RSS

… duduklah engkau dekat denganku, dan dengarlah ini …

Mario Teguh :

Engkau yang riuh tertawa untuk menggembirakan sekelilingmu, saat sebetulnya hatimu gamang dengan keraguanmu mengenai masa depan, sini … duduklah engkau dekat denganku, dan dengarlah ini …

Ketahuilah, bahwa semua keraguanmu itu adalah tabir yang memisahkan impianmu dari tindakanmu.

Semakin tubuhmu jauh dari tindakan, semakin tebal tabir keraguan itu menutupi pandanganmu.

Engkau telah sering memberitahuku bahwa Tuhan Maha Absolut, yang keinginanNya tak tertahankan oleh apa pun, yang jika Ia berkehendak agar sesuatu menjadi – maka jadilah.

Lalu, mengapakah engkau demikian khawatir bahwa yang kau lakukan akan menjamin keberhasilanmu – atau tidak, padahal engkau sendiri yang mengatakan bahwa Tuhanlah Yang Maha Penentu?

Tahukah Engkau bahwa yang kau lakukan, belum tentu yang akan dijadikan oleh Tuhan sebagai sebab dari penyejahteraanmu?

Bukankah banyak sekali kebaikan yang sedang kau nikmati, yang adalah kebaikan yang lebih besar daripada yang seharusnya pantas bagimu?

Engkau yang penunda, yang sering memanjakan rasa malas, yang masih suka mencurigai keadilan Tuhan, yang melebihkan harapan kepada manusia, benda, dan perhitungan – daripada kepada Tuhan, engkau yang belum banyak mematuhi Tuhanmu, TAPI hidupmu telah dibaikkan olehNya.

Mengapakah engkau masih ragu, bahwa kesegeraan bekerja keras dalam kejujuran untuk menguntungkan sesamamu – tidak akan menaikkanmu ke kelas kehidupan yang lebih baik?

Bukankah engkau sudah dianugerahi banyak nikmat, tanpa betul-betul memantaskan diri?

Tuhanmu itu Maha Penyayang, atau jika lebih sesuai bagimu – Dia itu Maha Baik, yang sangaaat baik kepadamu, yang telah Ada merencanakan kehidupanmu, lengkap dengan naik dan turunnya dan dengan naiknya lagi – jauh sebelum penciptaan keseluruhan alam ini.

Sesungguhnya, jika kau bandingkan kekhawatiranmu itu dengan kebesaran urusan Tuhan, urusanmu itu amat sangat kecil, yang bahkan diabaikan pun tak akan diketahui oleh siapa pun.

Tapi, bagi Tuhan engkau ini besar dan penting sekali.

Kebaikan hidupmu adalah urusan utama Tuhan.

Sesungguhnya, Tuhan menjadikan urusan setiap jiwa sebagai urusan utamaNya.

Maka janganlah sekali-kali engkau merasa tak diperhatikan oleh Tuhan.

Engkau jiwa kecintaan Tuhan.

Engkau berhak untuk meminta perhatian Tuhan, sebaik hak siapa pun di bawah dan di atas langit.

Maka gantikanlah kegalauanmu mengenai masa depan, dengan keikhlasan untuk melakukan yang bisa kau lakukan, dan menyerahkan kepada Tuhan hal-hal yang berada di luar kemampuanmu.

Malam ini, baringkanlah tubuhmu yang letih memikul semua beban pikiran dan kegelisahan hatimu.

Dan tidurlah dalam naungan dan lindungan kasih sayang Tuhan.

Malam ini, damaikanlah jiwamu, agar kekuasaan Tuhan berperan lebih baik dalam hati, pikiran, dan tubuhmu saat engkau bangun dalam kesegaran esok pagi.

Engkau jiwa kecintaan Tuhan.

Mintalah apa pun, serahkan semua kekhawatiranmu, dan ikhlaslah bekerja dalam kejujuran, lalu perhatikan apa yang terjadi.

Tuhan memerintahkan keajaiban untuk melayani kerinduan hati dari jiwa yang ikhlas.

Mario Teguh – Loving you all as always

 
Leave a comment

Posted by on 4 January 2012 in Quote, Serial-Motivasi

 

Tags: ,

Doa Singkat untuk yang Berulang Tahun…

Ya Allah..panjangkanlah umurnya, kurniakanlah kesehatan yang baik padanya, terangi hatinya dengan nur pancaran iman..

Ya Allah..tetapkanlah hatinya, perluaskanlah rezekinya, dekatkanlah hatinya kepada kebaikan, jauhkanlah hatinya pada kejahatan, tunaikanlah hajatnya baik hajat dalam agama,dunia dan akhirat…

Ya Muhaimin..Jangan biarkan dirinya tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kejalanMu..

Ya Allah..kurniakanlah kepadanya kesenangan, ketenangan, kebahagiaan dan kecemerlangan hidup di dunia dan akhirat kelak..

Ya Rabbul Izzati..bahagiakanlah hatinya sebagaimana Engkau bahagiakan hati hambaMu yang lain… AMIN
to : Bayhaqi (posisi di foto: tengah)
 
Leave a comment

Posted by on 4 January 2012 in Coretan, Seri Doa

 

Tags: , ,

When Love is not Merely a Kiss…

Saat ini, masih sangat pagi. Kicau burung yang akan selalu terdengar indah, dijalan-jalan telah direnggut oleh suara deru kendaraan yang akan mengantarkan orang-orang dibaliknya untuk menghidupkan dirinya dan atau keluarganya.

Kata banyak orang, rejeki itu tidak akan kemana-mana. Entah dari mana ungkapan itu muncul, entah pula dari sisi psikologis yang bagaimana kalimat itu mengemuka. Tapi yang pasti, mungkin yang seharusnya orang tanamkan lekat-lekat dalam kepalanya, bahwa setiap orang akan selalu mencari rejeki itu dimana-mana.

Ada perbedaan diantara kalimat, ‘kalau sudah rejeki, tidak akan kemana-mana’ dengan kalimat ‘setiap orang harus mencari rejeki dimana-mana’. Dimana letak perbedaannya? Yang pertama, mengindikasikan psikologis yang pasif, sedangkan pada kalimat yang kedua, cenderung memiliki nafas psikologis yang aktif. Perbedaan keduanya bukan ingin menilai bahwa yang satu itu salah dan yang lain itu benar – karena pasif dan aktif itu, sejatinya, tidak ada hubungannya dengan nilai benar atau salah-, namun menginginkan bagaimana kita dapat introspeksi diri terhadap kalimat-kalimat yang selama ini membekas dalam lubuk hati sehingga dapat mendogma setiap laku dan langkah kita.

Deru kendaraan yang merenggut indahnya kicauan burung pada pagi ini mengindikasikan bahwa, setiap orang harus atau akan mencari rejeki untuknya dan atau keluarganya dimana-mana. Terbukti, bahwa manusia itu mengerti dalam berbuat walaupun tak selamanya mengerti dalam pengertian dibalik lakunya.

Kicau burung masih ada, dan ayam pun masih terdengar berkokok walau hanya satu atau dua yang megeluarkan suaranya. Namun disisi lain, masih saja terdengar berisik lalu-lalang suara kendaraan.

Berisik deru kendaraan pada pagi ini juga mengindikasikan sebuah cinta. Anda boleh setuju dengan saya atau pun tidak, itu terserah Anda.

Berisik deru kendaraan adalah sebuah lukisan cinta yang tak terekam dalam setiap cerita-cerita cinta pada sebuah drama atau karangan. Cinta tak selamanya tergambar pada sebuah pelukan. Cinta tak melulu berkisah pada kecemburuan. Pun cinta tak mesti divisualisasikan pada sebuah ciuman. Bahwa setiap gas yang ditarik atau yang dinjak oleh pengendara di pagi ini, pun, adalah dilatarbelakangi oleh sebuah cinta.

Pertanyaannya sekarang adalah, untuk apa dan siapa para pengendara itu menginjak atau menarik gas kendaraannya pada setiap pagi? Banyak diantara mereka, atau mungkin termasuk Anda, akan menjawab untuk mencari rejeki, dan semuanya dilakukan untuk sesuatu yang dicintainya, entah dirinya sendiri sebagai pribadi ataupun keluarga yang menunggunya selalu dirumah.

Kita punya kecintaan pada diri sendiri, oleh karena itu kita perlu menjaganya. Kita pun punya kecintaan pada istri dan anak sebagai keluarga, oleh karena itu sangat penting kita memberisikkan suasana pagi dengan suara deru kendaraan kita.

Sampai disini, saya kira kita sepakat bahwa setiap injakan atau tarikan gas kendaraan kita itu layaknya sebuah ciuman yang sangat bernilai.

#BB’s Note – dirumah kontrakan Bekasi, 051011#

repost from : http://farid-we.blogspot.com/2011/10/when-love-is-not-merely-kiss.html

 
Leave a comment

Posted by on 3 January 2012 in Coretan

 

Tags: , , , ,

Pengetahuan Tentang Sholat Dhuha dan Doa Sholat Dhuha

Saudaraku, sudahkah kalian meluangkan waktu saat permulaan siang untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.? Sudahkah kalian berdoa disaat itu? Dimana kalian dianjurkan oleh Allah SWT untuk melakukan shalat disaat itu. Yakni SHALAT DHUHA. Sebagaimana hadits Nabi :

”Allah berfirman : “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang ( Shalat Dhuha ) niscaya pasti akan Aku cukupkan kebutuhanmu pada akhir harinya “ (HR.Hakim dan Thabrani).

Saudaraku, mungkin kalian sudah mengetahui tentang shalat ini, namun masih sangat berat sekali untuk melakukannya disebabkan oleh waktu yang begitu mengikatmu, dan dunia yang menutupimu untuk melihat sedikit jendela Tuhanmu. Atau mungkin karena memang kalian belum tahu bahwa begitu dianjurkannya bagi kalian untuk menunaikannya, sebab ada kecukupan kebutuhan yang dijanjikan Tuhanmu didalamnya.

Mari saudaraku, kita sedikit menyisihkan waktu untuk mencari pengetahuan tentang shalat dhuha dan ganjaran serta manfaatnya. Berikut saya posting tentang SHALAT DHUHA.

Pengertian Shalat Dhuha

Shalat Dhuha adalah shalat sunah yang dilakukan setelah terbit matahari sampai menjelang masuk waktu zhuhur. Afdhalnya dilakukan pada pagi hari disaat matahari sedang naik ( kira-kira jam 9.00 ). Shalat Dhuha lebih dikenal dengan shalat sunah untuk memohon rizki dari Allah, berdasarkan hadits Nabi : ” Allah berfirman : “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang ( Shalat Dhuha ) niscaya pasti akan Aku cukupkan kebutuhanmu pada akhir harinya “ (HR.Hakim dan Thabrani).

Hadits Rasulullah SAW terkait Shalat Dhuha

  • Barang siapa shalat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana disurga” (H.R. Tirmiji dan Abu Majah)
  • “Siapapun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (H.R Tirmidzi)
  • “Dari Ummu Hani bahwa Rasulullah SAW shalat dhuha 8 rakaat dan bersalam tiap dua rakaat.” (HR Abu Daud)
  • “Dari Zaid bin Arqam ra. Berkata,”Nabi SAW keluar ke penduduk Quba dan mereka sedang shalat dhuha‘. Beliau bersabda,?Shalat awwabin (duha‘) berakhir hingga panas menyengat (tengah hari).” (HR Ahmad Muslim dan Tirmidzi)
  • “Rasulullah bersabda di dalam Hadits Qudsi, Allah SWT berfirman, “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat shalat dhuha, karena dengan shalat tersebut, Aku cukupkan kebutuhanmu pada sore harinya.”(HR Hakim & Thabrani)
  • “Barangsiapa yang masih berdiam diri di masjid atau tempat shalatnya setelah shalat shubuh karena melakukan i’tikaf, berzikir, dan melakukan dua rakaat shalat dhuha disertai tidak berkata sesuatu kecuali kebaikan, maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun banyaknya melebihi buih di lautan.” (HR Abu Daud)

Manfaat dan Makna Shalat Dhuha

Ada yang mengatakan bahwa shalat dhuha juga disebut shalat awwabin. Akan tetapi ada juga yang mengatakan bahwa keduanya berbeda karena shalat awwabin waktunya adalah antara maghrib dan isya.

Waktu shalat dhuha dimulai dari matahari yang mulai terangkat naik kira-kira sepenggelah dan berakhir hingga sedikit menjelang masuknya waktu zhuhur meskipun disunnahkan agar dilakukan ketika matahari agak tinggi dan panas agak terik.

Adapun diantara keutamaan atau manfaat shalat dhuha ini adalah apa yang diriwayatkan oleh Muslim, Abu Daud dan Ahmad dari Abu Dzar bahwa Rasulullah saw bersabda,”Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi. Sebab setiap kali bacaan tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh orang lain agar melakukan amal kebaikan adalah sedekah, melarang orang lain agar tidak melakukan keburukan adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu maka cukuplah mengerjakan dua rakaat shalat dhuha.”

Juga apa yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Daud dari Buraidah bahwa Rasulullah saw bersabda,”Dalam tubuh manusia itu ada 360 ruas tulang. Ia harus dikeluarkan sedekahnya untuk tiap ruas tulang tersebut.” Para sahabat bertanya,”Siapakah yang mampu melaksanakan seperti itu, wahai Rasulullah saw?” Beliau saw menjawab,”Dahak yang ada di masjid, lalu pendam ke tanah dan membuang sesuatu gangguan dari tengah jalan, maka itu berarti sebuah sedekah. Akan tetapi jika tidak mampu melakukan itu semua, cukuplah engkau mengerjakan dua rakaat shalat dhuha.”

Didalam riwayat lain oleh Bukhori dan Muslim dari Abu Hurairoh berkata,”Nabi saw kekasihku telah memberikan tiga wasiat kepadaku, yaitu berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, mengerjakan dua rakaat dhuha dan mengerjakan shalat witir terlebih dahulu sebelum tidur.”

Jumhur ulama mengatakan bahwa shalat dhuha adalah sunnah bahkan para ulama Maliki dan Syafi’i menyatakan bahwa ia adalah sunnah muakkadah berdasarkan hadits-hadits diatas. Dan dibolehkan bagi seseorang untuk tidak mengerjakannya.

Cara Melaksakan Shalat Dhuha :

Shalat Dhuha minimal dua rakaat dan maksimal duabelas rakaat, dilakukan secara Munfarid (tidak berjamaah), caranya sebagai berikut:
• Niat didalam hati berbarengan dengan Takbiratul Ihram
• “Aku niat shalat sunah Dhuha karena Allah”
• Membaca doa Iftitah
• Membaca surat al Fatihah
• Membaca satu surat didalam Alquran.Afdholnya rakaat pertama surat Asysyams dan rakaat kedua surat Allail
• Ruku’ dan membaca tasbih tiga kali
• I’tidal dan membaca bacaanya
• Sujud pertama dan membaca tasbih tiga kali
• Duduk diantara dua sujud dan membaca bacaannya
• Sujud kedua dan membaca tasbih tiga kali
• Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali. Rakaat-rakaat selanjutnya dilakukan sama seperti contoh diatas.

Bacaan Doa Sholat Dhuha Lengkap Bahasa Arab – Bahasa Indonesia dan Artinya

اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقَى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

ALLAHUMMA INNADH DHUHA-A DHUHA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ISHMATA ISHMATUKA. ALLAHUMA INKAANA RIZQI FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QARIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBADIKASH SHALIHIN.

Artinya: “Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.

(sumber : http://duniabaca.com/bacaan-doa-sholat-dhuha-bahasa-arab-latin.html dan image di unduh dari : http://elmudunya.wordpress.com/2010/06/26/panduan-keutamaan-shalat-dhuha/)

 

 
Leave a comment

Posted by on 1 January 2012 in Coretan, Hadits, Seri Doa

 

Tags: , , , , , ,

Tahun Baru, Semangat Baru, dan Posisi Ruang Kerja Baru

“Oh, ini awal tahun 2012 toh??” Begitu kata hatiku berbisik ketika aku melihat tanggalan di sudut bawah komputerku. Terkejutnya aku bukan karena tahunnya yang berganti dari 2011 menjadi bertambah satu, namun karena sebuah timing yang sangat tepat sekali. Timing perubahan dan semangat baru di tahun baru.

Yup, hari ini aku sengaja menuju kantorku dan melakukan sedikit perombakan meja dan kursi kerjaku. Sekalian juga memindahkan file didalam komputer lamaku, karena aku kebagian PC baru. Yeahhh!!! (^_^)//

Mau lihat posisi baru meja kerjaku?? monggooo… :D

Hehe… Semoga ini semangat baru, semoga ini menjadi awal yang baik, dan semoga mendapatkan hasil yang terbaik, dan semoga setiap kelu keringat yang keluar dan kerut wajah yang muncul serta tubuh yang makin menua selalu mendapat keberkahan dari Allah swt. Amin!

 
4 Comments

Posted by on 1 January 2012 in Coretan

 

Tags: , ,

Ketika Tahun Baru 2012 Masehi Menjadi Sebuah Momentum Perubahan

Sebuah postingan ini tidak bermaksud ikut larut dalam hingar bingar perayaan tahun baru masehi, namun bukan pula untuk menganggap biasa sebuah momentum yang sudah mengakar ditengah kehidupan masyarakat untuk melihat optimis sebuah masa depan.

Namun ini hanyalah postingan dalam rangka berbagi pengetahuan sejarah. Dan semoga kita bisa belajar bagaimana menyikapi sebuah sejarah terkait identitas kita dalam kehidupan kita masing-masing.

Seaandainya kamu muslim, jadikanlah setiap harimu adalah momentum perubahan. Bermuhasabahlah atas sehari yang telah lewat dan Ber-Resolusilah atas yang akan kamu jalani di depan.

Dan jangan lupa pesan Rosulullah :

Rasulullah saw bersabda: “Haasibuu qobla an tuhaasabuu.” Arti: Hisablah dirimu sebelum Allah SAWmenghisabmu.~Al Hadits~

=======================
Oleh : Fadil Abidin.
Apa yang baru di tahun baru? Cahaya matahari tetap muncul di ufuk timur dengan kecepatan 300.000 km per detik menempuah jarak 150 juta km. Kita tidak pernah menyadari bahwa cahaya matahari perlu waktu 500 detik untuk sampai ke bumi. Jadi sinar matahari yang menghangatkan tubuh kita setiap harinya, menempuh waktu sekitar 8,3 menit melewati angkasa raya sebelum sampai pada kita.
Ada yang berpendapat bahwa tahun baru adalah peristiwa kosmologis dimana planet bumi telah berevolusi mengitari matahari sekali putaran. Bumi diibaratkan pelari yang berlari melewati jalur lintasan bundar, sehingga antara garis start dan finish menjadi suatu titik pangkal yang sama.

Tapi apa yang menjadi titik pangkal dalam konsep penanggalan tersebut hanyalah garis imajiner. Tak seorang pun manusia maupun teknologi canggih yang bisa memastikan kapan waktu bermula dan kapan pula waktu akan berakhir. Sehingga manusia di tiap peradaban membuat garis waktu yang dinamakan penanggalan atau kalender dengan versinya masing-masing.

Kalender Masehi yang kini dipakai secara internasional pada awalnya bukan dipakai sebagai pembatas waktu hari, minggu, bulan dan tahun. Ia bermula dari pemujaan kepada para dewa dalam mitologi Romawi. Sistem penanggalan ini tidak mempunyai konsep dan patokan yang baku, karena jumlah hari dan bulan ditentukan oleh sang kaisar yang berkuasa. Tak jarang sang kaisar memanipulasi jumlah hari dalam setahun.

Tradisi penyambutan tahun baru sebetulnya bukan “produk baru”. Tahun baru pada awalnya adalah produk mitologi. Sejarahnya sudah terdeteksi sejak tahun 153 SM. Bangsa Romawi merayakan tahun baru untuk menghormati Dewa Janus, dalam mitologi Romawi dikenal sebagai “Dewa Permulaan dan Akhir” atau “Penjaga Pintu dan Gerbang”. Sehingga awal tahun baru dinamai bulan Januari. Janus mempunyai dua wajah : satu melihat ke masa lalu dengan wajah sedih, satunya lagi memandang ke masa depan dengan wajah berseri.

Orang-orang Romawi bila ingin melakukan permulaan suatu pekerjaan biasanya memohon pertolongan kepada Janus. Sejak itu, Janus menjadi ikon kepercayaan kuno tentang resolusi. Bangsa Romawi kerap menjadikan awal tahun baru sebagai ajang perdamaian. Masa dimana permusuhan berakhir. Lawan dirangkul, damai disebar. Pokoknya, memasuki tahun baru dengan hati lapang tanpa permusuhan. Wajah Janus yang memandang ke depan menjadi simbol semangat dan optimisme baru.

Kalender Masehi

Tahun baru sendiri tidak mutlak dimulai ketika kalender menunjukkan tanggal 1 Januari.¡¡ Tergantung kalender mana yang dipakai. Berbicara tentang sejarah kalender atau penanggalan Masehi ini memang sedikit membingungkan. Ada penanggalan ala Romawi. Satu tahun ada 10 bulan atau 304 hari. Awal tahun dinamakan bulan Maret, untuk menghormati Dewa Perang Martius. Sistem penanggalan ini tidak terlepas oleh gaya suka-suka para Kaisar Romawi. Mereka senang mengubah-ubah sistem penanggalan demi memperpanjang masa pemerintahan mereka.

Ada juga penanggalan ala Julian. Dari namanya, pencetusnya adalah Julius Caesar. Satu tahun ada 365 hari. Dihitung dari waktu yang diperlukan bumi untuk mengelilingi matahari. Nama Julius Caesar diabadikan menjadi bulan ke tujuh dengan nama bulan Juli.

Ada penanggalan ala Gregorian. Bermula ketika tahun 1582 terjadilah titik equinox, siang dan malam sama lamanya, dan baru ketahuan kalau penanggalan ala Julian tidak akurat. Ada kelebihan ¨ù hari yang tidak diperhitungkan sehingga jika diakumulasikan selama 1500 tahun mengakibatkan hari-hari besar keagamaan menjadi tidak sesuai dengan musimnya. Natal pada waktu itu sudah jatuh pada bulan April ketika musim panas yang seharusnya tiba pada awal musim dingin. Paus Gregorius XIII turun tangan dan mengeluarkan maklumat pada Konsili Nicea I, untuk membenahi sistem penanggalan yang ada. Dari situlah bermulanya kalender Gregorian yang kita gunakan sampai sekarang. Dimana setiap empat tahun sekali disebut tahun kabisat dengan jumlah 366 hari.

Yang unik adalah penyebutan nama-nama bulan dalam kalender Masehi tidak sesuai dengan arti sebenarnya. Hal ini karena pada awalnya kalender Masehi berjumlah 10 bulan, pemasukan nama Julius Caesar untuk bulan ke-7 dan Augustus Caesar untuk bulan ke-8, mengacaukan penyebutan nama-nama bulan yang telah ada sebelumnya.

Akibatnya, September yang berarti ketujuh, diambil dari bahasa Latin Septem, meski bergeser menjadi bulan ke-9 nama September tidak diganti. Oktober sama seperti September, tidak mengalami perubahan nama ketika terjadi pergeseran bulan Oktober berasal dari kata Octo yang berarti delapan menjadi bulan ke-10. November, dari bahasa Latin Novem artinya bulan kesembilan kini menjadi bulan ke-11. Desember, dari kata Decem, bahasa Latin artinya sepuluh tetapi menjadi bulan ke-12.

Lebih jauh sistim penanggalan juga terus berkembang. Jika tahun masehi sering disebut sebagai Anno Domini (A.D), maka ada sistem penanggalan Hijriyah atau Anno Hegirae (A.E). Ada juga sistim penanggalan China, kedua sistem ini penghitungannya bukan berdasarkan matahari (solar calendar), tetapi berdasarkan bulan (lunar calendar).

Tidak heran kalau yang namanya tahun baru pun tidak satu. Di Indonesia sendiri, selain tahun baru Masehi atau tahun baru internasional, ada tahun baru untuk Islam yang dikenal dengan tahun baru Hijriah (1 Muharam), tahun baru China (Imlek), dan tahun baru Hindu (tahun baru Saka) yang diawali dengan tradisi Nyepi.

Resolusi

Namun kapan pun tanggal tahun baru itu, sebenarnya tidak terlalu penting. Karena setiap hari yang kita lalui pada hakikatnya adalah tahun baru. Jauh lebih penting makna di balik setiap perayaan itu, bahwa ada saat dimana kita perlu sejenak berdiam diri untuk berkontemplasi; menengok ke belakang, kepada kehidupan yang sudah kita jalani, sambil kemudian kita menata diri untuk melangkah ke depan, kepada kehidupan yang akan kita jalani. Momen untuk beresolusi.

Resolusi adalah ketetapan hati. Seumpama target yang kita canangkan di awal langkah, untuk kemudian kelak diakhir langkah kita melakukan introspeksi dengan evaluasi. Bisa juga dibilang koridor atau pagar bagi langkah kita, supaya jelas arah tujuan, tidak terombang-ambing seperti layangan putus. Atau seperti ikan mati yang hanyut terus mengikuti arus air.

Betul, untuk membuat resolusi tidak perlu menunggu awal tahun baru. Akan tetapi tidak ada salahnya juga awal tahun dijadikan awal momentum. Sebab bagaimana pun momen itu penting sebagai titik pijak. Saat untuk mengibarkan bendera start. Mengangkat sauh, membentangkan layar dan bersiap menghadapi ombak dan badai yang menantang di depan. Pokoknya, momen untuk mulai.

Dan yang penting pula adalah adanya tekad untuk melaksanakan resolusi itu. Sebab sebaik apa pun resolusi kita, kalau itu tidak dibarengi tekad dan disiplin kuat untuk melaksanakannya, maka jadinya hanya hayalan belaka. Tahun baru harus dijadikan sebagai momentum resolusi. Apa yang sudah terjadi di tahun kemarin merupakan pelajaran besar dan bahan perenungan untuk semakin matang dan bijak dalam melangkah di tahun depan. Selamat tahun baru 2012!. ***

Penulis adalah pemerhati masalah sosial-kemasyarakatan.

 

 
Leave a comment

Posted by on 1 January 2012 in Coretan

 

Tags: , , , , , , , , ,

Anak Kecil (Balita) yang Melintas Didepanmu, Ketika Kamu Shalat

حكم مرور الطفل أمام المصلي

 السؤال : ما الحكم إذا مر طفل دون الخامسة من عمره أمامنا في الصلاة ، إذا قمنا بمنعه يزيد في المرور، أو يجلس موضع السجود ، أو على رأس المصلى خصوصاً أقل من ثلاث سنين؟ فماذا يجب عمله مع مثل هذا الطفل أفيدونا مأجورين؟

Pertanyaan, “Apa hukum lewatnya anak balita [bawah lima tahun, pent] di depan kita ketika kita sedang shalat? Jika kita larang dia malah tambah sering lewat atau duduk di tempat kita sujud atau menduduki kepala orang yang sedang shalat terlebih lagi jika usianya kurang dari tiga tahun? Apa yang harus kita lakukan terhadap anak semisal itu?”

 الجواب : الحمد لله … “الواجب رده ، لعموم الأدلة الشرعية في ذلك، ومنها قوله صلى الله عليه وسلم : ( إذا صلى أحدكم إلى شيء يستره من الناس، فأراد أحد أن يجتاز بين يديه فليدفعه ، فإن أبى فليقاتله ، فإنما هو شيطان ) متفق عليه. ومعنى (فليقاتله) : فليدفعه بقوة. والله ولى التوفيق” انتهى . “مجموع فتاوى الشيخ ابن باز” (29/327).

Jawaban:

Syaikh Ibnu Baz mengatakan, “Seharusnya kita mencegahnya karena dalil dalam masalah ini bersifat umum memerintahkan kita untuk mencegah semua yang mau lewat di depan kita saat kita sedang mengerjakan shalat. Diantaranya adalah sabda Nabi, “Jika kalian sudah shalat dengan menghadap sesuatu yang menjadi sutrahnya lalu ada seseorang yang mau melintas di hadapannya maka hendaklah dia mencegahnya. Jika dia nekat mau lewat maka tolaklah dengan kuat” [Majmu Fatawa Syaikh Ibnu Baz 29/327].

لكن .. إذا كثر مرور الطفل وصار منعه يشغل المصلي عن صلاته، فإنه يتركه حينئذ ولا ينشغل بمنعه.

Namun jika anak tersebut berulang kali lewat sehingga upaya untuk mencegahnya itu malah menyibukkan kita sehingga kita tidak fokus mengerjakan sholat maka dalam kondisi semacam ini kita biarkan saja anak tersebut sehingga kita tidak sibuk menghalanginya.

قال الحافظ ابن حجر في”فتح الباري” : “نقل ابن بطال وغيره الاتفاق على أنه لا يجوز له المشي من مكانه ليدفعه ، ولا العمل الكثير في مدافعته، لأن ذلك أشد في الصلاة من المرور” انتهى . والله أعلم

Ibnu Hajar dalam Fathul Bari mengatakan bahwa Ibnu Bathal dan selainnya menukil adanya kesepakatan ulama tentang tidak bolehnya berjalan dengan tujuan mencegah seseuatu yang mau lewat tidak pula diperbolehkan melakukan banyak gerakan dalam rangka mencegah orang yang mau lewat karena hal itu lebih jelek dari pada dilewati orang saat sholat”.

sumber: http://ustadzaris.com/anak-lewat-depan-orang-sholat

 
Leave a comment

Posted by on 26 December 2011 in Coretan, Hadits

 

Tags: , , , ,

Berdakwah dengan Akhlak Mulia

Sambil istirahat karena kegiatan melelahkan 3 hari kemarin di puncak Gunung Gede – Bogor, Ana melihat kajian yang sangat bagus. Sebuah kajian yang ditayangkan pada INSAN TV. Sebuah kajian yang dibawakan oleh Ustadz Abdullah Zein, Lc., M.A. yang bertemakan “Berdakwah dengan Akhlak Mulia”. Namun yang membuat menarik pula, diujung kajiannya beliau menyebutkan akan mengupload makalahnya di http://tunasilmu.com/.

Langsung saja ana cari dari website yang disebutkannya dan juga melalui mesin pencari google. Akhirnya ana menemukan e-booknya. Ini adalah sebuah makalah yang bagus buat teman-teman pendakwah.

Ebook Berdakwah dengan Akhlak Mulia

Berikut ini saya nukil sedikit dari pembukaan makalahnya :

Sebuah renungan dari sepenggal kisah nyata

Beberapa saat lalu, penulis diceritai adik ipar kisah seorang mantan preman yang mendapatkan hidayah mengenal manhaj salaf. Katanya, dulu ketika masih preman, ia amat dibenci masyarakat kampungnya; karena ke-rese-annya; gemar mabuk, berjudi, mengganggu orang lain dan seabrek perilaku negatif lain yang merugikan masyarakat. Namun, tidak ada seorangpun yang berani menegurnya; karena takut mendapatkan hadiah bogem mentah.

Dengan berjalannya waktu, Allah ta’ala berkenan mengaruniakan hidayah kepada orang tersebut. Dia mengenal ajaran Ahlus Sunnah dan intens dengan manhaj salaf. Namun demikian, setelah ia berubah menjadi orang yang salih dan alim, ia tidak kemudian disenangi masyarakatnya, malahan mereka tetap membencinya. Padahal ia tidak lagi mempraktikkan tindak-tindak kepremanannya yang dulu. Bahkan, kalau dulu masyarakatnya tidak berani menegurnya, sekarang malah berani memarahinya, bahkan menyidangnya pula.

Apa pasalnya? Ternyata kebencian tersebut dipicu dari sikap kaku dan keras orang tersebut, juga kekurangpiawaiannya dalam membawa diri di masyarakat.

Dulu dibenci karena kepremanannya, sekarang dibenci karena ‘kesalihan’nya…

Haruskah orang yang menganut manhaj salaf dibenci masyarakatnya? Apakah itu merupakan sebuah resiko yang tidak terelakkan? Adakah kiat khusus untuk menghindari hal tersebut atau paling tidak meminimalisirnya?

Memang betul seorang yang teguh memegang kebenaran, ia akan menghadapi tantangan. Sedangkan di zaman Rasul shallallahu ‘alahi wa sallam dan kurun ulama salaf saja, ada tantangan bagi pengusung kebenaran, apalagi di akhir zaman ini, di mana kejahatan lebih mendominasi dunia dibanding kebaikan.

Namun yang perlu menjadi catatan di sini, apakah kebencian yang muncul di banyak masyarakat kepada para pengikut manhaj salaf, murni diakibatkan kekokohan mereka dalam berpegang teguh terhadap prinsip, atau dikarenakan kekurangbisaan mereka dalam membawa diri, kekurangpiawaian dalam menjelaskan prinsip dan kekurangpandaian dalam menetralisir pandangan miring masyarakat terhadap prinsip-prinsip Ahlus Sunnah dengan penerapan akhlak mulia? Atau mungkin juga karena enggan melakukan sesuatu yang dikira terlarang, padahal sebenarnya boleh atau justru disyariatkan?

Dan untuk membaca lengkap kajiannya, silahkan untuk mendownload ebooknya :

Ebook – Berdakwah dengan Akhlak Mulia

Pesan Ana: Jangan melihat dengan perbedaan “manhaj” yang berbeda, melainkan kita lihat bagaimana seharusnya pendakwah yang baik agar islam menjadi sebuah idaman dimasa sekarang dan mendatang.

Semoga bermanfaat, Ikhwah fillah…

=============================

sumber :

1. http://tunasilmu.com/

2. http://konsultasisyariah.com/

 
2 Comments

Posted by on 26 December 2011 in Coretan, download, Serial-Motivasi

 

Tags: , , , , , ,

Gunung Gede

Sebelum naik gunung, perlu persiapan matang, cari artikel, dan inilah dia!! (^_^)
====================
Gunung Gede (2.958 m.dpl) Pangrango (3.319 m.dpl) terletak di Jawa Barat, Puncak-puncaknya akan nampak terlihat dari Cibodas, Cianjur dan Sukabumi. Gunung Pangrango berbentuk segitiga runcing, sedangkan Gunung Gede berbentuk kubah. Gunung ini sangat populer bagi para pendaki di Jawa Barat, bahkan ketenarannya sampai keluar pulau Jawa. Letusan terakhir terjadi pada tahun 1957.
Gunung Gede berada dalam ruang lingkupTaman Nasional Gede – Pangrango, gunung Gede – Pangrango adalah salah satu tempat di pulau jawa yang terbanyak curah hujannya, rata-rata pertahun mencapai 3.000 hingga 4.200 mm, saat terbaik untuk mengunjungi taman maupun pendakian adalah diantara musim kemarau sekitar juni hingga september, dimana pada saat itu curah hujan turun dibawah 100 mm. Suhu rata-rata bervariasi dari 18ºC di Cibodas, hingga kurang dari 10ºC di puncak gunung gede dan pangrango.

Rute Pendakian

Untuk melakukan pendakian Gunung Gede Pangrango, ada beberapa jalur pendakian ke puncak Gunung akan tertapi gerbang utamanya adalah dari Cibodas, yang merupakan juga tempat kantor pusat dari Taman Nasional Gede – Pangrango. Jalur terbaik adalah melalui Cibodas, karena kita dapat menikmati keindahan satwa dan beberapa tempat menarik seperti Telaga Biru, air terjun Ciberem dan Air Panas. Terutama sekali kita dapat menemukan aliran air sepanjang jalan hingga pos Kandang Badak “suatu pos persimpangan jalan antara Gunung Gede dan Pangrango”.

Jalur Cibodas

Perjalanan dimulai melalui pintu gerbang Kebon Raya Cibodas (1.425 m.dpl), dengan mengikuti jalan disamping lapangan golf, dan kemudian kita berbelok ke kiri dan menjumpai Kantor Resort TNGP Cibodas, yang merupakan gerbang TNGP, dimana kita mendaftar dan membayar tiket masuk. Kita kemudian mengikuti jalan setapak yang sudah diperkeras, dan disepanjang perjalanan dipenuhi rambu dan pal kilometer yang memudahkan perjalanan. Kira-kira 1,5 km perjalanan dari Gerbang, kita akan dapati sebuah danau kecil yang dinamakan Telaga Biru (1.500 m.dpl).
Kemudian kita jumpai Rawa Gayang Agung (1.600 m.dpl), yang merupakan padang rumput dan tanaman perdu. Pada ketinggian 1.628 m.dpl, kita akan sampai pada dipertigaan yang dinamakan Panyancangan Kuda, kira-kira 1 jam perjalanan dari gerbang. Berjalan kira-kira 10 menit dari Panyancangan kuda ke arah kanan, akan kita jumpai Air Terjun Cibeureum yang indah. Air Terjun Cibereum (1.675 m.dpl) tingginya antara 40 – 50 meter, terdiri dari air terjun utama (Curug Cidendeng), juga ada dua air terjun yang lebih kecil (Curug Cikundul dan Curug Ciwalen). Air terjun ini juga salah satu tempat wisata yang paling sering dikunjungi di Kawasan TNGP. Selanjutnya kita sampai di Batu Kukus ( 1.820 m.dpl), dimana kita jumpai sebuah pondok untuk berteduh. Berjalan sampai pada ketinggian 2.150 m.dpl (kira-kira 2.5 jam perjalanan dari gerbang), kita akan sampai pada Pondok Pemandangan, hanya 5 menit berjalan dari pondok ini kita akan menjumpai air panas yang berasal dari sumber dekat Kawah Gunung Gede, dimana suhu air dapat mencapai 50 C.

Perjalanan kira-kira 3.5 jam dari gerbang, kita akan sampai di Kandang Batu atau Lebak Saat (2.220 m.dpl). Ditempat ini banyak dijumpai batu yang berasal dari letusan Gunung Gede. Disini juga dapat dijumpai sebuah sumber air, juga tanah datar dimana kita bisa mendirikan tenda.

Setelah 4 jam perjalanan dari Gerbang, kita akan sampai di Kandang Badak (2.395 m.dpl), dimana terdapat jalan bercabang, yang kekiri menuju puncak Gunung Gede (2 km lagi, 2 jam perjalanan), sedang yang ke kanan menuju ke Puncak Pangrango (3 km lagi, 3 jam perjalanan). Di Kandang Badak juga terdapat sumber air dan kita dapat mendirikan tenda. Kandang Badak berupa dataran yang terletak pada punggungan yang menghubungkan Gunung Gede dan Gunung Pangrango.
Puncak Pangrango terletak dalam hutan berlumut, jadi kita tidak bisa melihat pemandangan yang menarik, tetapi jika kita turun sedikit ke arah barat terdapat hamparan bunga Edelweis Jawa yang indah di area seluas 5 Ha, yang disebut Alun-Alun Mandalawangi.
Dalam perjalanan ke Gunung Gede dari Kandang Badak, pada ketinggian 2.475 m.dpl akan kita jumpai persimpangan kekiri menuju Kawah Gunung Gede. Kawah Lanang akan kita jumpai disisi kiri jalan setapak ini, sementara Kawah Ratu (2.750 m.dpl) dan Kawah Wadon disebelah kanan. Disekitar kawah ini akan kita jumpai bunga Edelweis Jawa, dan kadang juga burung Rajawali Jawa (Spizaetus bartelesi) yang terbang melintasi kawah.

Mendekati puncak Gunung Gede pepohonan semakin berkurang, kemudian hanya lahan gersang yang belum ada tumbuhan, hal ini diakibatkan kegiatan kawah berapi Gunung Gede, yang seringkali mengeluarkan gas berbau belerang. Sesampai di puncak Gunung Gede kita dapat melihat kawah-kawah disekitar puncak, Gunung Pangrango dan Gunung Gumuruh serta pemandangan kota-kota, dan gunung-gunung di Jawa Barat.

Dari puncak Gunung Gede bila kita turun kearah Tenggara kira-kira 1 jam perjalanan, kita akan menjumpai dataran seluas 50 Ha yang terletak di antara Gunung Gede dan Gunung Gumuruh, yang sebagian besar dataran ditutupi oleh bunga Edelweis Jawa, tempat ini dinamakan Alun-Alun Surya Kencana (2.800 m.dpl). Tempat ini sangat disukai oleh para pendaki sebagai tempat berkemah. Pada musim hujan, disini terdapat mata air.
Dari Alun-alun Surya Kencana kita dapat meneruskan perjalanan turun kearah kiri (Utara) menuju Pos Gunung Putri di Cianjur atau kearah kanan (Selatan) menuju Selabintana di Sukabumi.

Jalur Gunung Putri

Untuk mencapai Pos Gunung Putri sebagai awal pendakian, dari arah Bogor atau Jakarta kita naik Bis jurusan Cianjur/Bandung, atau sebaliknya dan turun di Pasar Cipanas. Perbekalan sebaiknya kita persiapkan di Cipanas. Dari Terminal Cipanas kita naik minibus ke Desa Sukatani, sejauh + 4,5 km. Di desa ini terdapat Kantor Resort TNGP Gunung Putri, dimana kita meminta keterangan. Air bisa kita peroleh di desa ini. Kemudian kita meneruskan perjalanan dengan meninggalkan desa, sejauh 200 meter melewati perladangan dan akan kita jumpai Pondok Jaga Taman Nasional Gede Pangrango, dimana kita melaporkan pendakian dan membeli tanda masuk.
Di Pos Jaga yang telah dilengkapi fasilitas listrik ini, kita bisa bermalam, dengan biaya sukarela saja. Tetapi pada hari-hari libur Pondok Jaga ini sering penuh, dan kita bisa bermalam dirumah-rumah penduduk, untuk itu bisa menghubungi petugas (Kepala Resort TNGP Gunung Putri).
Pendakian kita mulai di Pos Jaga Gunung Putri (1.450 m.dpl), melewati perladangan, kemudian kita melewati hutan pinus yang merupakan Hutan Produksi yang dikelola oleh KPH PERHUTANI Cianjur dimana kita akan menyeberangi sungai kecil. Medan mulai sulit dan terjal, selanjutnya kita akan memasuki hutan tropika, dan pada ketinggian 1.850 m.dpl, kita sampai di Tanah Merah, dimana akan kita jumpai sebuah Pos Penerangan Taman Nasional Gede-Pangrango yang sudah tidak terpakai.
Di perjalanan kita melewati Legok Lenca (2.150 m.dpl) dan Buntut Lutung (2.300 m.dpl), serta akan menemui dua buah pondok masing-masing di Lawang Seketeng (2.500 m.dpl) dan di Simpang Maleber (2.625 m.dpl). Jalur mulai curam di sekitar Lawang Seketeng ini, dan Simpang Maleber terdapat simpangan jalan ke kiri, tetapi kita harus mengambil jalur lurus untuk menuju Alun-alun Surya Kencana.
Dari Simpang Maleber kita terus mendaki, sampai mencapai sebuah pondok di Alun-alun Timur (2.800 m.dpl). Kemudian kita akan melewati padang rumput dan padang Bunga Edelweis Jawa Alun-alun Surya Kencana.

Jalur Selabintana

Jalur Selabintana adalah jalur yang paling panjang, curam, menantang sekaligus melelahkan. Demi keselamatan, sebaiknya jalur ini dipilih bila kita sudah cukup berpengalaman, atau dengan pemandu yang handal. Selabintana, terletak 7 km dari Sukabumi. Perbekalan pendakian sebaiknya kita penuhi di Sukabumi.
Untuk mencapai Selabintana, dari Terminal Sukabumi kita naik Angkutan Kota (Minibis) turun di Bhayangkara, dilanjutkan dengan Angkutan Kota jurusan Selabintana dan turun Hotel Selabintana. Kita harus berjalan lagi 45 menit melintasi jalan setapak dan Perkebunan Teh “Goalpara”, untuk mencapai Pos Resort TNGP Selabintana. Pos ini bisa dicapai langsung dengan mobil, atau dari Sukabumi kita bisa mencarter Angkutan Kota. Dekat Pos terdapat Bumi Perkemahan dan yang sangat menarik adalah Air Terjun Selabintana, yang merupakan Air Terjun paling tinggi di kawasan TNGP.
Setelah melapor ke Pos Resort TNGP Selabintana, kita mulai mendaki melalui hutan alam selama 20 menit dan sampai di Pos Citinggar (1.000 m.dpl). Selanjutnya jalan mulai menanjak dan curam, dan kita akan melewati Citinggar Barat (1.175 m.dpl). Dari sini medan semakin curam, dan kita melalui daerah dimana sekarang terdapat longsoran, Cigeber (1.300 m.dpl) dan akan sampai di Cileutik (1.500 m.dpl). Dari Pos Selabintana menuju Cileutik ini diperlukan waktu 5-6 jam, dan diperlukan 4 jam lagi melalui punggungan lereng selatan yang berbatu, untuk sampai di punggungan antara Gunung Gede dan Gunung Gumuruh. Dari punggungan ini kita turun dengan elevasi sekitar 200 m untuk mencapai Alun-alun Surya Kencana.

Untuk pendakian sebaiknya kita melalui jalur Cibodas dan untuk jalur turunnya kita melalui jalur Gunung Putri, dengan melewati jalur Gunung Putri ini kita akan menghindari kebosanan pada waktu turun, dan sekaligus mengenal jalur, untuk pendakian di kesempatan yang lain. Jalur Selabintana juga bisa dipilih, tetapi jaraknya lebih jauh, sulit dan berbahaya bila belum berpengalaman.

Suara Kebebasan http://capsulx368.blogspot.com/2010/07/gunung-gede-pangrango.html#ixzz1hG2MhlQU
Terima Kasih telah mengcopy artikel ini, semoga artikel ini bermanfaat untuk anda. Saya berterima kasih bila Link Artikel ini dicantumkan dalam blog Anda sebagai Referensi. Terima Kasih ttd. CapsulX

==============

Oke,,,, dan besok, KITA NAIIIIKKKKK!!!

 
Leave a comment

Posted by on 22 December 2011 in Coretan

 

Tags: , , , , , , , , ,

Sinopsis Film : Ketika Tsunami di Aceh dijadikan Sebuah Film… (Hafalan Shalat Delisa)

Delisa (Chantiq Schagerl) gadis kecil kebanyakan yang periang, tinggal di Lhok Nga desa kecil di pantai Aceh, mempunyai hidup yang indah. Sebagai anak bungsu dari keluarga Abi Usman (Reza Rahadian), Ayahnya bertugas di sebuah kapal tanker perusahaan minyak Internasional. Delisa sangat dekat dengan ibunya yang dia panggil Ummi (Nirina Zubir), serta ketiga kakaknya yaitu Fatimah (Ghina Salsabila), dan si kembar Aisyah (Reska Tania Apriadi) dan Zahra (Riska Tania Apriadi)

26 Desember 2004, Delisa bersama Ummi sedang bersiap menuju ujian praktek shalat ketika tiba-tiba terjadi gempa. Gempa yang cukup membuat ibu dan kakak-kakak Delisa ketakutan. Tiba-tiba tsunami menghantam, menggulung desa kecil mereka, menggulung sekolah mereka, dan menggulung tubuh kecil Delisa serta ratusan ribu lainnya di Aceh serta berbagai pelosok pantai di Asia Tenggara

Delisa berhasil diselamatkan Prajurit Smith, setelah berhari-hari pingsan di cadas bukit. Sayangnya luka parah membuat kaki kanan Delisa harus diamputasi. Penderitaan Delisa menarik iba banyak orang. Prajurit Smith sempat ingin mengadopsi Delisa bila dia sebatang kara, tapi Abi Usman berhasil menemukan Delisa. Delisa bahagia berkumpul lagi dengan ayahnya, walaupun sedih mendengar kabar ketiga kakaknya telah pergi ke surga, dan Ummi belum ketahuan ada di mana

Delisa bangkit, di tengah rasa sedih akibat kehilangan, di tengah rasa putus asa yang mendera Abi Usman dan juga orang-orang Aceh lainnya, Delisa telah menjadi malaikat kecil yang membagikan tawa di setiap kehadirannya. Walaupun terasa berat, Delisa telah mengajarkan bagaimana kesedihan bisa menjadi kekuatan untuk tetap bertahan. Walau air mata rasanya tak ingin berhenti mengalir, tapi Delisa mencoba memahami apa itu ikhlas, mengerjakan sesuatu tanpa mengharap balasan

‘Delisa cinta Ummi karena Allah’

sumber : http://www.21cineplex.com/hafalan-shalat-delisa-movie,2691.htm

 
7 Comments

Posted by on 22 December 2011 in Film

 

Tags: , , , , , , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.