RSS

Monthly Archives: July 2009

Sajak, Tanpa Ide

foto-86Pena, kertas putih dan Harri hanya saling memandang malam itu. Harri terbangun pagi sekali, disepertiga malam.

“Mas Harri kenapa termenung? Aku dan kertas putih sudah siap untuk kau gunakan.” Pena hitam yang biasa digunakan Harri dalam menuliskan ide-ide besarnya bertanya.

“Iya, kenapa kamu tidak langsung menulis seperti biasanya, Mas Harri?” Kali ini kertas putih yang bertanya.

Dan Harri masih saja termenung. Ia seperti tidak menghiraukan pertanyaan-pertanyaan sahabatnya.

Namun tidak berselang lama ia mengambil penanya dan menulis,

Begitu suci ide itu.
Ah, aku tidak ditemaninya digelap ini…

Menerima tugasnya, pena dan kertas putih gembira sekali dan saling memandang. Kertas putih pun berujar, “Sajak yang indah!”.

 
3 Comments

Posted by on 29 July 2009 in Coretan, FikSi

 

Kencing Sembarangan

k31Setelah memenuhi hajat buang air kecil , Harri tampak termenung di sebuah taman kota. Ia duduk disebuah kursi panjang dibawah pohon tua yang rindang.

“Apakah kamu senang menjadi pohon?” Tanya Harri kepada pohon tua.

“Seandainya Tuhan dulu memberikan aku pilihan, mungkin aku akan memilih menjadi hantu.” Jawab pohon.

“Kenapa begitu? Itu artinya kamu tidak bersyukur.” Tanya Harri penasaran.

“Kalau aku jadi hantu, aku akan jaga pohon-pohon tua seperti diriku dari ulah orang-orang yang mengencinginya, seperti dirimu.” Jawab pohon tua itu agak kesal. Harri pun hanya terdiam.

 
1 Comment

Posted by on 28 July 2009 in FikSi

 

Langgar

iSurau“Cak, sudah masuk zuhur nih, yuk kita shalat.” Ajak Harri kepada Cak Duloh ketika berkunjung ke rumah temannya itu.

“Yuk, kita shalat di mesjid aja yak, disebrang jalan.” Jawab Cak Dulloh.

“Ajak sekalian aja adikmu itu, Cak!” Usul Harri.

“Dia paling di-langgar shalatnya.” Jelas Cak Dulloh.

“Astagfirullah, kok tidak dinasehati tah, Cak.” Tanya Harri.

“Kenapa musti dinasehati, Har?” Cak Dulloh bertanya agak bingung.

“Lah sering melanggar shalat?” Jawab Harri.

Cak Dulloh pun tersenyum dengan kesok-tahuan si Harri.

(langgar = mushallah atau surau)

 
3 Comments

Posted by on 27 July 2009 in FikSi

 

Khutbahi Orang Tidur

preacher small-756593“Aku heran, kenapa Boss begitu memuliakan manusia, lebih-lebih dibanding setan.” Dua malaikat sedang bercengkrama didepan sebuah mesjid yang dekat dengan rumah Harri.

“ Hus, kamu jangan ngawur, Boss kita tuh maha tahu. Celaka kamu nanti kalau bicara seperti itu.” Jawab satu malaikat yang mendengar omongan temannya.

“Lihat itu buktinya!” Malaikat yang tadi mengkritik menunjuk para jemaah yang sedang menunaikan ibadah jumatan dimesjid, “Mereka tidur saat khatib khutbah, sedangkan para setan masih terjaga dan justru terlihat segar.”

 
2 Comments

Posted by on 24 July 2009 in FikSi

 

Insomnia

insomniaSudahlah,
Kantuk saja sudah menjadi
Masih saja kau terus mencari

Sudahlah,
Ruh kau pun sudah hendak pergi
Tetap saja kebegoanmu menari

Cukupi saja,
tutup matamu tuk hadapi kematian kini.
Dan kau akan bercinta dengan sejuta bidadari

 
Leave a comment

Posted by on 24 July 2009 in Puisi

 

Harri Membatalkan Shalat Jumat

shalatHarri sedang mendirikan shalat jumat di kampungnya bersama dengan jamaah yang notabene adalah para tetangganya sendiri. Ibadah itu pun dimulai dengan maklumat dari pengurus mesjid, azan pertama, azan kedua, dan khutbah jumat, hingga akhirnya sampai pelaksanaan shalat berjamaah.

Ketika shalat berjamaah sudah berjalan memasuki rakaat kedua, Harri tiba-tiba kentut. Dan ia pun membatalkan shalatnya. Tapi dia sedikit bingung dan ragu melihat jumlah jamaah yang tidak begitu banyak saat itu. Dia coba hitung. Setelah menghitung ,Harri panik. Tanpa berpikir panjang ia langsung maju kedepan untuk memberitahu sang imam.

Ketika sampai didekat imam, “Pak kiyai…Pak kiyai… Shalatnya tidak sah, Pak kiyai.” Harri coba mengguncangkan badannya sang imam. Keadaan jamaah lainnya pun ikut bingung dengan kelakukan si Harri. Sehingga suasana di mesjid sangat tidak kondusif.

“Pak Kiyai, Pak Kiyai…. Maaf, shalatnya tidak sah.” Lanjut Harri.

Pak Kiyai yang tadinya sabar dan berusaha menenangkan dirinya, masih di dalam shalatnya, akhirnya merasa kesal dengan kelakuan Harri, “KAMU KENAPA SIH???”, dengan sedikit membentak, pak kiyai pun kehilangan kesabarannya. Semua jamaah pun kaget mendengar bentakan pak kiyai yang masih dengan mikrofon menggantung saku bajunya. Shalat pun batal.

“Maaf Pak kiyai, shalat jumatnya tidak sah.” Jelas Harri kepada Pak Kiyai.

“Memang kenapa?” Tanya Pak KIyai.

“Aku Kentut, Pak KIyai.”

“Lalu kenapa?”

“Setelah saya hitung tadi, ternyata Jumlah jemaahnya jadi tinggal 39 orang, Pak Kiyai.” sambil menggaruk-garuk kepalanya, Harri menjawabnya dengan lugu.

(Syarat sah shalat jumat menurut Imam Syafi‘i dan Ahmad bin Hanbal minimal harus ada 40 orang penduduk setempat untuk melakukan sholat Jumat.)

 
7 Comments

Posted by on 21 July 2009 in FikSi

 

Tugas Besar

rje0272l“Hei malaikat, mau kemana kamu?” tanya harri kepada malaikat maut yang hendak pergi.

“Sebentar. Aku punya tugas besar.” Jawab Malaikat.

“Tugas besar apa?” teriak Harri.

“Nanti juga kamu tahu.” Jawab malaikat lagi.

Tidak lama kemudian malaikat kembali, “Aku heran dengan tugas besar ini…!?” Gerutu malakat kepada Harri.

“Loh, memangnya kenapa ?” Tanya harri.

“Ada dua orang meninggal yang tidak ada dicatatanku.” jelas malaikat

“Mungkin ia meninggal bunuh diri?” Tanya Harri

“Mungkin sih. Tapi kenapa ia ada ditempat itu? Ah sudahlah, aku harus melapor ke bos dulu, sampai ketemu lagi..” Malaikat pergi dengan sedikit tergesa-gesa.

“Hei tunggu, kamu belum cerita tugas besar apa tadi…” Teriak Harri. Namun Malaikat telah terlalu jauh untuk mendengarnya.

TIdak lama kemudian ia melilhat berita di sebuah televisi. “ADA BOM MELEDAK DI JAKARTA! BOM BUNUH DIRI! DAN BANYAK KORBAN YANG TEWAS!”

====

Turut mengutuk kejadian peledakan bom di JW Marriot & Ritz Carlton Jakarta!

 
Leave a comment

Posted by on 18 July 2009 in FikSi

 

Perawat Laki-Laki

ap99_serial_nurseHarri sedang menunggu bapaknya yang seang sakit di rumah sakit. Ketika sedang santai-santai menunggu sambil menonton TV, datanglah seorang perawat laki-laki.

Perawat laki-laki itu memeriksa orang tuanya Harri. Dari tekanan darah, gula darah, sampai suhu badan. Perawat laki-laki itu sedikit memberikan informasi kepada Harri tentang semua hal yang diperiksanya tadi. Tapi Harri hanya menjawab semuanya dengan senyum.

Akhirnya Perawat laki-laki itu pun pergi meninggalkan Harri yang masih saja diam tampak bingung. Harri pun masih saja tetap berdiri dan tampak berpikir sesuatu.

“Mas Harri?” Tanya seorang bapak yang sedang menunggu istrinya, yang berada di sebelah ranjang bapaknya Harri, “Mas Harri kenapa? ko seperti orang kebingungan gitu?”

“Pak, boleh Tanya?” Harri makin tampak seperti orang bingung, “Kalau panggil perawat wanita itu kan suster. Kalau perawat laki-laki itu panggilannya apa yah, Pak?”

 
3 Comments

Posted by on 13 July 2009 in FikSi

 

Berbagi Pesan

sms_thegadgetKetika memandang wajah ibu yang sedang terlelap tidur, HP-ku berbunyi tanda pesan masuk.

“Berbahagialah/bersyukur ketika ortu sakit masih bisa mengurus/merawatnya. Saya, ortu sakit  sudah 3 hari muntah/sesak nafas cuma bisa meratap aja.”

Aku jawab,

“Yang terpenting sampeyan masih sehat sehingga masih mampu mendawamkan doa buat ortu diberbagai kesempatan. Itu yang terpenting.”

Teman disebrang sana membalas pesan lagi,

“Mendawamkan doa dan ada disamping ibu. Ketika dibayangkan pada masa kecil kita, bagaimana ortu mengurus kita…,”

Dan aku pun kembali membalas pesannya,

“Belum tentu berada disampingnya adalah hal terbaik. ah, tuhan selalu punya rahasia.”

====

“Rid, haus…” Ibu terbangun dan memanggil saya untuk meminta minum.

 
Leave a comment

Posted by on 13 July 2009 in Coretan

 

Belah Duren

cartoon-boy-durianHarri baru saja menjadi pengantin pada pagi tadi. Dan hari sudah semakin malam, lalu tibalah malam pertama baginya dengan sang istri.

“Sedang apa, Mas?” Sang istri bertanya kepada Harri, sambil sedikit membersihkan ranjang baru mereka.

“Menunggu tukang duren, Dek.” jawab Harri.

“Loh memangnya lagi kepingin makan duren, Mas?”

Ngga sih, Dek.” Jawab Harri sambil melihat-lihat keluar melalui jendela menunggu tukang duren muncul, “cuma, kata orang tua-orang tua kita, yang paling nikmat saat malam pertama adalah ketika suami dan istri itu melakukan belah duren, Dek. Jadi, Mas mau coba.”

Sang istri pun terdiam mematung.

 
Leave a comment

Posted by on 13 July 2009 in FikSi

 

Tags: , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 428 other followers

%d bloggers like this: