RSS

Monthly Archives: June 2009

Saat King of Pop dan Raja Dangdut Berjudi

King of Pop : Lihat, ternyata banyak sekali yang masih mencintaiku, setelah kematianku.

Raja Dangdut : Ah, aku berani TARUHAN, semua itu hanya sementara. Coba kita lihat beberapa lama kedepan, aku yakin namamu akan hilang dan tak akan terdengar lagi.

King of Pop : Terlalu…..! aku tidak ingin berjudi. Karena judi, meracuni kehidupan. Judi meracuni keimanan. Pasti karena perjudian, orang malas dibuai harapan. Pasti karena perjudian, perdukunan ramai menyesatkan.

 
1 Comment

Posted by on 29 June 2009 in FikSi

 

tuhan-pun terdiam

Hari persidangan tiba. Dua malaikat berdebat di depan sang hakim, Tuhan.

“Baginda hakim, sudah sepantasnya orang ini masuk ke dalam penjara neraka.” Malaikat pencatat amal buruk mengemukakan pendapat.

“Maaf baginda, saya kira tidak benar kalau harus seperti itu.” Malaikat pencatat amal baik juga mengeluarkan pendapatnya.

“Mohon maaf baginda, Ini sudah jelas. Orang ini adalah orang yang tidak ikut pada agamamu. Jadi jelas, ia harus ikut kami ke dalam penjara neraka, apapun alasannya.” Malaikat yang pertama memberi alasan.

Sang hakim hampir setuju dan hendak memukul palu tanda memutuskan kemenangan bagi malaikat pertama tadi.

“Tunggu baginda hakim,” Malaikat pencatat amal baik coba menghalangi, “Dalam catatan saya, orang ini pernah memberi makan tetangganya yang miskin saat kelaparan dan hampir meninggal. Bukankah itu salah satu inti dari ajaran agamamu?” Semua audience dipersidangan terdiam, begitu juga dengan sang hakim.

Saat suasana masih hening, malaikat itu melanjutkan, “Dan…. saya hanya tidak tega jika harus melihat orang baik seperti dia masuk ke dalam penjara nerakamu, Tuhan.”

Dan hakim pun makin terdiam.

 
1 Comment

Posted by on 29 June 2009 in FikSi

 

Kabar

Aku mendapat kabar siang ini, Ibu jatuh di depan toko buah sebrang. Langsung saja panik menghantui.

Masih belum hilang rasa panik itu, aku terima kabar sore setelah siang tadi, nanti pulang bawa buah pear. ibu sudah mendingan. Tiba-tiba rasa syukur bergelayut di hati.

 
Leave a comment

Posted by on 26 June 2009 in Coretan

 

Doa si Kaya dan si Miskin

Malam hari. Di rumah keluarga kaya di persimpangan jalan berportal.

“Dek, cepat tidur ya! Tapi jangan lupa berdoa terlebih dahulu. Dan doakan juga buat mom, dad, dan adek sendiri.” Seorang perempuan muda dikamar anak satu-satunya.

“iya, Mom!” sang anak terlebih dahulu menarik selimut untuk menutupi tubuh mungilnya hingga berbaring sempurna bersamaan dengan keluarnya sang ibu dari kamar anaknya.

“Ya Tuhanku, jadikanlah kami sekeluarga termasuk orang-orang yang diampuni segala dosa dan penuh dengan rasa syukur dengan apa yang kami miliki. Jadikanlah esok hari adalah hari yang terbaik buat kami sekeluarga. Amin”

Malam hari. Di sebuah kolong jembatan.

“Mak, apakah doa kita yang miskin ini akan didengar Tuhan?”

“Tentu saja, Nak. Tuhan itu bukan milik orang kaya saja, tapi juga yang miskin. Dan tentu saja akan mendengarkan doa yang kita panjatkan, asal dengan niat yang tulus dan penuh harap.”

“Oh. Kalau begitu, sebelum tidur aku ingin berdoa, Mak.”

“Bagus, Nak,” sang ibu sambil melipat kardus yang ia punya untuk dijadikan sekedar bantal buat si anak tidur, “tapi jangan keras-keras yah, dalam hati saja, nanti tetangga kita dengar, dan kita punya saingan.”

“iya, Bu,” Sang anak merebahkan tubuhnya dan mengganjal kepalanya dengan hasil lipatan kardus sang ibu seraya berdoa dalam hati, “Ya Tuhanku, Jadikanlah esok hari yang terbaik buat kami. Jadikanlah orang kaya yang tinggal dipersimpangan jalan berportal itu selalu membuang sisa makanan yang enak-enak. Dan jadikanlah mereka selalu tidak menghargai rezekiMu, sehingga kami akan selalu dapat mengais di bak sampahnya, dan dapat makan untuk mengisi kosongnya perut kami hari ini. Amin!”

 
Leave a comment

Posted by on 24 June 2009 in Cerpen

 

Milik

Sungguh cerdas dendangan Al-Ahnaf bin Qais, “Engkau milik harta jika ia Engkau tahan, sedang jika Engkau menafkahkannya, maka harta menjadi milikmu.”

Ah, masihkah kita merasa kaya dengan harta berlimpah yang hanya kita kumpulkan?

 
Leave a comment

Posted by on 21 June 2009 in Quote

 

Air Mata

Alangkah sedihnya, dikala kau merasa berlumur dosa namun tak dapat menjatuhkan sedikitpun air mata.

 
Leave a comment

Posted by on 19 June 2009 in Quote

 

Malaikat & Pena

Ketika hari penghisaban, tuhan disodorkan draft KEPHAN (KEPutusan tuHAN) a.n. Sueb bin Mujeni oleh malaikat diruangannya.

“Loh, setahu saya orang ini sangat baik ibadahnya, walau masa remajanya dahulu senang mencuri dan berbuat buruk. Bukannya ia telah taubat dan selalu mendawamkan amal baik pada sisa hidupnya? Kenapa sangat sedikit sekali amal baiknya dibanding amal buruknya?” Tanya tuhan kepada malaikat pengantar draft KEPHAN tadi.

“ Maaf, Pak tuhan”, malaikat itu menjawab dengan sedikit malu, “tinta pena untuk mencatat amal-amalnya telah habis, persis sehari setelah dia taubat”

“loh, kok bisa begitu?” Tanya tuhan kepada malaikatnya.

“ya… itu tadi, Pak tuhan. Itu karena tinta penanya terlalu banyak untuk mencatat amal buruknya.”

 
Leave a comment

Posted by on 18 June 2009 in FikSi

 

KCB : Ketika Cokro Ber-haji

Suatu hari di alam akhirat. Ada seorang bapak tua bertitel haji yang memegang selembar kertas bertuliskan angka 999.

“nomor 999, Bapak Cokro…?!”, bapak tua itu langsung berdiri dan meninggalkan tempat duduknya semula untuk menghadap Tuhan. Namun sebelum bertemu dengan Tuhan, ia harus melewati meja malaikat yang memanggilnya tadi.

“Saya, Pak!”, Bapak itu terlebih dahulu menghampiri malaikat yang memanggilnya, dan mencoba membisikkan sesuatu, “maaf Pak, nama saya tadi kurang lengkap.”

“Loh, jelas-jelas disini tertera nama ‘Cokro’ saja, kurang lengkap apa?” Malaikat menjawab sambil menunjukkan Buku Besar yang berisikan list penduduk dunia.

Kok tidak disebutkan ‘Haji’-nya, Pak Malaikat? Kan saya sudah naik haji!?” bisik Haji Cokro.

 
Leave a comment

Posted by on 18 June 2009 in FikSi

 

Rutinitas

Rutinitas hanya akan membuat air menjadi es, dan angin menjadi kentut

 
1 Comment

Posted by on 17 June 2009 in Quote

 

Saya, Sejarah, dan Menulis

Bingung. Tak tahu harus mulai dari mana untuk, lagi, mengumpulkan keberanian menulis.

Buntu. Tak ada ide. Ide yang bisa mengalirkan tinta untuk membentuk lukisan jajaran huruf yang memberikan arti.

Kosong. Seperti tak ada keinginan, meskipun iri melihat ide-ide orang lain terpahatkan dalam tulisan-tulisan mereka.

Harus. Yah, harus menulis. Untuk membentuk sejarah. Meski dengan tulisan singkat dan cetek ide. Karena sejarah adalah sangat penting, paling tidak, untuk menjadi bahan cerita pada anak-cucu kita kelak.

 
1 Comment

Posted by on 9 June 2009 in Coretan

 

Tags: , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 427 other followers

%d bloggers like this: