08
Nov
09

“Aamiin” vs “Ngaamiin”

Harri (H): Kang, Pak Bambang itu saat menjawab “amin” dalam shalat jemaah sangat mengganggu kedengerannya.

Kang Shihab (KS): Maksudnya?

H: Pak Bambang melafazkannya bukan “aamiin” tapi “ngaamiin”.

KS: Yo biar saja.

H: Lah kan artinya beda, Kang.

KS: Lafaz memang penting, tapi lebih penting keikhlasan saat mengucapkannya. Malah sepertinya dia lebih ikhlas dari kamu, Har.

H: Loh kok Akang bisa ngomong gitu?

KS: Lah, buktinya saat ngucap “aamiin” kamu malah sibuk nyalahin Pak Bambang.


0 Tanggapan ke ““Aamiin” vs “Ngaamiin””



  1. Belum Ada Tanggapan

Tinggalkan Balasan