RSS

Category Archives: download

Berdakwah dengan Akhlak Mulia

Sambil istirahat karena kegiatan melelahkan 3 hari kemarin di puncak Gunung Gede – Bogor, Ana melihat kajian yang sangat bagus. Sebuah kajian yang ditayangkan pada INSAN TV. Sebuah kajian yang dibawakan oleh Ustadz Abdullah Zein, Lc., M.A. yang bertemakan “Berdakwah dengan Akhlak Mulia”. Namun yang membuat menarik pula, diujung kajiannya beliau menyebutkan akan mengupload makalahnya di http://tunasilmu.com/.

Langsung saja ana cari dari website yang disebutkannya dan juga melalui mesin pencari google. Akhirnya ana menemukan e-booknya. Ini adalah sebuah makalah yang bagus buat teman-teman pendakwah.

Ebook Berdakwah dengan Akhlak Mulia

Berikut ini saya nukil sedikit dari pembukaan makalahnya :

Sebuah renungan dari sepenggal kisah nyata

Beberapa saat lalu, penulis diceritai adik ipar kisah seorang mantan preman yang mendapatkan hidayah mengenal manhaj salaf. Katanya, dulu ketika masih preman, ia amat dibenci masyarakat kampungnya; karena ke-rese-annya; gemar mabuk, berjudi, mengganggu orang lain dan seabrek perilaku negatif lain yang merugikan masyarakat. Namun, tidak ada seorangpun yang berani menegurnya; karena takut mendapatkan hadiah bogem mentah.

Dengan berjalannya waktu, Allah ta’ala berkenan mengaruniakan hidayah kepada orang tersebut. Dia mengenal ajaran Ahlus Sunnah dan intens dengan manhaj salaf. Namun demikian, setelah ia berubah menjadi orang yang salih dan alim, ia tidak kemudian disenangi masyarakatnya, malahan mereka tetap membencinya. Padahal ia tidak lagi mempraktikkan tindak-tindak kepremanannya yang dulu. Bahkan, kalau dulu masyarakatnya tidak berani menegurnya, sekarang malah berani memarahinya, bahkan menyidangnya pula.

Apa pasalnya? Ternyata kebencian tersebut dipicu dari sikap kaku dan keras orang tersebut, juga kekurangpiawaiannya dalam membawa diri di masyarakat.

Dulu dibenci karena kepremanannya, sekarang dibenci karena ‘kesalihan’nya…

Haruskah orang yang menganut manhaj salaf dibenci masyarakatnya? Apakah itu merupakan sebuah resiko yang tidak terelakkan? Adakah kiat khusus untuk menghindari hal tersebut atau paling tidak meminimalisirnya?

Memang betul seorang yang teguh memegang kebenaran, ia akan menghadapi tantangan. Sedangkan di zaman Rasul shallallahu ‘alahi wa sallam dan kurun ulama salaf saja, ada tantangan bagi pengusung kebenaran, apalagi di akhir zaman ini, di mana kejahatan lebih mendominasi dunia dibanding kebaikan.

Namun yang perlu menjadi catatan di sini, apakah kebencian yang muncul di banyak masyarakat kepada para pengikut manhaj salaf, murni diakibatkan kekokohan mereka dalam berpegang teguh terhadap prinsip, atau dikarenakan kekurangbisaan mereka dalam membawa diri, kekurangpiawaian dalam menjelaskan prinsip dan kekurangpandaian dalam menetralisir pandangan miring masyarakat terhadap prinsip-prinsip Ahlus Sunnah dengan penerapan akhlak mulia? Atau mungkin juga karena enggan melakukan sesuatu yang dikira terlarang, padahal sebenarnya boleh atau justru disyariatkan?

Dan untuk membaca lengkap kajiannya, silahkan untuk mendownload ebooknya :

Ebook – Berdakwah dengan Akhlak Mulia

Pesan Ana: Jangan melihat dengan perbedaan “manhaj” yang berbeda, melainkan kita lihat bagaimana seharusnya pendakwah yang baik agar islam menjadi sebuah idaman dimasa sekarang dan mendatang.

Semoga bermanfaat, Ikhwah fillah…

=============================

sumber :

1. http://tunasilmu.com/

2. http://konsultasisyariah.com/

 
2 Comments

Posted by on 26 December 2011 in Coretan, download, Serial-Motivasi

 

Tags: , , , , , ,

Mari Ikhwah, Kita Baca dan Dengarkan Surat An-Nazi’aat…

Ikhwah, Apakah kalian familiar dengan nama surat An-Naziaat? sebuah surat dalam Al-Quran. Seringkah ayat-ayat pada surat itu kita temui dalam kehidupan sibuk kita? Mungkin kebanyakan dari kita sering juga membacanya, mungkin sebagian kecil saja yang asing dengan surat itu.

Teman, tahukah kalian, dan cobalah sedikit untuk membukanya di sedikit waktu luangmu. Sebentar saja. Lantas bukalah, dan mulailah membacanya. Jangan terburu-buru, sedikit santai saja. Coba manfaatkan benar kala itu, kala kalian dalam waktu luang kalian dan saat al-quran berterjemah ada ditangan kalian, saat ini, ya saat ini.

Berusahalah dalam keadaan tenang. Sekali lagi, jangan terburu-buru. Tenanglah. Muali baca ayat pertama, lalu… kedua, ketiga, dan seterusnya. Dan selisihi setiap ayatnya dengan membaca terjemahnya. Baca artinya. Camkan setiap katanya. Jangan sampai terlewat sedikitpun. Bacalah, dan bacalah terus, wahai Ikhawah… Kalau perlu menangislah kala kau mulai tersentuh dalam mebacanya. Kala kalian mulai merasakan ada sesuatu yang kamu takuti. Menangislah, dan jangan engkau tahan jatuhnya air matamu. Dan, Selamat menikmati ketakutan dan kekhawatiranmu, tapi yakinlah, ada Allah selalu bersamamu…

Atau kalau kalian tidak mempunyai waktu untuk membuka Kitabullah, dengarkanlah ini, Ikhwah,,, hanya cukup mendengarkannya saja.

Download : Annaziaat (Malaikat yang mencabut nyawa)

=====

Disebut dengan An Naziaat, karena dimulai dengan ungkapan tersebut, artinya para malaikat yang mencabut nyawa anak-anak Adam. Adapun hubungan surat An Naziaat dengan surat An Naba’ sebelumnya adalah kesamaan tema di mana masing-masing sama-sama menegaskan akan terjadinya hari kebangkitan (Kiamat) sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Ringkasan surat An Naziaat sebagai berikut:

1. (ayat:1-5) Pembukaan, di dalamnya Allah bersumpah dengan: (a) Malaikat yang meLncabut ruh orang-orang kafir dengan keras, membuat orang-orang kafir itu tersiksa dan merasa sakit. (b) Malaikat yang mencabut nyawa orang-orang mukmin dengan lembut (c) Malaikat yang turun dari langit dengan cepat mendahului ruh-ruh orang mukmin menuju surga(d) Malaikat yang mengatur segala sesuatu untuk memenuhi kebutuhan penduduk bumi.

2. (ayat: 6-14) Allah menegaskan dengan sumpahnya bahwa Hari Kiamat pasti terjadi, dibuka dengan tiupan sangkakala, dan pada saat itu orang-orang kafir ketakutan, mereka menyesal mengapa selama di dunia tidak mentaati Allah. Mereka merasa rugi, telah membuang-buang waktu dalam pekerjaan tidak ada gunanya.

3. (ayat: 15-26) Allah menghibur Rasulullah dengan kisah Nabi Musa saat menghadapi Firaun. Supaya hatinya tidak sedih ketika melihat orang-orang Kafir Makkah tidak beriman dan mendustakan risalahnya. Pada kesempatan ini seakan Allah berfirman: Wahai Muhammad bukan hanya kamu yang ditolak dan dilawan oleh orang-orang kafir, Musa dulu juga pernah dilawan oleh Fir’aun. Dan Fir’aun perlawanannya lebih sadis lagi, karena tingkat kekafirannya telah mencapai puncak, perhatikan ia berkata ” Aku Tuhanmu yang paling tinggi”. Kisah ini juga bekal bagi para penerus perjuangan Rasulullah di setiap tempat dan zaman, sehingga ia tidak merasa sedih saat menghadapi tantangan.

4. (ayat: 27-33) Allah menyebutkan bukti-bukti kekuasaannya, agar tidak muncul lagi pribadi seperti Fir’aun yang mengingkari kebenaran. Dalam hal ini Allah menantang: buktikan mana lebih sulit menciptakan langit atau menciptakan kamu? Siapa yang mengangkat langit seluas ini tanpa tiang? Siapa yang mendatangkan malam dan siang? Seandainya semuanya malam apa yang akan terjadi pada kamu? Begitu juga sebaliknya? Siapa yang membuat bumi menghampar? Membuat gunung sebagai pasak sehingga bumi ini tegak dengan seimbang? Memancarkan air dan lain sebagainya? Siapa? Ayo jawab kamu atau Aku? Masihkah kau akan sombong? Merasa bisa segalanya. Lalu tidak mau beriman kapadaKu? Masihkah tidak percaya atas kemampuanku untuk membangkitkan kamu kembali setelah mati?

5. (ayat: 34-41) Allah menggambarkan bagaimana keadaan manusia pada saat Hari Kiamat tiba: Pada waktu itu manusia mulai mengingat masa lalunya ketika api neraka benar-benat ditampakkan didepan hidungnya. Masing-masing mulai siap-siap mempertanggungjawabkan sekecil apapun yang pernah ia lakukan selama di dunia. Sebab ternyata semua amal terdaftar secara rapi. Tidak ada amal sekecil atom atau lebih kecil lagi (baca: dzarrah) yang terlewatkan. Lalu Allah membagi manusia dua golongan: (a) golongan orang-orang yang dulunya tidak mau ikut ajaran Allah, tunduk pada hawa nafsu dan kepentingan dunia, mereka itu ahli neraka Jahim (b) golongan orang-orang yang dulunya taat kepada Allah dan menahan hawa nafsunya dari perbuatan maksiat, mereka itu penduduk surga.

6. (ayat: 42-46) Allah menutup surat ini dengan kisah perbuatan orang kafir Makkah yang mengejek Rasulullah dengan bertanya-tanya kapan Muhammad Hari kiamat yang kau janjikan akan terjadi? (Mirip dengan pembukaan surat An Naba’). Tapi Allah segera mengajarkan Rasulullah: wahai Muhammad itu bukan tugasmu menjawab mengenai waktu Kiamat, karena hanya Aku yang tahu. Tugasmu hanya menyampaikan risalah dan ajaran dariKu supaya mereka tahu bahwa Kiamat pasti dan pasti terjadi dalam sekejap dan dalam waktu yang sangat singkat, seperti perubahan dari waktu siang ke malam hari. [aff] (intisari Annaziaat di unduh dari http://www.al-ikhwan.net/2006/03/59/intisari-surat-an-naziaat-malaikat-malaikat-pencabut-nyawa/)

 
Leave a comment

Posted by on 6 December 2011 in Coretan, download, Qur'an

 

Tags: , , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 428 other followers

%d bloggers like this: