dua bulan mendatang. Saat ini, jumlah tenaga kerja honorer sudah mulai berkurang. Dari jumlah 250 ribu saat ini tinggal 70 ribu tenaga kerja.</p>
<p>Butuh persiapan? yuk belajar <a href="http://latihan-soal.tk/">disini</a></p>
<p><em>sumber:</em><br />
<em>http://f1d3ly4.wordpress.com/2012/03/16/kabar-penerimaan-cpns-2012-makin-jelas/</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faridwajdiarsya.wordpress.com/700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faridwajdiarsya.wordpress.com/700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faridwajdiarsya.wordpress.com/700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faridwajdiarsya.wordpress.com/700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/faridwajdiarsya.wordpress.com/700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/faridwajdiarsya.wordpress.com/700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/faridwajdiarsya.wordpress.com/700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/faridwajdiarsya.wordpress.com/700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faridwajdiarsya.wordpress.com/700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faridwajdiarsya.wordpress.com/700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faridwajdiarsya.wordpress.com/700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faridwajdiarsya.wordpress.com/700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faridwajdiarsya.wordpress.com/700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faridwajdiarsya.wordpress.com/700/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faridwajdiarsya.wordpress.com&#038;blog=5944396&#038;post=700&#038;subd=faridwajdiarsya&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faridwajdiarsya.wordpress.com/2012/03/18/penerimaan-cpns-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c3426bf492156dd61e09a259420de92d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Farid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>… duduklah engkau dekat denganku, dan dengarlah ini …</title>
		<link>http://faridwajdiarsya.wordpress.com/2012/01/04/duduklah-engkau-dekat-denganku-dan-dengarlah-ini/</link>
		<comments>http://faridwajdiarsya.wordpress.com/2012/01/04/duduklah-engkau-dekat-denganku-dan-dengarlah-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2012 17:48:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FARID We</dc:creator>
				<category><![CDATA[Quote]]></category>
		<category><![CDATA[Serial-Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mario Teguh]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faridwajdiarsya.wordpress.com/?p=698</guid>
		<description><![CDATA[Mario Teguh : Engkau yang riuh tertawa untuk menggembirakan sekelilingmu, saat sebetulnya hatimu gamang dengan keraguanmu mengenai masa depan, sini … duduklah engkau dekat denganku, dan dengarlah ini … Ketahuilah, bahwa semua keraguanmu itu adalah tabir yang memisahkan impianmu dari tindakanmu. Semakin tubuhmu jauh dari tindakan, semakin tebal tabir keraguan itu menutupi pandanganmu. Engkau telah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faridwajdiarsya.wordpress.com&#038;blog=5944396&#038;post=698&#038;subd=faridwajdiarsya&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mario Teguh :</p>
<blockquote><p>Engkau yang riuh tertawa untuk menggembirakan sekelilingmu, saat sebetulnya hatimu gamang dengan keraguanmu mengenai masa depan, sini … duduklah engkau dekat denganku, dan dengarlah ini …</p>
<p>Ketahuilah, bahwa semua keraguanmu itu adalah tabir yang memisahkan impianmu dari tindakanmu.</p>
<p>Semakin tubuhmu jauh dari tindakan, semakin tebal tabir keraguan itu menutupi pandanganmu.</p>
<p>Engkau telah sering memberitahuku bahwa Tuhan Maha Absolut, yang keinginanNya tak tertahankan oleh apa pun, yang jika Ia berkehendak agar sesuatu menjadi &#8211; maka jadilah.</p>
<p>Lalu, mengapakah engkau demikian khawatir bahwa yang kau lakukan akan menjamin keberhasilanmu &#8211; atau tidak, padahal engkau sendiri yang mengatakan bahwa Tuhanlah Yang Maha Penentu?</p>
<p>Tahukah Engkau bahwa yang kau lakukan, belum tentu yang akan dijadikan oleh Tuhan sebagai sebab dari penyejahteraanmu?</p>
<p>Bukankah banyak sekali kebaikan yang sedang kau nikmati, yang adalah kebaikan yang lebih besar daripada yang seharusnya pantas bagimu?</p>
<p>Engkau yang penunda, yang sering memanjakan rasa malas, yang masih suka mencurigai keadilan Tuhan, yang melebihkan harapan kepada manusia, benda, dan perhitungan &#8211; daripada kepada Tuhan, engkau yang belum banyak mematuhi Tuhanmu, TAPI hidupmu telah dibaikkan olehNya.</p>
<p>Mengapakah engkau masih ragu, bahwa kesegeraan bekerja keras dalam kejujuran untuk menguntungkan sesamamu &#8211; tidak akan menaikkanmu ke kelas kehidupan yang lebih baik?</p>
<p>Bukankah engkau sudah dianugerahi banyak nikmat, tanpa betul-betul memantaskan diri?</p>
<p>Tuhanmu itu Maha Penyayang, atau jika lebih sesuai bagimu &#8211; Dia itu Maha Baik, yang sangaaat baik kepadamu, yang telah Ada merencanakan kehidupanmu, lengkap dengan naik dan turunnya dan dengan naiknya lagi &#8211; jauh sebelum penciptaan keseluruhan alam ini.</p>
<p>Sesungguhnya, jika kau bandingkan kekhawatiranmu itu dengan kebesaran urusan Tuhan, urusanmu itu amat sangat kecil, yang bahkan diabaikan pun tak akan diketahui oleh siapa pun.</p>
<p>Tapi, bagi Tuhan engkau ini besar dan penting sekali.</p>
<p>Kebaikan hidupmu adalah urusan utama Tuhan.</p>
<p>Sesungguhnya, Tuhan menjadikan urusan setiap jiwa sebagai urusan utamaNya.</p>
<p>Maka janganlah sekali-kali engkau merasa tak diperhatikan oleh Tuhan.</p>
<p>Engkau jiwa kecintaan Tuhan.</p>
<p>Engkau berhak untuk meminta perhatian Tuhan, sebaik hak siapa pun di bawah dan di atas langit.</p>
<p>Maka gantikanlah kegalauanmu mengenai masa depan, dengan keikhlasan untuk melakukan yang bisa kau lakukan, dan menyerahkan kepada Tuhan hal-hal yang berada di luar kemampuanmu.</p>
<p>Malam ini, baringkanlah tubuhmu yang letih memikul semua beban pikiran dan kegelisahan hatimu.</p>
<p>Dan tidurlah dalam naungan dan lindungan kasih sayang Tuhan.</p>
<p>Malam ini, damaikanlah jiwamu, agar kekuasaan Tuhan berperan lebih baik dalam hati, pikiran, dan tubuhmu saat engkau bangun dalam kesegaran esok pagi.</p>
<p>Engkau jiwa kecintaan Tuhan.</p>
<p>Mintalah apa pun, serahkan semua kekhawatiranmu, dan ikhlaslah bekerja dalam kejujuran, lalu perhatikan apa yang terjadi.</p>
<p>Tuhan memerintahkan keajaiban untuk melayani kerinduan hati dari jiwa yang ikhlas.</p>
<p>Mario Teguh &#8211; Loving you all as always</p></blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faridwajdiarsya.wordpress.com/698/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faridwajdiarsya.wordpress.com/698/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faridwajdiarsya.wordpress.com/698/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faridwajdiarsya.wordpress.com/698/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/faridwajdiarsya.wordpress.com/698/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/faridwajdiarsya.wordpress.com/698/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/faridwajdiarsya.wordpress.com/698/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/faridwajdiarsya.wordpress.com/698/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faridwajdiarsya.wordpress.com/698/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faridwajdiarsya.wordpress.com/698/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faridwajdiarsya.wordpress.com/698/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faridwajdiarsya.wordpress.com/698/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faridwajdiarsya.wordpress.com/698/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faridwajdiarsya.wordpress.com/698/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faridwajdiarsya.wordpress.com&#038;blog=5944396&#038;post=698&#038;subd=faridwajdiarsya&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faridwajdiarsya.wordpress.com/2012/01/04/duduklah-engkau-dekat-denganku-dan-dengarlah-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c3426bf492156dd61e09a259420de92d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Farid</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
