RSS

Category Archives: Uncategorized

Pemimpin yang Pergi

Jakarta – Pemimpin daerah yang masih menjabat lalu mencalonkan diri di Pilkada DKI Jakarta tidak salah secara aturan. Namun, ada keterikatan moral dengan para pemilihnya yang harus diselesaikan.

Wali Kota Surakarta Joko Widodo dan Gubernur Sumsel Alex Noerdin menjadi dua kepala daerah yang cukup disorot saat ini. Sebab keduanya maju sebagai calon gubernur di DKI Jakarta, meski masa tugasnya di
daerah masing-masing belum kelar. Keduanya pun terancam mundur ditengah jalan bila terpilih nanti.

“Kalau dia dikembalikan pada regulasi aturan, setiap warga negara mempunyai kesempatan yang sama untuk berpolitik, jadi nggak ada larangan,” kata juru bicara Kemendagri Reydonnizar Moenok kepada detikcom , Selasa (21/3/2012).

“Tapi ke depan kita harus memaknai apa makna pemilihan kepala daerah, karena memiliki keterikatan kepada konstituen. Apakah harus menyelesaikan tugasnya dulu, ini harus didiskusikan karena menyangkut moral,” sambungnya.

Karena itu, dalam revisi UU No 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, pihaknya akan mengusulkan sejumlah pasal yang mengatur soal pemilihan kepala daerah. Terutama menyangkut kepala daerah yang masih menjabat kemudian mencalonkan diri di daerah lain.

Selain itu, masalah izin cuti pun bakal dibahas. Kemungkinan besar, kepala daerah yang akan maju di daerah lain wajib mengundurkan diri terlebih dulu sebelum mendaftar Pilkada.

“Dalam revisi UU 32 tahun 2004 ke depan, kita mensyaratkan kalau maju jadi kepala daerah, harus mengundurkan diri. Sekarang kan dia bisa cuti,” ungkapnya. (detik.com)

====

Membaca berita di atas, mungkin inilah satu nilai negatif yang harus jadi perhatian. Ketika seorang pemimpin yang masih memegang jabatan seharusnya tidak meninggalkan rakyatnya, sekalipun dalam aturannya itu diperkenankan. Ini hanya terkait moral, karena ketika dilantik menjadi pemimpin daerah mereka mengucapkan janji sumpah. Kecuali dalam situasi dan keadaan yang sangat memaksa.

 
Leave a comment

Posted by on 21 March 2012 in Other, Uncategorized

 

Tags: , , , ,

Penerimaan CPNS 2012

CPNS 2012 -Anda masih berminat menjadi PNS ? kabar baiknya tahun ini kemungkinan besar akan dibuka..

Pemerintah akan membuka lowongan pegawai negeri sipil (PNS) sebanyak 125 ribu karyawan. Penerimaan ini hanya untuk 2012.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Azwar Abubakar, mengatakan, dari jumlah itu separuhnya akan diisi oleh tenaga honorer di instansi terkait. “Sisanya tenaga kerja baru,” kata Azwar di Jakarta, Jumat 16 Maret 2012.

Penerimaan PNS ini akan tersebar di pusat dan daerah, sesuai kebutuhan dan peta jabatan. Azwar menjelaskan, meski penerapan separuh dari tenaga honorer ini sudah dikonsultasikan dengan Dewan Perwakilan Rakyat, penerimaan harus tetap melalui seleksi.

Dia telah meminta para kepala daerah agar melengkapi nama dan jabatan yang akan pensiun, sehingga bisa diisi kekosongannya. Selama ini, Kementerian PAN dan RB hanya menerima data mengenai kebutuhan ratusan ribu PNS. “Sampai sekarang belum ada usulan di mana mereka akan ditempatkan,” katanya.

Kementerian menargetkan data-data kebutuhan tenaga kerja tersebut bisa diterima dua bulan mendatang. Saat ini, jumlah tenaga kerja honorer sudah mulai berkurang. Dari jumlah 250 ribu saat ini tinggal 70 ribu tenaga kerja.

Butuh persiapan? yuk belajar disini

sumber:
http://f1d3ly4.wordpress.com/2012/03/16/kabar-penerimaan-cpns-2012-makin-jelas/

 
1 Comment

Posted by on 18 March 2012 in Other, Tips, Uncategorized

 

Tags:

Contemplation

Apakah kamu disana, Tuhan?

Ada apa?

Bukankah kita teman?

Bahkan lebih dari sekedar teman

Mengapa kamu biarkan aku merasa sendiri, sore ini?

Ketika kamu memanggil, aku pun langsung menjawab. Apakah itu tidak membuktikan kalau aku, seperti yang kuucap dalam kitab suci, selalu ada untuk hamba-hambaku?

Memangnya kenapa kamu merasa sendiri?

Entahlah, Tuhan. Tapi aku masih percaya, bahwa kamu tahu semuanya tentangku walau tanpa aku ceritakan masalahku.

Bicaralah padaku dengan kata. Walau kata itu hanya sebuah simbol dari pikiran atau perasaan, yang seringkali tidak tepat menggambarkan kebenaran perasaan dan pikiran.

Tapi, bicaralah, verbalkan semuanya. Aku sangat senang jika hambaku berbicara padaku.

Entahlah, Tuhan. Untuk saat ini, aku sudah sangat senang ketika kamu hadir saat kubutuhkan dan menjawab saat kusapa. Itu saja sudah membuat aku sedikit tenang. Terima kasih Tuhan, kamu telah hadir sore ini.

Aku akan selalu bersama orang-orang yang mengingatku. Tenanglah, maka kamu akan tenang. Hanya itu.

[Keesokan hari]

Tuhan…?

…,

Tuhan, kenapa kamu tidak menjawab? apakah kamu telah lupa atas apa yang kamu ucapkan pada kemarin sore?

Tidak. Aku tidak lupa.  Justru aku sedang menyunggingkan senyum lepas saat ini.

Sayang aku tak bisa melihatmu. Kenapa kamu tak saja menampakkan dirimu, agar kami sebagai hambamu tak ada keraguan tentangmu?

Apakah itu perlu?

Hanya agar kami semakin yakin dan tidak menduga-duga tentangmu.

Nanti ketika kamu menceritakan kepada orang lain kala aku menunjukkan wujudku, mereka akan bilang itu adalah setan atau jin yang mengaku Tuhan. Bukan aku. Aku hanya menjaga anggapan itu menjadi tak ada.

Ya sudah, aku tak akan membahasnya. Aku hanya ingin cerita sesuatu.

Ada apa?

Tadi aku berbincang dengan temanku. Dia mengatakan dia kalau sendiri sering sekali mengngatmu dan menangis kala itu. Tapi kenapa aku sulit sekali untuk itu?

Apakah kamu adalah dia? Atau dia adalah Kamu?

Pertanyaanmu tak perlu kujawab kan Tuhan?

Haha… Ya. Apakah artinya kamu mengerti pertanyaanku?

O… Maksudnya apa, Tuhan?

Haha…

Kamu mentertawakan ak, Tuhan?

Haha…

Sudahlah. Aku hanya ingin tahu maksudmu apa tentang pertanyaan itu.

Setiap jiwa atau seseorang itu berbeda. Antar manusia itu punya pengalaman hidup yang berbeda.

Tunggu, jadi maksudmu pengalaman hidupku berbeda dengannya?

Ya. Tepatnya pengalaman hidup yang mempengaruhi sisi spiritual seseorang.

Pengalaman spiritual?

Ya.

[hening]

Aku berpikir, karena aku hanya ingin kita berbincang dengan berbagi kesenangan. Bukankah kita seharusnya bersahabat?

Apakah dengan bersahabat kita tak pantas menuangkan air mata didalamnya kala bersama?

Kalau kita bisa mentertawakan segalanya, mengapa kita harus saling menangis?

Kau tahu sifat batu?

Batu? hmm… Keras.

Apa yang bisa membuatnya berlubang?

Aku pernah dengar bahwa batu bisa berlubang ketika terus menerus tertetesi air.

Itu. Apa salahnya kita saling melembutkan hubungan kita dengan tetesan air mata?

Bukankah itu hanya akan membuatku terlihat rapuh?

Jangan identikan air mata dengan kerapuhan. Dan jangan memaksakan pendapatmu kepada orang lain. Jadilah seseorang yang lembut dan melembutkan hatimu. Itu dengan air mata.

Oke Tuhan, tunggu, di hening malam nanti, aku ingin tumpahkan semua air mataku…

Aku sudah lama menunggunya darimu.

 
1 Comment

Posted by on 31 October 2011 in Coretan, Uncategorized

 

Tags: , ,

Ibu, Aku Malu…

Aku malu
Yang dalam pelukannya,
Aku berontak
Aku malu,
Yang dalam sesusuannya,
Aku memuntahkannya
Aku malu,
Saat genggaman tangannya,
Menuntun aku berjalan,
Aku malah berlari meninggalkannya
Ibu…
Aku malu,
Malu meminta pelukan hangatmu lagi,
Malu meminta tangan tuamu menuntunku lagi
Ibu…
Aku malu,
Malu karena tak menjadi seseorang
Yang mungkin kau inginkan dan doakan
Ditiap lantunan pinta yang menagih air matamu
Ibu….
Maafkan aku,
Maaf kalau air matamu harus terjatuh
Karena tingkah salahku
Ibu…
Maafkan aku,
Maafkan salahku
Maafkan telah membuatmu malu
Ibu,
Aku malu menatap wajahmu
Aku malu meminta tanganmu
Aku malu bertemu..

 
2 Comments

Posted by on 28 August 2011 in Uncategorized

 

teman

merasa tersudut oleh kenyataan, dan memang, kita butuh ada seorang teman, ya, seorang teman di sini, di sisi kita, walau hanya untuk mengucap “huft…” kepadanya.

 
Leave a comment

Posted by on 16 March 2011 in Uncategorized

 

Harri dan Kesalahan dalam Membaca Quran

“Kenapa musti dia yang jadi imam sih, Kang?” Harri sedikit kesal setelah shalat berjamaah tak lama selesai.

“Ya, Sudahlah. Bukan dengan ngomongin orang kek gitu caranya. Nanti kita coba sama-sama belajar lagi.” Kang Shihab menjawab santai.

“Tapi tadi itu harusnya bacaannya ndak dibaca panjang, Kang. Dasar, belum becus jadi imam malah sok maju jadi imam.” Harri masih berang.

“Haha… lucu kamu kalau lagi marah, Har.” Kang Shihab masih saja bersikap santai.

“Sampeyan, Kang. Kok malah ketawa, Ini masalah serius, Kang. Dosa dia, Kang. Jadi Imam tanggung jawabnya gede. Dosa itu dia.” Harri tak kuasa menahan emosinya.

“Hush, emang kamu Tuhan, main ngedosain orang.” Kang Shihab mulai serius.

“Bukan gitu. Kalau dia baca qurannya salah, artinya dia dosa, Kang. Dan itu kan berpengaruh juga ke kita, makmumnya.” Kali ini Harri sambil membenarkan kainnya yang sudah mulai melorot.

“Tadi memangnya apa kesalahan imam, Har.” Kang Shihab mulai memancing.

“Ya tadi itu, Kang. Dia membaca panjang suatu yang tidak harus dibaca panjang. Masa sampeyan ndak ngeh, Kang. Wong tadi bapak disampingku kelihatan kesel dan mengulang ayatnya dengan cara yang benar dengan suara yang keras. Tahu kan?” Harri menjawab.

“Kamu pernah belajar Al-Qur’an, Har?” tanya Kang Shihab.

“Ya pernah sih, Kang. Tapi sekarang udah ndak lagi. Dulu aja saat sekolah.” Harri menjawab.

“Kamu tahu kalau dalam salah satu pembahasan mengenai ilmu membaca al-quran ada pembahasan mengenai “kesalahan membaca qur’an”?” tanya Kang Shihab.

Harri sambil sedikit membenarkan letak pecinya menjawab, “ndak tahu, Kang.”

“Oke. Kesalahan dalam membaca al-quran itu ada dua macam. Yang pertama adalah Lahnu jaali atau kesalahan yang tampak, yaitu kesalahan dalam membaca lafadz-lafadz quran yang menyalahi kaidah bahasa arab sehingga merubah makna atau arti. Kesalahan pengucapan makhrojul huruf atau merubah baris, yang seharusnya fathah menjadi kasroh, misalnya. Dan ini hukumnya HARAM. Artinya yang melakukannya akan berdosa.

“Sedangkan yang kedua adalah Lahnu Khafi yaitu kesalahan dalam baca quran yang hanya menyalahi kaidah ilmu tajwid. Seperti kesalahan menempatkan harkat atau panjang suatu bacaan. Nah jumhur ulama mengatakan hukum kesalahan ini adalah Makruh.

“Apakah kamu mengerti maksud saya, Har?” Tanya Kang Shihab setelah banyak memberikan penjelasan.

“Oh, gitu toh.” Harri mulai melepas pecinya dan mulai menggaruk-garuk kepalanya.

“Masih emosi, Har?” Ledek Kang Shihab.

“Ehm… hehe, aku belajar quran dulu sama sampeyan lah, Kang. Nanti kalau udah mahir baru ngomongin soda, eh.. dosa maksudnya…” Harri terlihat malu menjawabnya.

 
Leave a comment

Posted by on 1 March 2011 in FikSi, Uncategorized

 

Tags: , , , ,

“… and don’t run away from the book”

Malam ini sumringah. Karena apa? Karena baru saja keluar dari pintu Gramed*a. Buku-buku pun tak pernah tertinggal ketika aku harus keluar dari gerbang. Ketika telah masuk, dan keluar dengan tanpa membawa apapun? Itu seperti halnya makan namun tidak minum. Haha…

“…and don’t run away from the book “

(farid Wajdi)

 

Mau tahu apa saja yang saya dapat? Tidak banyak sih, hanya 4 (empat) buku saja. Nah ini dia (kek tema tulisan semi jorok di salah satu koran jakarta) buku-buku yang saya beli ::

Buku Berjudul "Doa"

Doa

Pertama sekali saya mengunjungi rak buku-buku agama. Mencoba jeli baca tiap rak yang aku lewati, dan akhirnya dapat lah satu buku.  Cover hitamnya membuat saya tertarik. Judulnya  “DOA” karya dari Dr. Miftah Faridl. Ketertarikan muncul karena  perbendaharaan bacaan doa saya sangat kurang selama ini. Maklum lagi mencoba nyantri lagi nih sama kehidupan… hehe

Kedua, saya coba menuju rak buku dengan genre Novel. Akhirnya dengan tidak sengaja , dan saya yakin buku itu bukan pada tempatnya yang sebenarnya, aku dapat buku dengan judul “Writer Vs Editor tulisan dari Ria N. Badaria. Coba-coba balik bukunya untuk membaca sedikit tulisan di bagian belakangnya. Seru dan membuat tangan tak ingin meletakkannya lagi ke raknya.

Writer Vs Editor - Ria N. Badaria

hidup terkadang tidak sesuai dengan apa yang direncanakan… Kalimat yang tepat untuk menggambarkan kehidupan Nuna R. Mirja, bekerja sebagai pegawai swalayan padahal bercita-citamenjadi penulis. Nuna menyebutnya sebagai “pelencengan rencana hidup”.

Berkali-kali menerima penolakan dari berbagai penerbit atas naskahnya sudah cukup menjadi alasan Nuna untuk melupakan cita-citanya. Hingga ia menerima surat dari salah satu penerbit yang menyatakan naskahnya layak untuk diterbitkan. Sepucuk surat yang membuat Nuna berpikir hidupnya akan mulai berjalan sesuai rencana.

Sayangnya dia salah….

NONADITA - Gratis keliling indonesia & belajar di luar negeri karena blog

Buku ketiga saya dapatkan di rak dengan kategori  buku-buku internet. Sempat berkali-kali memilih satu-dua buku dengan serius, dan akhirnya…. Aku dapatkan sebuah buku yang berjudul “Gratis Keliling Indonesia dan Belajar di Luar Negeri Karena Blog”. Ini karyanya Nonadita.  Awalnya bertandang ke rak itu adalah ingin coba aktif lagi di dunia Blog.  Dan semoga berharap sekali buku ini bisa jadi Trigger buat mulai lagi (keknya sering dejavu dengan rasa ini, tapi jarang sekali teralisasi.. hihihi)

Nulis di Blog? Bisa aja! Gratis kelilinag indonesia dan Belajar di Amerika hanya karena suka nulis Blog? Kok bisa?

Ya,Anandita Puspitasari atau yang dikenal Nonadita telah membuktikannya. Berkat Blog ia memperoleh banyak pernghargaan, hadiah, bahkan bisa keliling Indonesia dan belajar di luar negeri. Gratis!!

Toko Ilmu Pengetahuan :: Fisika Ilmu Bumi

Dan terakhir, dan ini yang sangat diluar kebiasaanku. Sambil jalan menuju ke kasir, aku melihat di rak buku pengetahuan, “Fisika dan Ilmu Bumi” buku yang diatas judulnya tertuliskan “Toko Ilmu Pengetahuan”.  Buku ini karyanya Jeon Min-Hee  asal Korea. Dengan sedikit melihat dari cover-nya akhirnya dengan sedikit memicingkan mata saat melihat harganya, akupun tak bisa melepaskannya lagi. Jadilah ia masuk ke dalam tumpukan buku yang tadi lebih dahulu saya bawa.

“Toko ilmu pengetahuan yang menjual pengetahuan yang lezat, sungguh sebuah terobosan bisnis baru!”

Dan itulah buku-buku yang aku dapat malam ini. Semoga aja semuanya bisa dibaca, hihihi…

Malam ini sumringah.  Karena apa? Karena  baru saja keluar dari pintu Gramed*a.  Buku-buku pun tak pernah tertinggal ketika aku harus keluar dari gerbang. Ketika telah masuk, dan keluar dengan tanpa membawa apapun? Itu seperti halnya makan namun tidak minum. Haha…
 
2 Comments

Posted by on 1 March 2011 in Buku, Coretan, Other, Uncategorized

 

Tags:

Aku ingin menulis sebuah puisi

Namun, sedari tadi di sini. Mengaduk-aduk imaji yang ingin dikaitkan tinggi. Masih sepi, tak ada suara. Bahkan angin saja enggan membisikkan kata. Malah, aku seperti dikutuki nafas, “makan tuh sepi!”

Di sini, masih sedari tadi. Kupaksakan saja. Mulai kupilah kata-kata yang tepat atau mendekati. Sedikit untuk menggambar pemandangan hati. Paling tidak menghibur dan menyelisihi nafas yang tadi mengutuk. Namun entah, mengapa yang muncul hanya kata-kata “sepi”, “sendiri”, “hampa”, dan “kosong”

Bernafas sebentar, dan ingin ku buang jauh-jauh kata-kata itu. Menguncinya dalam almari kayu jati. Lalu kuncinya kupatahkan dan kubuang pada sungai yang mengalir.  Biar.., biar mereka tak perlu ada lagi. Mereka tak perlu kembali.

Tapi…, – oh lagi-lagi kata “tapi”, aku paling tidak suka menggunakan kata ini setalah ku berikrar.  Tapi, – menyerahlah aku, dan aku harus menggunakan kata ini lagi-, sepertinya tak ada lagi kata disakuku untuk kukeluarkan, kecuali kata-kata itu. Sudahlah, aku  mengaku saja. Aku kalah. Kalah dan kini aku dikurung oleh jeruji kata-kata tadi. Dan maaf pada seseorang yang bilang “Saudara, merasa menang dan kalah pun adalah sebuah pilihan, salam super!”.

Huft…, padahal, aku hanya ingin membuat puisi. Paling tidak sebait saja. Puisi yang bagiku bisa melembutkan hati dan mencerdaskan sisi emosional dan spritual. Puisi yang bagiku dapat mendakikan aku ke puncak ekstasi. Ya…, Hanya itu saja.

Tapi…, - ah lagi-lagi -

===

Meja Kantor, 08 Februari 2011

 

 
Leave a comment

Posted by on 8 February 2011 in Coretan, Puisi, Uncategorized

 

Tags: , ,

Mesjiidku Dahulu…

dahulu, mesjid ini menjadi saksi saat aku dan
teman-teman masa kecilku mulai dikenali dan
mengenal shalat

dahulu, mesjid ini juga menjadi saksi, kala
shalat kami selalu diwarnai dengan canda dan
tawa, layaknya bermain

dahulu, mesjid ini pula yang menyaksikan tingkah
kami di Jumat siang kala menghabiskan waktu
dipelatarannya, bercandatertawa riang ditengah
khatib dengan khutbahnya, bahkan sering terlelap
ketika imam telah memulai mengangkat tangannya
dalam takbir

dan memang dahulu, di mesjid ini, tempat kami
menghabiskan waktu bersama, bermain sekaligus
belajar berdekatan denganMu, Tuhan

yah, inilah mesjidku dahulu, yang saat ini, di Jumat ini,
tak pernah menjadi asing bagiku. Meski telah lama aku tak
menginjakkan kakiku lagi di sini, di mesjidku dahulu.

(Menjelang adzan Shalat Jumat di Mesjid Al-Hikmah, 28/05/2010)

 
Leave a comment

Posted by on 28 May 2010 in Puisi, Uncategorized

 

Sesederhana Cintaku…

Kau tanyakan padaku. Ditengah
peraduan kesadaran. Tentang batasan
yang tak membatas. Akan apa artinya
cinta menurutku.

Kau ingin tahu cinta bagiku? Sederhana saja. Dimana
ada rasa menggebu dalam dirimu. Menceritakan
semua hal kecil dihari-harimu. Juga cerita besar
yang memang sangat berharga
untuk kau bagi. Setiap waktu, setiap hari.
Hanya padanya, pada dia yang
kau jatuhkan setengah mati rasamu padanya.

 
1 Comment

Posted by on 25 May 2010 in Puisi, Uncategorized

 

Tags: , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.